Polda Metro Sikat Balpres Ilegal — 207 Bal Sita, Jaringan Penyeludup Ambyar

Sabtu, 15 November 2025 - 11:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi memeriksa ratusan ballpress pakaian bekas ilegal yang disita dari truk fuso di Rest Area KM 19 Tol Jakarta–Cikampek.(Posnews/Ist)

Polisi memeriksa ratusan ballpress pakaian bekas ilegal yang disita dari truk fuso di Rest Area KM 19 Tol Jakarta–Cikampek.(Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Meski pemerintah telah mengeluarkan larangan, perdagangan pakaian bekas (balpres) impor ilegal masih tetap nekat beroperasi di tanah air.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya akhirnya membongkar praktik perdagangan pakaian bekas impor ilegal yang merajalela di Jakarta. Dalam operasi besar itu, polisi menyita 207 balpres dari jaringan penyelundup yang beraksi di Duren Sawit, Jakarta Timur. 

Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Edy Suranta Sitepu menegaskan bahwa penindakan ini menjadi bukti keseriusan polisi dalam membersihkan peredaran pakaian bekas impor yang merusak pasar dalam negeri.

Ini penegakan hukum di bidang perdagangan dan TPPU. Semua barang bukti serta para saksi sudah kami amankan. Penyidik melanjutkan gelar perkara demi kepastian hukum,” ujar Kombes Edy, Sabtu (15/11/2025).

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memastikan langkah tegas ini mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto.

Presiden memerintahkan aparat menertibkan praktik thrifting tanpa mematikan pelaku UMKM, sekaligus menyiapkan produk lokal sebagai substitusi bagi para pedagang.

Arahan Pak Presiden jelas: pembatasan barang bekas harus diiringi produk pengganti,” ungkap Budi.

Instruksi tersebut dipertegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang mengultimatum seluruh jajarannya agar tidak memberi ruang bagi penyelundupan balpres.

Siapapun yang terlibat penyelundupan akan ditindak tegas!” tegas Kapolri.

Berawal dari Laporan WargaBerujung Penangkapan Beruntun

Kasus ini terungkap setelah penyidik Subdit I Indag Ditreskrimsus menerima laporan warga pada 12 November 2025. Warga curiga terhadap satu truk engkel yang masuk ke kawasan Duren Sawit.

Polisi langsung menyetop kendaraan itu dan menemukan 23 bal pakaian bekas impor. Petugas selanjutnya memborgol sopir berinisial D di lokasi.

Baca Juga :  Dua Pria Diciduk Polisi, Kepergok Curi di Tengah HUT RI ke-80 Monas

Tak berhenti di situ, penyidik mengembangkan temuan tersebut ke Pasar Senen, Jakarta Pusat. Di lokasi ini, polisi menangkap I, koordinator penerima balpres. Dari pemeriksaan awal, diketahui masih ada dua truk lain yang sedang menuju Jakarta.

Tanpa menunda waktu, tim bergerak ke Padalarang, Bandung Barat, dan melakukan penyergapan besar-besaran. Polisi berhasil mengamankan:

  • 2 truk engkel
  • 3 mobil boks
  • 1 unit Avanza
  • 7 sopir dan kenek
  • 184 bal pakaian bekas impor

Dengan demikian, total barang bukti yang disita mencapai 207 balpres dari tiga lokasi berbeda.

Seluruh barang bukti dan saksi kini diamankan di Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan lanjutan. Polisi memastikan akan mengejar semua pihak yang terlibat dalam jaringan penyelundupan pakaian bekas impor tersebut. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:34 WIB

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Berita Terbaru

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:34 WIB