Gubernur Hiroshima dan Walikota Nagasaki Bersatu Lawan Rencana Nuklir PM Takaichi

Rabu, 19 November 2025 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, Navigasi di tengah krisis. Pemerintah PM Sanae Takaichi merencanakan pengiriman delegasi perusahaan raksasa ke Rusia guna mengamankan pasokan energi nasional, saat blokade Selat Hormuz mengancam ketahanan industri Jepang di tahun 2026. Dok: Istimewa.

Foto, Navigasi di tengah krisis. Pemerintah PM Sanae Takaichi merencanakan pengiriman delegasi perusahaan raksasa ke Rusia guna mengamankan pasokan energi nasional, saat blokade Selat Hormuz mengancam ketahanan industri Jepang di tahun 2026. Dok: Istimewa.

NAGASAKI, POSNEWS.CO.ID – Gelombang penentangan terhadap rencana kontroversial Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, terus membesar. Pada Selasa (18/11/2025), Gubernur Prefektur Hiroshima dan Walikota Nagasaki secara terbuka menyuarakan penolakan keras mereka terhadap upaya revisi Tiga Prinsip Non-Nuklir.

Langkah ini menyusul kekhawatiran serupa yang sebelumnya disampaikan oleh gubernur Okinawa dan Nagasaki sehari sebelumnya. Para pemimpin daerah ini mewakili wilayah-wilayah yang paling terdampak oleh perang dan kehadiran militer.

Suara dari Kota Bom Atom

Gubernur Hiroshima, Hidehiko Yuzaki, menegaskan posisi moral kotanya dalam sebuah konferensi pers.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hiroshima adalah kota pertama dalam sejarah manusia yang terkena bom atom. Oleh karena itu, Tiga Prinsip Non-Nuklir yang sudah lama ada harus kita junjung tinggi,” tegas Yuzaki.

Baca Juga :  Pemerintahan Trump Luncurkan Dua Investigasi Baru Terhadap Harvard

Lebih lanjut, Yuzaki menyatakan bahwa menggantungkan keamanan pada senjata nuklir adalah tindakan berbahaya. Sebaliknya, pemerintah seharusnya berjuang mencari jalan keluar dari penangkalan nuklir (nuclear deterrence), bukan malah memperdalamnya.

Senada dengan Yuzaki, Walikota Nagasaki, Shiro Suzuki, juga memperingatkan pers. Menurutnya, upaya Takaichi untuk merevisi prinsip tersebut akan mengintensifkan ketergantungan Jepang pada senjata nuklir.

“Prinsip-prinsip ini telah lama masyarakat anggap sebagai kebijakan nasional. Maka, sangat penting untuk menuntut dengan kuat agar pemerintah mematuhinya,” ujar Suzuki.

Sejarah Tiga Prinsip Non-Nuklir

Tiga Prinsip Non-Nuklir—tidak memiliki, tidak memproduksi, dan tidak mengizinkan senjata nuklir masuk ke wilayah Jepang—pertama kali dideklarasikan di Parlemen Jepang (Diet) oleh PM Eisaku Sato pada 1967. Sejak saat itu, prinsip ini menjadi kredo nasional bagi negara pasifis tersebut.

Baca Juga :  Heboh di Dumai, 56 PMI Nyaris Dikirim Ilegal ke Malaysia - 7 WNA Diamankan

Bahkan, strategi keamanan nasional yang Kabinet setujui pada 2022 menyatakan secara eksplisit: “Kebijakan dasar untuk mematuhi Tiga Prinsip Non-Nuklir akan tetap tidak berubah di masa depan.”

Rencana Revisi Takaichi

Namun, laporan media Jepang baru-baru ini mengungkap rencana berbeda. Sumber pemerintah menyebutkan bahwa pemerintahan Takaichi sedang bersiap merevisi dokumen keamanan nasional utama pada akhir 2026.

Dalam proses itu, Takaichi kabarnya sedang mempertimbangkan untuk meninjau ulang prinsip ketiga: larangan masuknya senjata nuklir ke wilayah Jepang. Langkah ini diduga bertujuan untuk memungkinkan Amerika Serikat menempatkan atau membawa aset nuklirnya ke pangkalan-pangkalan di Jepang, sebuah perubahan yang memicu keraguan dan kekhawatiran kuat di dalam negeri.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Demokrat Berjanji Batasi Kebijakan Trump Pasca Kemenangan
Partai Demokrat Kuasai Majelis Kongres dan Kalahkan Republik
Jepang Pertimbangkan Bantuan Untuk Mahkamah Internasional
Donald Trump Puji Kemenangan Demokrat dan Salahkan Perang
Partai Demokrat Kuasai Kongres Amerika Serikat, Hentikan Agenda
Pasukan Rusia Bom Sekolah Di Zaporizhzhia, 24 Tewas
Pemerintah Inggris Gandakan Waktu Tunggu Izin Tinggal
Donald Trump Fokus Renovasi Kolam Menjelang Pemilu

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12 WIB

Demokrat Berjanji Batasi Kebijakan Trump Pasca Kemenangan

Jumat, 6 November 2026 - 09:40 WIB

Partai Demokrat Kuasai Majelis Kongres dan Kalahkan Republik

Jumat, 6 November 2026 - 09:05 WIB

Jepang Pertimbangkan Bantuan Untuk Mahkamah Internasional

Jumat, 6 November 2026 - 08:30 WIB

Donald Trump Puji Kemenangan Demokrat dan Salahkan Perang

Jumat, 6 November 2026 - 07:26 WIB

Partai Demokrat Kuasai Kongres Amerika Serikat, Hentikan Agenda

Berita Terbaru