KPK Bongkar Dugaan Korupsi CSR BI dan OJK, Dua Mantan Tenaga Ahli DPR Diperiksa

Kamis, 13 November 2025 - 23:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan. (Posnews/KPK)

Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan. (Posnews/KPK)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kasus korupsi dana Corporate Social Responsibility (CSR) milik Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus bergulir.

Bahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin tancap gas mengusut dugaan korupsi dana CSR) milik Bank Indonesia (BI) dan OJK.

Lembaga antirasuah itu memanggil dua mantan tenaga ahli anggota DPR RI Heri Gunawan untuk diperiksa sebagai saksi, Kamis (13/11/2025).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan pemeriksaan dilakukan guna menelusuri aliran dana CSR yang diduga diselewengkan.

KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi terkait dugaan tindak pidana korupsi program sosial atau CSR di Bank Indonesia dan OJK,” ujar Budi kepada wartawan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua saksi yang diperiksa adalah Martono (MAT) dan Helen Manik (HM), keduanya mantan tenaga ahli anggota DPR Heri Gunawan periode 2019–2024. Pemeriksaan berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Baca Juga :  KPK SP3 Kasus Tambang Konawe Utara, Dugaan Kerugian Negara Rp2,7 Triliun Dihentikan

Selain itu, KPK juga memanggil empat saksi tambahan, yakni:

  • Melissa B. Darbang – Ibu rumah tangga
  • Syarifah Husna – Mahasiswa
  • Dr. Widya Rahayu Arini Putri – Dokter
  • Syifa Rizka Violin – Mahasiswa

Kasus dugaan korupsi ini bermula pada 2020 hingga 2022 dan kini menyeret dua anggota DPR RI, Satori (ST) dan Heri Gunawan (HG), sebagai tersangka.

Keduanya tercatat sebagai anggota Komisi XI DPR yang membidangi keuangan dan perbankan. Satori berasal dari Fraksi NasDem Dapil Jawa Barat VIII, sementara Heri Gunawan dari Fraksi Gerindra Dapil Jawa Barat IV. Ironisnya, keduanya kembali terpilih sebagai anggota DPR periode 2024–2029.

Baca Juga :  OTT KPK Bongkar Korupsi Restitusi Pajak, Kepala KPP Madya Banjarmasin Jadi Tersangka

Berdasarkan temuan awal, BI dan OJK memberikan dana CSR kepada setiap anggota Komisi XI DPR RI untuk membiayai berbagai kegiatan sosial. Namun, dana tersebut diduga kuat diselewengkan dan digunakan untuk kepentingan pribadi.

KPK memastikan akan terus memburu seluruh pihak yang terlibat.

Kami akan mendalami aliran dana dan peran masing-masing pihak. Tidak ada yang kebal hukum,” tegas Budi.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik lantaran menyeret dua lembaga keuangan besar negara serta anggota dewan aktif. Publik menanti langkah tegas KPK dalam membongkar tuntas skandal CSR miliaran rupiah tersebut. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach
Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar
Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Siang Panas Sore Hujan Deras – Ini Kata BMKG
Banjir Belum Surut, 80 RT di Jakarta Masih Terendam Air – 3 Jalan Tergenang
Anggota Polisi Dilarang Live Streaming Saat Dinas, Ini Penjelasan Polri
Beli Pulsa Berujung Maut, Pria di Cengkareng Tewas Disabet Clurit
Astronom Temukan Atmosfer pada Dunia Es Terpencil 2002 XV93
Bareskrim Tangkap Red Notice Interpol Kasus Scam Online Jaringan Kamboja

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:39 WIB

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:33 WIB

Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:12 WIB

Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Siang Panas Sore Hujan Deras – Ini Kata BMKG

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:56 WIB

Banjir Belum Surut, 80 RT di Jakarta Masih Terendam Air – 3 Jalan Tergenang

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:38 WIB

Anggota Polisi Dilarang Live Streaming Saat Dinas, Ini Penjelasan Polri

Berita Terbaru

Ilustrasi, Mencari keadilan dan kohesi sosial. Sidang umum perdana Komisi Kerajaan Australia resmi berjalan untuk menyelidiki lonjakan antisemitisme dan mengevaluasi celah keamanan nasional setelah tragedi penembakan Hanukkah di Bondi Beach. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:39 WIB

Gagalnya kesepakatan damai. Afghanistan menuduh militer Pakistan meluncurkan serangan mematikan ke wilayah timur yang menargetkan fasilitas publik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:33 WIB