Istana Konfirmasi Rencana Merger Grab dan GoTo

Sabtu, 8 November 2025 - 09:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Lebih dari sekadar angka. Psikologi lingkungan mengungkap perbedaan antara pengukuran ruang fisik (kepadatan) dengan reaksi mental manusia (kesesakan) di tengah ledakan populasi global. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Lebih dari sekadar angka. Psikologi lingkungan mengungkap perbedaan antara pengukuran ruang fisik (kepadatan) dengan reaksi mental manusia (kesesakan) di tengah ledakan populasi global. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID —Pemerintah Indonesia akhirnya angkat bicara mengenai wacana panas merger antara dua raksasa aplikator ride-sharing di Asia Tenggara, Grab Holdings Ltd dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa pemerintah telah mendengar rencana tersebut. Rencana ini akan menggabungkan dua perusahaan teknologi yang menguasai pasar layanan transportasi daring dan pengiriman di Indonesia.

Konfirmasi dari Istana

Wartawan menemui Mensesneg di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/11/2025). Prasetyo Hadi membenarkan kabar yang telah lama beredar di kalangan pelaku pasar tersebut.

Ketika wartawan menanyakan kebenaran rencana itu, Mensesneg memberikan jawaban singkat namun sangat lugas. Jawabannya mengindikasikan bahwa rencana tersebut sudah dalam tahap pembahasan.

“Iya. Rencananya memang begitu (Grab-GoTo bergabung),” ujar Prasetyo.

Potensi Monopoli Jadi Sorotan

Konfirmasi dari pejabat tinggi di lingkar Istana ini mengakhiri spekulasi berbulan-bulan mengenai masa depan kedua decacorn tersebut. Jika “perkawinan” ini benar-benar terwujud, merger ini akan menciptakan seorang raksasa teknologi baru di Asia Tenggara.

Baca Juga :  Jasa Pembuatan Website di Bekasi – Profesional dan Terjangkau

Merger ini diprediksi akan mendominasi mutlak pasar transportasi daring, pengiriman makanan, dan layanan keuangan digital di Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun konfirmasi telah datang dari Mensesneg, rencana ini pasti akan menghadapi pengawasan sangat ketat dari regulator persaingan usaha, dalam hal ini Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Banyak pihak khawatir gabungan pangsa pasar keduanya akan menciptakan praktik monopoli. Praktik ini berpotensi merugikan konsumen dan mitra (pengemudi).

Hingga berita ini turun, baik pihak Grab maupun GoTo belum memberikan pernyataan resmi terkait konfirmasi dari Mensesneg Prasetyo Hadi.

Baca Juga :  Istri Pegawai Pajak Manokwari Diculik dan Dibunuh, Jasad Ditemukan di Septic Tank

Monopoli Baru, Berkah atau Bencana?

Kabar “perkawinan” dua raksasa ini ibarat pedang bermata dua bagi publik. Di satu sisi, merger berpotensi mengakhiri era “bakar uang” yang tidak sehat. Ini bisa menciptakan perusahaan teknologi yang lebih stabil dan profitabel dalam jangka panjang.

Namun, sisi lainnya jauh lebih mengkhawatirkan. Lenyapnya kompetisi besar akan melahirkan satu monopoli baru. Bagi konsumen, ini bisa berarti berakhirnya era promo dan diskon besar-besaran. Harga layanan berpotensi naik signifikan.

Bagi mitra pengemudi, posisi tawar mereka akan anjlok drastis. Saat hanya ada satu “bos” besar di pasar, pilihan mereka untuk mencari platform yang lebih baik akan hilang. KPPU memegang peran krusial untuk memastikan bahwa merger ini tidak mengorbankan kepentingan publik hanya demi efisiensi korporasi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Demo Hardiknas, Pengendara Hindari Kawasan Monas dan DPR, Polisi Kerahkan 3.545 Personel
Ditpolairud Polda Metro Jaya Evakuasi 11 Penumpang Kapal Pancing Bocor di Marunda
Dendam Asmara Berujung Penusukan di Depok, Tiga Pelaku Dibekuk
Tebing Longsor di Bogor, Masjid Nurul Hikmah Ambruk Terseret Arus Kali Cikaret
Sempat Buron, Dua Pelaku Penikam Pemuda di Gowa Menyerahkan Diri ke Polisi
Beasiswa Kemenag 2026: Ustaz dan Ustazah Bisa Kuliah Gratis Secara Online
Prakiraan Cuaca Hari Ini, Jabodetabek Diguyur Hujan – Surabaya Berawan Tebal
Pigai Soroti Pernyataan Amien Rais ke Prabowo, Singgung Dugaan Pelanggaran HAM

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 09:48 WIB

Demo Hardiknas, Pengendara Hindari Kawasan Monas dan DPR, Polisi Kerahkan 3.545 Personel

Senin, 4 Mei 2026 - 08:45 WIB

Ditpolairud Polda Metro Jaya Evakuasi 11 Penumpang Kapal Pancing Bocor di Marunda

Senin, 4 Mei 2026 - 07:33 WIB

Dendam Asmara Berujung Penusukan di Depok, Tiga Pelaku Dibekuk

Senin, 4 Mei 2026 - 07:21 WIB

Tebing Longsor di Bogor, Masjid Nurul Hikmah Ambruk Terseret Arus Kali Cikaret

Senin, 4 Mei 2026 - 07:09 WIB

Sempat Buron, Dua Pelaku Penikam Pemuda di Gowa Menyerahkan Diri ke Polisi

Berita Terbaru