Mayat Pria Berkepala Terbungkus Plastik di Cikupa, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Sadis

Rabu, 19 November 2025 - 08:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tewas. (Freepik)

Ilustrasi, Tewas. (Freepik)

TANGERANG, POSNEWS.CO.ID Mayat pria tanpa identitas dengan kondisi kepala dibungkus plastik menggegerkan warga Kampung Bunder, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Selasa (18/11/2025).

Penemuan tersebut mengandung unsur mencurigakan karena kepala korban terbungkus plastik hitam, memicu dugaan kuat adanya tindak kriminal pada jasad korban.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada, menjelaskan bahwa warga awalnya mencium bau menyengat dari sebuah lokasi sekitar permukiman. Setelah dicek, warga terkejut melihat kantong plastik hitam berisi bagian kepala manusia.

Warga lalu menemukan sebuah kantong plastik hitam berisi bagian kepala manusia. Selanjutnya warga melapor ke kelurahan dan diteruskan ke Polsek Cikupa,” ujar Indra.

Baca Juga :  Update Bencana di Sumatera Tembus 914 Tewas, 389 Hilang - BNPB Percepat Pencarian

Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan sterilisasi dan memasang garis polisi. Korban ditemukan dalam kondisi terbungkus plastik dengan posisi kepala menghadap ke bawah.

Tim Inafis pun dikerahkan untuk melakukan identifikasi awal, namun hingga kini identitas korban masih misterius.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polisi Lakukan Penyelidikan Mendalam

Polisi menegaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara intensif. Petugas mengumpulkan bukti, menelusuri jejak di lokasi, hingga memeriksa keterangan saksi.

Selain itu, polisi juga mengecek laporan orang hilang yang sesuai dengan ciri-ciri mayat tersebut.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Lantik Jenderal Tandyo Budi Revita sebagai Wakil Panglima TNI

Kapolresta Tangerang mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor. Ia juga meminta warga yang melihat aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi untuk memberikan informasi kepada polisi.

Informasi dari masyarakat menjadi penting untuk membantu proses penyelidikan,” tegasnya.

Jasad pria tersebut kini sudah dievakuasi ke RS Balaraja untuk dilakukan autopsi guna mengungkap penyebab pasti kematian dan memastikan apakah ada tanda kekerasan lainnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik mengingat cara penemuan korban yang tidak wajar dan berpotensi terkait tindak kejahatan serius. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks
Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?
Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci
Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi
Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas
Parkiran Minimarket Jadi Lokasi Transaksi, 18 Kg Ganja Disita Polisi di Duri Kepa
ABK Mengaku Tak Tahu Muatan Narkoba, Pigai: Hukuman Mati Tak Sejalan HAM
Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:05 WIB

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:58 WIB

Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?

Sabtu, 21 Februari 2026 - 18:48 WIB

Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci

Sabtu, 21 Februari 2026 - 17:45 WIB

Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:40 WIB

Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas

Berita Terbaru

Ilustrasi, Pedang bermata dua diplomasi. Melalui kacamata Liberalisme, sanksi ekonomi bukan lagi instrumen hukuman sederhana, melainkan penguji ketangguhan jaringan interdependensi global yang rumit. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Feb 2026 - 20:05 WIB

Ilustrasi, Kembali ke alam. Tren busana Muslim tahun 2026 mengusung konsep kesederhanaan yang elegan melalui sentuhan warna bumi dan siluet minimalis yang mengutamakan kenyamanan fungsional. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi

Sabtu, 21 Feb 2026 - 17:45 WIB

Ilustrasi, Pahlawan di balik kesunyian Maghrib. Saat mayoritas warga berkumpul di meja makan, sebagian orang justru harus teguh berdiri di garis depan demi pelayanan dan kemanusiaan. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas

Sabtu, 21 Feb 2026 - 16:40 WIB