Viral di TikTok, Muhammadiyah Desak Negara Tindak Tegas Biro Jasa Nikah Siri

Sabtu, 22 November 2025 - 13:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Nikah Siri. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Nikah Siri. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID Viral jasa nikah siri di TikTok, Pimpinan Pusat Muhammadiyah akhirnya angkat bicara. Mereka meminta kegiatan tersebut harus ditindak karena dijadikan objek bisnis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal, menegaskan negara harus segera turun tangan dan menindak tegas biro jasa yang mengubah nikah siri menjadi komoditas bisnis.

Menurut Muhammadiyah, setiap pasangan wajib mencatatkan perkawinan agar memiliki kepastian hukum. Selain itu, Fathurrahman menekankan, penetapan hukum berdasarkan kemaslahatan menjadi prinsip utama dalam hukum Islam.

Bagi warga Muhammadiyah, mencatatkan perkawinan hukumnya wajib. Hal ini sejalan dengan Kepribadian Muhammadiyah hasil Muktamar ke-35, yang menegaskan ketaatan pada hukum dan undang-undang negara,” ujar Fathurrahman kepada wartawan, Sabtu (22/11/2025).

Baca Juga :  BPIH 2026 Turun Rp1 Juta, Pemerintah Janjikan Pelayanan Haji Lebih Efisien

Fathurrahman menilai unggahan jasa nikah siri di TikTok mengeksploitasi agama untuk kepentingan bisnis dan politik. Menurutnya, praktik ini menjauhkan masyarakat dari spirit beragama yang menyejukkan.

“Agama dieksploitasi demi kepentingan duniawi, sehingga masyarakat kehilangan ruh autentik beragama yang menyejukkan,” tegasnya.

Muhammadiyah Desak Negara Bertindak

Selain itu, Muhammadiyah menuntut penegakan aturan yang mewajibkan setiap warga mencatatkan pernikahan ke negara, lengkap dengan sanksi bagi yang melanggar.

Baca Juga :  Muhadjir Effendy: Perbedaan 1 Syawal 1447 H Itu Wajar, Umat Tetap Bersatu

“Negara harus menindak tegas biro jasa pernikahan siri agar praktik ilegal ini tidak merugikan masyarakat,” imbuhnya.

Fathurrahman juga meminta pemerintah menggelar edukasi pranikah secara masif. Ia menekankan publikasi tentang dampak negatif nikah siri, serta penyederhanaan proses pencatatan perkawinan, bahkan dengan gratis biaya pencatatan.

Sebelumnya, jagat TikTok dihebohkan video promosi jasa nikah siri di Jakarta Timur.

Video tersebut menawarkan paket nikah cepat tanpa ribet gedung, restoran, maupun administrasi, dan telah ditonton lebih dari 250 ribu kali, memicu kegaduhan publik dan respons keras dari Muhammadiyah. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Taiwan Luncurkan Situs Pelaporan Intelijen
Dedi Mulyadi dan AM Hendropriyono Bahas Revitalisasi Wayang, Soroti Moral Bangsa
Pelacakan Kontak Ebola di Kamp Pengungsian Kongo
Laporan Lowy Institute Ungkap Skenario Perang Digital
Pasukan Khusus Inggris Sasar Pendanaan Perang Putin
Donald Trump Hubungi Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskyy
Pengunjuk Rasa Gempur Polisi Jelang Pembukaan KTT G7
Ulang Tahun ke-80: Donald Trump Gelar Pertarungan UFC

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:14 WIB

Taiwan Luncurkan Situs Pelaporan Intelijen

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:13 WIB

Dedi Mulyadi dan AM Hendropriyono Bahas Revitalisasi Wayang, Soroti Moral Bangsa

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:51 WIB

Pelacakan Kontak Ebola di Kamp Pengungsian Kongo

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:45 WIB

Laporan Lowy Institute Ungkap Skenario Perang Digital

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:08 WIB

Pasukan Khusus Inggris Sasar Pendanaan Perang Putin

Berita Terbaru

Ilustasi, Taktik baru perang informasi. Biro Keamanan Nasional Taiwan meluncurkan situs pelaporan khusus guna memikat warga Tiongkok yang kecewa pada sistem pemerintahan Beijing. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Taiwan Luncurkan Situs Pelaporan Intelijen

Selasa, 16 Jun 2026 - 18:14 WIB

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pelacakan Kontak Ebola di Kamp Pengungsian Kongo

Selasa, 16 Jun 2026 - 14:51 WIB