Tragedi Banjir Bandang Nduga: 23 Orang Hilang, Cuaca Ekstrem Mengintai

Selasa, 4 November 2025 - 17:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas gabungan mencari korban hilang akibat banjir bandang di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. (Ist)

Petugas gabungan mencari korban hilang akibat banjir bandang di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. (Ist)

PAPUA, POSNEWS.CO.ID — Banjir bandang di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan kembali memakan korban. Puluhan warga masih hilang dan belum ditemukan hingga kini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hujan deras mengguyur kawasan hulu pada Sabtu sore (1/11/2025) dan langsung memicu luapan Sungai Papan. Arus beringas menyeret warga yang tengah menyeberang, membuat suasana panik dan mencekam.

Hingga Selasa (4/11/2025), upaya pencarian terus berlangsung dramatis. BNPB memastikan sebanyak 23 warga hilang, terdiri dari 15 orang di Distrik Dal dan 8 orang di Distrik Yuguru.

Baca Juga :  Taman Bendera Pusaka Hadirkan Ruang Hijau Multifungsi di Jakarta Selatan

“Tidak ada warga mengungsi, namun korban hilang mencapai 23 jiwa. Tim gabungan terus menyisir lokasi,” tegas Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari, Selasa (4/11/2025).

Menurutnya, para korban diduga hanyut terseret derasnya arus saat mencoba menyeberangi Sungai Papan. Dua kampung di Distrik Dal — Kampung Dal dan Kampung Silan — menjadi lokasi terparah diterjang lumpur dan kayu gelondongan.

Cuaca Masih Menggila

Badan Meteorologi melaporkan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang menghantam wilayah Papua Barat Daya. Daerah rawan meliputi:

  • Kabupaten Raja Ampat
  • Kabupaten Sorong
  • Kota Sorong
Baca Juga :  Bencana di Sumatera, BNPB: 990 Korban Tewas, 222 Hilang, 9 Ribu Mengungsi di 3 Provinsi

Cuaca ekstrem diprediksi berlangsung hingga pukul 14.20 WIT.

BNPB mengingatkan pemerintah daerah dan warga untuk siaga penuh menghadapi ancaman banjir bandang, longsor, dan badai.

“Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah,” ujar Abdul.

Sementara itu, tim SAR, TNI, Polri, Basarnas, dan relawan berpacu dengan waktu dan cuaca buruk demi menemukan korban.

Pencarian terus dikebut, harapan masih menyala di tengah ancaman cuaca ganas. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
AntĂłnio Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia
Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America
Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:17 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

AntĂłnio Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:21 WIB

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB

Sinergi Tokyo-Washington di G7. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menggelar pertemuan bilateral singkat bersama Presiden AS Donald Trump untuk membahas isu Timur Tengah dan tarif dagang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Jun 2026 - 15:17 WIB