Starmer Tegur Raksasa Teknologi: Situasi Ini Tidak Boleh Berlanjut Demi Keamanan Anak

Jumat, 17 April 2026 - 18:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Koalisi Eropa bersatu. Pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, dan Ukraina membahas langkah darurat untuk memproduksi sistem penangkis rudal hipersonik Rusia. Dok: Istimewa.

Koalisi Eropa bersatu. Pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, dan Ukraina membahas langkah darurat untuk memproduksi sistem penangkis rudal hipersonik Rusia. Dok: Istimewa.

LONDON, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyampaikan peringatan keras kepada para pemimpin perusahaan teknologi global. Starmer menegaskan bahwa pola operasional media sosial saat ini harus berubah secara fundamental guna melindungi generasi muda.

Starmer memanggil tokoh-tokoh senior dari Meta, TikTok, Google, pemilik Snapchat, dan X ke kantornya pada Kamis pagi. Pertemuan ini menjadi krusial saat pemerintah mempertimbangkan pembatasan akses internet yang sangat ketat bagi anak-anak.

Ancaman Risiko dan Perlindungan Anak

Dalam pertemuan tersebut, Starmer secara eksplisit menyatakan kegelisahannya terhadap dampak digital bagi anak-anak. Menurutnya, media sosial saat ini menempatkan anak-anak pada risiko yang tidak dapat diterima.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Situasi ini tidak boleh berlanjut. Hal ini harus berubah karena media sosial membahayakan anak-anak kita,” tegas Starmer kepada para eksekutif teknologi. Ia berpendapat bahwa dunia yang melindungi anak—meskipun melalui pembatasan akses—jauh lebih baik daripada dunia yang membiarkan bahaya sebagai harga partisipasi digital.

Opsi Larangan Gaya Australia dan Konsultasi Publik

Pemerintah Inggris kini sedang melakukan konsultasi intensif mengenai batas usia pengguna media sosial. Salah satu opsi utama yang muncul adalah penerapan larangan gaya Australia bagi remaja di bawah 16 tahun. Saat ini, mayoritas aplikasi populer hanya menetapkan batas usia minimal 13 tahun bagi pengguna di Inggris.

Baca Juga :  Mengapa Raja Eropa Rela Bangkrut Demi Porselen China?

Selain pembatasan usia, pemerintah juga mengincar fitur-aplikasi yang memicu kecanduan. Fitur infinite scrolling atau gulir tanpa batas menjadi salah satu target regulasi. Starmer menuntut adanya “perubahan dunia nyata” guna memastikan platform digital benar-benar aman bagi anak-anak. Meskipun sebelumnya sempat skeptis, Starmer kini tampak lebih terbuka terhadap ide larangan total tersebut.

Tekanan Politik dan Penolakan Amandemen

Posisi Starmer semakin terjepit oleh desakan dari internal partainya sendiri. Lebih dari 60 anggota parlemen baru-baru ini menandatangani surat yang mendesak pemberlakuan larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun. Banyak pihak memprediksi Starmer akan meresmikan kebijakan ini setelah proses konsultasi selesai pada musim panas mendatang.

Di sisi lain, anggota parlemen (MP) baru saja menolak usulan amandemen dari House of Lords mengenai gerbang usia pada aplikasi. Pemerintah melalui Menteri Pendidikan Anak Usia Dini, Olivia Bailey, menyatakan bahwa konsultasi adalah jalan terbaik. “Konsultasi memungkinkan kami menangani berbagai layanan dan fitur secara lebih luas daripada sekadar amandemen yang sempit,” ujar Bailey di hadapan parlemen.

Baca Juga :  Aparat Tangkap Otak Perampasan Senjata di Tembagapura, 2 Tewas Serangan Brutal KKB

Penguatan Ofcom dan Penunjukan Ian Cheshire

Otoritas London juga terus menekan Ofcom selaku regulator komunikasi nasional. Ofcom memegang mandat utama dalam mengimplementasikan Undang-Undang Keamanan Online (Online Safety Act). Tahun lalu, Sekretaris Teknologi Liz Kendall memperingatkan bahwa badan pengawas tersebut berisiko kehilangan kepercayaan publik jika gagal mengatasi bahaya daring secara sistemik.

Guna memperkuat taji regulator, pemerintah menunjuk Ian Cheshire sebagai ketua baru Ofcom bulan ini. Cheshire, yang merupakan mantan pimpinan Channel 4, diharapkan mampu memimpin penertiban platform media sosial dengan lebih agresif. Hingga saat ini, pihak Google menolak berkomentar mengenai pertemuan di Downing Street tersebut, sementara Meta dan TikTok masih dalam proses konfirmasi.

Menanti Keputusan Musim Panas

Masa depan kedaulatan digital anak-anak di Inggris kini bergantung pada hasil konsultasi pemerintah beberapa bulan ke depan. Pada akhirnya, Starmer harus membuktikan bahwa ia mampu menyeimbangkan inovasi teknologi dengan tanggung jawab moral terhadap warganya.

Dunia internasional kini memantau apakah Inggris akan benar-benar mengikuti jejak Australia dalam menutup pintu media sosial bagi remaja. Di tahun 2026 yang penuh disrupsi informasi, ketegasan regulasi menjadi variabel kunci guna menjamin kesehatan mental generasi masa depan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia
Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America
Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang
Bos Nvidia Jensen Huang Desak Masyarakat Cepat Adaptasi

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:17 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:21 WIB

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:01 WIB

Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America

Berita Terbaru

Sinergi Tokyo-Washington di G7. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menggelar pertemuan bilateral singkat bersama Presiden AS Donald Trump untuk membahas isu Timur Tengah dan tarif dagang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Jun 2026 - 15:17 WIB

Penderitaan di bawah kuasa geng. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengunjungi Haiti guna menyaksikan langsung krisis kemanusiaan dan pengungsian massal akibat dominasi geng Viv Ansanm. Dok: (AP Photo/Danica Coto)

INTERNASIONAL

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Jun 2026 - 14:48 WIB

Ketegangan di perairan internasional. Sebuah kapal fregat militer Rusia melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal pesiar berbendera Inggris di Selat Inggris. Dok: (AP Photo, File)

INTERNASIONAL

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Jun 2026 - 13:31 WIB

Hubungan sekutu yang retak. Presiden Donald Trump mengecam keras Benjamin Netanyahu karena rencana pengeboman Beirut mengancam kelangsungan rencana damai dengan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Rabu, 17 Jun 2026 - 12:21 WIB