Redenominasi Masuk Rencana Kemenkeu, BI dan Istana Kompak: Masih Jauh!

Kamis, 13 November 2025 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Wacana redenominasi (Rp1000 jadi Rp1) masuk PMK 2025-2029. Pengamat tegaskan ini bukan sanering (potong nilai), sementara BI, Menkeu, dan Istana sebut implementasi masih sangat jauh. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Wacana redenominasi (Rp1000 jadi Rp1) masuk PMK 2025-2029. Pengamat tegaskan ini bukan sanering (potong nilai), sementara BI, Menkeu, dan Istana sebut implementasi masih sangat jauh. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Wacana penyederhanaan nilai mata uang atau redenominasi rupiah kembali menjadi perbincangan publik. Hal ini setelah rencana tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan Tahun 2025-2029.

Aturan yang Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa teken itu mencantumkan rencana penyusunan RUU Redenominasi (Perubahan Harga Rupiah). Secara konsep, kebijakan ini akan mengubah Rp1.000 menjadi Rp1.

Meskipun demikian, sejumlah pejabat tinggi negara, mulai dari Bank Indonesia (BI), Menteri Keuangan, hingga Istana, kompak menyatakan bahwa realisasi kebijakan tersebut masih sangat jauh dan bukan prioritas untuk tahun depan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

BI dan Istana: “Tidak Tahun Depan, Masih Jauh”

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa BI saat ini belum fokus pada redenominasi. Menurutnya, prioritas bank sentral adalah menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kami pada saat ini lebih fokus menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Apalagi redenominasi itu memerlukan timing dan persiapan yang lebih lama,” ujar Perry saat rapat dengan Komisi XI DPR, Rabu (12/11/2025).

Baca Juga :  Indonesia Desak Transparansi Pemblokiran Akun Anak di Bawah 16 Tahun

Senada dengan BI, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan rencana itu tidak akan berjalan tahun depan. Bahkan, ia meluruskan bahwa otoritas pelaksana adalah bank sentral, bukan Kemenkeu.

“Redenom [redenominasi] itu kebijakan bank sentral… [realisasi] enggak sekarang, enggak tahun depan,” ungkap Purbaya, Senin (10/11/2025). “Jangan gue yang digebukin, gue digebukin terus,” kelakarnya.

Sementara itu, pihak Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi turut menegaskan hal yang sama. “Belum lah, masih jauh,” kata Prasetyo di Kompleks Istana, Senin.

Pengamat: Ini Bukan Sanering, Jangan Salah Paham

Di tengah kehebohan ini, Pengamat Ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y Sri Susilo, mengingatkan masyarakat untuk tidak salah paham antara redenominasi dan sanering.

Menurut Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta ini, redenominasi hanyalah penyederhanaan pencatatan (menghilangkan nol) tanpa mengurangi nilai tukar atau daya beli.

“Redenominasi hanya penyederhanaan saja, tidak mengubah nilai. Misal belinya Rp100.000, ya bayarnya tetap Rp100.000, hanya nolnya saja yang dihilangkan,” katanya, Rabu (12/11/2025).

Ia menegaskan ini sangat berbeda dengan sanering (pemotongan uang) yang pernah terjadi pada 1965-1966. Saat itu, sanering dilakukan karena inflasi sangat tinggi dan menggerus nilai uang.

Susilo menambahkan, tujuan redenominasi adalah efisiensi pelaporan keuangan yang saat ini terlalu banyak angka nol. Bahkan, ia menilai praktik ini secara tidak resmi sudah berjalan di masyarakat.

Baca Juga :  Audensi ke Setneg, Ini 14 Tuntutan SNI ke Presiden Prabowo Subianto

“Praktiknya sebenarnya sudah meredenominasikan sendiri. Misalnya ada keterangan dalam jutaan, dalam miliar, atau misal 50K (untuk Rp50.000),” lanjutnya.

Tantangan DPR: Proses Panjang dan Risiko Inflasi

Anggota Komisi XI DPR menyoroti proses yang tidak mudah. Ketua Komisi XI, Mukhamad Misbhakun, menjelaskan prosesnya memakan waktu panjang.

Misalnya, jika RUU selesai dibahas pada 2026 (PMK 70/2025 menargetkan RUU selesai 2027), masih butuh waktu sosialisasi (2027) dan transisi (2028), sehingga kemungkinan baru berlaku penuh pada 2029.

Akan tetapi, tantangan terbesarnya adalah risiko inflasi jika sosialisasi gagal. Anggota Komisi XI DPR, Eric Hermawan, mewanti-wanti potensi pembulatan harga ke atas oleh pedagang ritel.

“Redenominasi ini kan pembulatan Rp 1.000. Misal harga Aqua Rp 1.200, maksimal akan dijual Rp 1. Rp 200-nya kemana? Maka akan dinaikkan Rp 2, sehingga harga-harga naik. Terjadi inflasi. Ini jadi masalah,” ujar Eric.

Oleh karena itu, DPR mendorong persiapan matang dan sosialisasi masif. Meskipun begitu, Misbhakun menyebut prasyarat ekonomi (pertumbuhan 5%, inflasi 2%) cenderung terpenuhi. Namun, keputusan akhir tetap ada di tangan Presiden Prabowo Subianto.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polri Tegaskan Kasus Penyadapan Prabowo Ulah Oknum Bukan Institusi
Prabowo Tahu Disadap Listyo Sigit Cs, Yusril Siapkan Evaluasi Bersama BSSN
Terungkap! Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo Berlangsung Sejak 2025
Pernah Dampingi Prabowo dan Listyo Sigit, Ini Profil Irjen Ahrie Sonta
Dua Kali Tak Hadir, Nusron Wahid Segera Dipanggil Lagi oleh KPK
264 Perwira Polri Dirotasi, Jabatan Wakapolda hingga Kapolres Berubah
Dikabarkan 7 Jenderal Diperiksa di Mabes Polri, Dugaan Informasi Penyadapan
Tak Lagi Sejalan dengan Hati Nurani, AKBP Netty Pilih Tinggalkan Polri

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 07:43 WIB

Polri Tegaskan Kasus Penyadapan Prabowo Ulah Oknum Bukan Institusi

Rabu, 4 November 2026 - 07:26 WIB

Prabowo Tahu Disadap Listyo Sigit Cs, Yusril Siapkan Evaluasi Bersama BSSN

Selasa, 3 November 2026 - 21:11 WIB

Terungkap! Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo Berlangsung Sejak 2025

Selasa, 3 November 2026 - 20:22 WIB

Pernah Dampingi Prabowo dan Listyo Sigit, Ini Profil Irjen Ahrie Sonta

Selasa, 3 November 2026 - 19:22 WIB

Dua Kali Tak Hadir, Nusron Wahid Segera Dipanggil Lagi oleh KPK

Berita Terbaru

FromSoftware mendadak matikan peladen Dark Souls Dua dan Tiga akibat masalah teknis. Pemain kaitkan insiden ini dengan gangguan keamanan sebelumnya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

FromSoftware Matikan Peladen Dark Souls Dua dan Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 10:35 WIB

Rumor ungkap alasan EA menutup studio BioWare dan membatalkan Mass Effect. Beban utang membuat EA pilih mendanai Star Wars Battlefront Tiga. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Rumor Ungkap Alasan EA Tutup Studio BioWare

Rabu, 4 Nov 2026 - 10:24 WIB

EPOMAKER rilis tetikus bermain EM Tiga seharga tiga puluh enam dolar. Simak spesifikasi sensor, material serat karbon, dan dok pengisian magnetis. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

EPOMAKER Rilis Mouse EM3 Dengan Fitur Serat Karbon

Rabu, 4 Nov 2026 - 09:22 WIB