Update Cilacap Longsor, 269 KK Terdampak, BNPB Siapkan Relokasi dan Huntara

Selasa, 18 November 2025 - 10:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto. (Posnews/Ist)

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto. (Posnews/Ist)

CILACAP, POSNEWS.CO.ID – Sebanyak 269 Kepala Keluarga (KK) terdampak longsor di Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah mendapat rekomendasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera pindah.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyatakan jumlah ini mencakup warga yang kehilangan tempat tinggal akibat tertimbun material longsor dan mereka yang berada di zona berisiko tinggi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan analisis Badan Geologi, wilayah terdampak masih berpotensi mengalami gerakan tanah susulan.

Baca Juga :  Tambang Ilegal Dibongkar, Kejagung Sita Aset PT AKT dan Tahan Samin Tan

Lokasi longsor berada di perbukitan dengan kemiringan landai hingga curam, sementara tanah setempat berupa tanah pelapukan tebal berwarna cokelat, gembur, lepas, dan jenuh air dengan kedalaman lebih dari 10 meter, sehingga rawan longsor.

Suharyanto menegaskan bahwa relokasi warga terdampak bukan lagi opsi, tetapi menjadi keharusan. Oleh karena itu, penyiapan lahan relokasi menjadi prioritas utama.

“Saya senang Pak Bupati Cilacap sigap menyiapkan lahan relokasi. Lokasinya sudah ada, sekitar 2,5 kilometer dari titik terdampak,” kata Suharyanto, Selasa (18/11/2025).

Baca Juga :  Ayah Tiri Pembunuhan Alvaro, Polisi Ungkap Cara AI Bunuh Diri di Ruang Konseling

Namun, Suharyanto menekankan bahwa keamanan lahan relokasi harus diperhatikan. “Pastikan lahan telah disurvei oleh Badan Geologi agar risiko bencana tidak terulang,” tegasnya.

BNPB siap membangun hunian sementara (huntara) begitu lahan relokasi dinyatakan aman. Huntara akan dikembangkan menjadi rumah tumbuh, sebelum akhirnya dibangun menjadi hunian tetap (huntap).

Huntara akan dibangun BNPB dibantu TNI dan Polri. Waktunya? Secepatnya,” pungkas Suharyanto. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Baku Tembak Saat Operasi di Yahukimo, Tiga Orang Diduga Anggota KKB Tewas
Misteri Kematian Pria di Hotel Kuningan Mulai Terkuak, Polisi Ungkap Dugaan Motif
Aksi Curanmor di Tanjung Priok Diamuk Massa, Polisi Sita Kunci T dan Airsoft Gun
Wanita Nekat Selundupkan Diduga Sabu di Alat Vital ke Lapas Banyuwangi
Merasa ‘Anak Kampung Sini’, Pemuda Bawa Golok Teror Warga Citeureup
Bunuh Kekasih di Kebun Jati, Pelaku Rampas Harta Korban dan Hapus Jejak Digital
Fakta Baru Ledakan Bom Mortir di Biak, TNT Aktif Saat Digergaji
Kasus Narkoba New Star Club Bali Naik ke Pengadilan, Police Line Dicabut

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:15 WIB

Baku Tembak Saat Operasi di Yahukimo, Tiga Orang Diduga Anggota KKB Tewas

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:02 WIB

Misteri Kematian Pria di Hotel Kuningan Mulai Terkuak, Polisi Ungkap Dugaan Motif

Jumat, 17 Juli 2026 - 21:52 WIB

Aksi Curanmor di Tanjung Priok Diamuk Massa, Polisi Sita Kunci T dan Airsoft Gun

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:43 WIB

Wanita Nekat Selundupkan Diduga Sabu di Alat Vital ke Lapas Banyuwangi

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:40 WIB

Merasa ‘Anak Kampung Sini’, Pemuda Bawa Golok Teror Warga Citeureup

Berita Terbaru

Pengacara Hotman Paris Hutapea memberikan keterangan terkiat hasil pemeriksaan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah di Kejagung. (Posnews/Instagram)

JABODETABEK

Kasus Asabri: Febrie Adriansyah Diperiksa 10 Jam, Ini Hasilnya

Sabtu, 18 Jul 2026 - 06:35 WIB