Gubernur Hiroshima dan Walikota Nagasaki Bersatu Lawan Rencana Nuklir PM Takaichi

Rabu, 19 November 2025 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, Gubernur Hiroshima dan Walikota Nagasaki bergabung dengan Okinawa menentang upaya PM Takaichi merevisi larangan senjata nuklir di Jepang. Dok: Istimewa.

Foto, Gubernur Hiroshima dan Walikota Nagasaki bergabung dengan Okinawa menentang upaya PM Takaichi merevisi larangan senjata nuklir di Jepang. Dok: Istimewa.

NAGASAKI, POSNEWS.CO.ID – Gelombang penentangan terhadap rencana kontroversial Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, terus membesar. Pada Selasa (18/11/2025), Gubernur Prefektur Hiroshima dan Walikota Nagasaki secara terbuka menyuarakan penolakan keras mereka terhadap upaya revisi Tiga Prinsip Non-Nuklir.

Langkah ini menyusul kekhawatiran serupa yang sebelumnya disampaikan oleh gubernur Okinawa dan Nagasaki sehari sebelumnya. Para pemimpin daerah ini mewakili wilayah-wilayah yang paling terdampak oleh perang dan kehadiran militer.

Suara dari Kota Bom Atom

Gubernur Hiroshima, Hidehiko Yuzaki, menegaskan posisi moral kotanya dalam sebuah konferensi pers.

“Hiroshima adalah kota pertama dalam sejarah manusia yang terkena bom atom. Oleh karena itu, Tiga Prinsip Non-Nuklir yang sudah lama ada harus kita junjung tinggi,” tegas Yuzaki.

Lebih lanjut, Yuzaki menyatakan bahwa menggantungkan keamanan pada senjata nuklir adalah tindakan berbahaya. Sebaliknya, pemerintah seharusnya berjuang mencari jalan keluar dari penangkalan nuklir (nuclear deterrence), bukan malah memperdalamnya.

Baca Juga :  Skandal Dokumen Epstein: Keir Starmer Desak Andrew Mountbatten-Windsor Beri Kesaksian

Senada dengan Yuzaki, Walikota Nagasaki, Shiro Suzuki, juga memperingatkan pers. Menurutnya, upaya Takaichi untuk merevisi prinsip tersebut akan mengintensifkan ketergantungan Jepang pada senjata nuklir.

“Prinsip-prinsip ini telah lama masyarakat anggap sebagai kebijakan nasional. Maka, sangat penting untuk menuntut dengan kuat agar pemerintah mematuhinya,” ujar Suzuki.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejarah Tiga Prinsip Non-Nuklir

Tiga Prinsip Non-Nuklir—tidak memiliki, tidak memproduksi, dan tidak mengizinkan senjata nuklir masuk ke wilayah Jepang—pertama kali dideklarasikan di Parlemen Jepang (Diet) oleh PM Eisaku Sato pada 1967. Sejak saat itu, prinsip ini menjadi kredo nasional bagi negara pasifis tersebut.

Baca Juga :  Warga Gianyar Temukan Kepala Manusia di Muara Sungai Wos, Diduga Korban Mutilasi

Bahkan, strategi keamanan nasional yang Kabinet setujui pada 2022 menyatakan secara eksplisit: “Kebijakan dasar untuk mematuhi Tiga Prinsip Non-Nuklir akan tetap tidak berubah di masa depan.”

Rencana Revisi Takaichi

Namun, laporan media Jepang baru-baru ini mengungkap rencana berbeda. Sumber pemerintah menyebutkan bahwa pemerintahan Takaichi sedang bersiap merevisi dokumen keamanan nasional utama pada akhir 2026.

Dalam proses itu, Takaichi kabarnya sedang mempertimbangkan untuk meninjau ulang prinsip ketiga: larangan masuknya senjata nuklir ke wilayah Jepang. Langkah ini diduga bertujuan untuk memungkinkan Amerika Serikat menempatkan atau membawa aset nuklirnya ke pangkalan-pangkalan di Jepang, sebuah perubahan yang memicu keraguan dan kekhawatiran kuat di dalam negeri.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Skandal Napi Ngopi di Kendari, Pejabat Rutan Dicopot
Berkas Kasus Ijazah Jokowi Dikirim ke Kejati, 5 Tersangka Lanjut Proses Hukum
Serbu Promo Ancol, Masuk Cuma Rp120 Ribu per Mobil Tanpa Batas Penumpang
Karyawan Minimarket Bobol Brankas Rp52 Juta, Habis 3 Jam untuk Judi Online
Starmer Tegur Raksasa Teknologi: Situasi Ini Tidak Boleh Berlanjut Demi Keamanan Anak
Efek Dominan AI: Snap Inc. Pangkas 1.000 Karyawan guna Kejar Profitabilitas
Polisi Tangkap Mantan Suami Pembunuh Wanita di Pondok Pakulonan Serpong
Masa Depan Kendaraan Listrik di Indonesia: Infrastruktur vs Kesiapan Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 20:32 WIB

Skandal Napi Ngopi di Kendari, Pejabat Rutan Dicopot

Jumat, 17 April 2026 - 20:04 WIB

Berkas Kasus Ijazah Jokowi Dikirim ke Kejati, 5 Tersangka Lanjut Proses Hukum

Jumat, 17 April 2026 - 19:44 WIB

Serbu Promo Ancol, Masuk Cuma Rp120 Ribu per Mobil Tanpa Batas Penumpang

Jumat, 17 April 2026 - 19:24 WIB

Karyawan Minimarket Bobol Brankas Rp52 Juta, Habis 3 Jam untuk Judi Online

Jumat, 17 April 2026 - 18:24 WIB

Starmer Tegur Raksasa Teknologi: Situasi Ini Tidak Boleh Berlanjut Demi Keamanan Anak

Berita Terbaru

Kepala Rutan Kendari Diperiksa, Imbas Video Napi Ngopi. (Posnews/Ist)

HUKRIM

Skandal Napi Ngopi di Kendari, Pejabat Rutan Dicopot

Jumat, 17 Apr 2026 - 20:32 WIB