Benang Kusut Sewa Pajero Sport, Bharatu SH: Pejabat Polairud Jabar Bertanggung Jawab

Selasa, 11 November 2025 - 19:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konfrontasi Ady Supriatna dengan Bharatu SH di Propam Korpolairud. (Posnews/MR)

Konfrontasi Ady Supriatna dengan Bharatu SH di Propam Korpolairud. (Posnews/MR)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID Beginilah jadinya jika yang menyewa pimpinan lewat anak buah, giliran bayar dibuat pusing. Sehingga yang dirugikan jelas pengusaha penyewaan.

Ini-lah yang terjadi benang kusut pembayaran sewa rental mobil Pajero Sport yang melibatkan anggota Korpolairud Baharkam Polri, Bharatu SH, menjadi sorotan publik.

Bharatu menegaskan bahwa Kombes Pol EI, pejabat Polairud Polda Jabar bertanggung jawab penuh atas sewa mobil tersebut, karena yang menikmati kendaraan adalah EI, sementara Bharatu hanya berperan sebagai penjamin.

Ady Supriatna, pemilik Rental Mobil Amanah di Tanjung Priok, Jakarta Utara, mendatangi kantor Propam Korpolairud Baharkam Polri, Selasa (11/11/2025), untuk menuntut haknya terkait tunggakan sewa Pajero Sport.

Baca Juga :  Dua Tahun Tanpa Kepastian, Kasus Firli Bahuri Jadi Ujian Kredibilitas Polda Metro Jaya

Konfrontasi di Propam Korpolairud Baharkam Polri

Dalam konfrontasi dengan Propam yang dipimpin Iptu King, Bharatu mengakui statusnya sebagai penjamin. “Mobil itu digunakan Bapak EI, saya hanya sebagai referensi dan penjamin,” jelas Bharatu di ruang Propam.

Ia menambahkan, EI memiliki kewajiban membayar Rp24 juta, sudah melunasi Rp14 juta, dan sisanya Rp10 juta mandek selama dua tahun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bharatu juga mengaku telah membantu membayar dari kantong pribadi. “Saya ingatkan EI, tapi belum ada respon positif,” ungkapnya. Ia berjanji akan terus mengejar pembayaran hingga tuntas.

Baca Juga :  Tragedi di Abyei: Drone Hantam Markas PBB, 6 Penjaga Perdamaian Bangladesh Tewas

Sementara itu, Ady menyesalkan sikap Bharatu yang lamban menyelesaikan kewajiban. “Seharusnya Bharatu memberi contoh baik, bukan menunda pembayaran hingga mengganggu usaha dan kebutuhan hidup keluarga saya,” ujar Ady.

Menurut Ady, tunggakan sewa Pajero Sport selama dua tahun berdampak serius pada usaha rentalnya. “Seharusnya polisi melayani masyarakat, bukan malah mendzolimi saya yang sedang mencari rejeki halal,” tambahnya.

Kasus ini masih ditangani tim Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Korpolairud Baharkam Polri. Ady berharap Propam bersikap adil dan menindak oknum anggota yang melakukan dugaan penipuan dan penggelapan sewa Pajero Sport. (MR)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks
Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?
Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci
Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi
Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas
Parkiran Minimarket Jadi Lokasi Transaksi, 18 Kg Ganja Disita Polisi di Duri Kepa
ABK Mengaku Tak Tahu Muatan Narkoba, Pigai: Hukuman Mati Tak Sejalan HAM
Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:05 WIB

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:58 WIB

Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?

Sabtu, 21 Februari 2026 - 18:48 WIB

Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci

Sabtu, 21 Februari 2026 - 17:45 WIB

Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:40 WIB

Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas

Berita Terbaru

Ilustrasi, Pedang bermata dua diplomasi. Melalui kacamata Liberalisme, sanksi ekonomi bukan lagi instrumen hukuman sederhana, melainkan penguji ketangguhan jaringan interdependensi global yang rumit. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Feb 2026 - 20:05 WIB

Ilustrasi, Kembali ke alam. Tren busana Muslim tahun 2026 mengusung konsep kesederhanaan yang elegan melalui sentuhan warna bumi dan siluet minimalis yang mengutamakan kenyamanan fungsional. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi

Sabtu, 21 Feb 2026 - 17:45 WIB

Ilustrasi, Pahlawan di balik kesunyian Maghrib. Saat mayoritas warga berkumpul di meja makan, sebagian orang justru harus teguh berdiri di garis depan demi pelayanan dan kemanusiaan. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas

Sabtu, 21 Feb 2026 - 16:40 WIB