YOGYAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan pada Jumat (14/11/2025) dini hari. Badan Geologi melaporkan terjadinya awan panas guguran (APG) yang cukup jauh.
Secara spesifik, peristiwa ini terjadi pada pukul 04:38 WIB.
Detail Awan Panas Jumat Dini Hari
Berdasarkan laporan resmi Badan Geologi, instrumen seismik mencatat getaran awan panas guguran dengan amplitudo maksimal 46,47 mm. Selanjutnya, durasi peristiwa ini tercatat berlangsung selama 154,68 detik.
Badan Geologi mengestimasi jarak luncur awan panas mencapai 2.000 meter (2 km). Adapun arah luncuran konsisten ke barat daya, yakni menuju hulu Kali Krasak.
Pihak berwenang menyebutkan bahwa pemantauan visual dari kamera CCTV terbatas. Sebab, kondisi puncak berkabut pada saat kejadian dini hari tadi.
Imbauan Status SIAGA (Level III)
Akibat aktivitas ini, Badan Geologi menegaskan bahwa status Gunung Merapi tetap berada di Level III (SIAGA). Oleh karena itu, potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas masih dapat terjadi sewaktu-waktu.
Maka dari itu, BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi) mengeluarkan rekomendasi tegas bagi masyarakat:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
- Patuhi Zona Bahaya: Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya yang telah ditetapkan. Fokus utama ancaman adalah sektor selatan-barat daya (Kali Boyong, Kali Bedog, Kali Krasak, Kali Bebeng) dan sektor tenggara (Kali Woro).
- Waspada Lahar Hujan: Masyarakat harus mewaspadai potensi bahaya lahar. Terutama, jika terjadi hujan lebat di sekitar puncak Merapi, aliran lahar dapat terjadi di sungai-sungai yang berhulu di puncak.
- Ikuti Informasi Resmi: Masyarakat diminta untuk selalu memantau informasi resmi dari BPPTKG, Badan Geologi, atau BPBD setempat, serta tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia
















