Mayat Driver Taksi Online Terikat di Tol Jagorawi , Polisi Ungkap Dugaan Pembunuhan Sadis

Kamis, 13 November 2025 - 09:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tewas. (Freepik)

Ilustrasi, Tewas. (Freepik)

BOGOR, POSNEWS.CO.ID Pelaku pembunuh pria terikat di pinggir Tol Jagorawi Km 30, Bogor, Jawa Barat masih misteri. Polisi baru mendapatkan identitas korban bernama Ujang Adiwijaya, seorang driver taksi online.

Pihak kepolisian belum menyebutkan penyebab korban tewas, namun melihat kondisi korban kemungkinan tewas secara tak wajar karena diikat dan mobilnya hilang

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga pertama kali menemukan jasad Ujang pada Senin sore, 10 November 2025, hanya dua meter dari bahu jalan tol. Awalnya, saksi Dudi mengira pria itu sedang tidur“Kami kira dia cuma tidur di pinggir tol,” ujar Dudi, Selasa (11/11).

Namun, saat didekati, warga terkejut melihat tangan dan kaki korban terikat, dengan luka di perut serta darah keluar dari hidungWarga segera melaporkan temuan itu ke Polres Bogor.

Baca Juga :  Kerugian Rp12,14 Miliar, Polisi Kejar Aset Bos Hanania Travel

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto membenarkan bahwa korban bekerja sebagai driver taksi online.

“Dari hasil penyelidikan, korban berprofesi sebagai driver taksi daring,” jelasnya, Rabu (12/11/2025).

Ia mengungkap, mobil korban ikut raib, diduga dicuri pelaku setelah membunuh korban. 

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Anggi Eko Prasetyo memastikan ada unsur pidana dalam kasus ini. Hasil autopsi memperkuat dugaan bahwa korban tewas karena kekerasan.

Autopsi menunjukkan adanya tindak pidana. Kami sedang kembangkan penyelidikan,” tegas Anggi.

Tim penyidik kini memburu pelaku dan menelusuri barang-barang korban yang hilangBeberapa barang milik korban tidak ditemukan. Ada kemungkinan diambil pelaku,” jelasnya.

Istri Korban Minta Keadilan

Baca Juga :  KPK Ingatkan Gratifikasi Parsel Lebaran 2026, ASN Wajib Lapor via GOL

Tragisnya, kematian Ujang membuat sang istri, Iffah (43), terpukul. Karena itu, ia berharap polisi segera menangkap pelaku pembunuhan sadis tersebut.

“Saya cuma ingin pelakunya cepat ditangkap dan dihukum setimpal. Kok tega ngebunuh suami saya, sadis banget,” ujar Iffah di kediamannya, Pancoran Mas, Depok.

Di sisi lain, Iffah menduga suaminya disiksa sebelum dibunuh. Kendati demikian, ia tetap mengapresiasi langkah cepat polisi yang terus menyelidiki kasus tersebut.

“Saya percaya polisi serius nangani. Harapan saya, pelaku cepat ketangkap,” katanya.

Bagi keluarga, Ujang dikenal sebagai suami penyayang dan ayah yang lembutDia nggak pernah marah, sayang sama anak dan keluarga,” kenang Iffah haru. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelaku Penganiaya Satpam di Pluit Sudah Jadi Tersangka Tapi Kok Belum Ditahan, Korban Pertanyakan ke Polres Jakut
Pilkades Serentak Bekasi 20 September, 154 Desa Dijaga Ketat Polisi
Korupsi Proyek Alat Konstruksi Rp37,35 Miliar, Polda Metro Tetapkan 6 Tersangka
12 ECU Truk Dicuri, Mekanik Ditangkap Usai 2 Bulan Diburu Polisi
Jumat 18 September, Hujan Ringan Berpeluang Guyur Jakarta hingga Tangerang
Bareskrim Bongkar 219 Kasus Karhutla, 162 Orang Jadi Tersangka
Dugaan Pungli Rp10 Ribu di Kalijodo Viral, Pramono Minta Renovasi Total
Polisi Bongkar 4 Kasus Obat Ilegal di Jakut, 4.255 Butir Disita

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 20:17 WIB

Pelaku Penganiaya Satpam di Pluit Sudah Jadi Tersangka Tapi Kok Belum Ditahan, Korban Pertanyakan ke Polres Jakut

Jumat, 18 September 2026 - 17:24 WIB

Pilkades Serentak Bekasi 20 September, 154 Desa Dijaga Ketat Polisi

Jumat, 18 September 2026 - 15:56 WIB

Korupsi Proyek Alat Konstruksi Rp37,35 Miliar, Polda Metro Tetapkan 6 Tersangka

Jumat, 18 September 2026 - 13:21 WIB

12 ECU Truk Dicuri, Mekanik Ditangkap Usai 2 Bulan Diburu Polisi

Jumat, 18 September 2026 - 05:26 WIB

Jumat 18 September, Hujan Ringan Berpeluang Guyur Jakarta hingga Tangerang

Berita Terbaru

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:20 WIB