Estetika Underconsumption Core: Hidup Hemat yang Dibalut Gaya

Minggu, 23 November 2025 - 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Baju bekas dan kosmetik habis kini jadi tren? Selamat datang di era

Baju bekas dan kosmetik habis kini jadi tren? Selamat datang di era "Underconsumption Core". Simak bagaimana gaya hidup hemat berubah menjadi estetika yang keren. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Media sosial biasanya menjadi etalase kemewahan yang menyilaukan mata. Kita sering melihat influencer memamerkan tumpukan paket belanjaan baru setiap harinya. Namun, tren tersebut kini mulai bergeser ke arah yang berlawanan.

Muncul sebuah estetika baru bernama “Underconsumption Core”. Seketika, video-video yang menampilkan barang usang menjadi viral di TikTok dan Instagram.

Orang-orang dengan bangga menunjukkan sepatu butut yang masih layak pakai. Bahkan, mereka memamerkan kosmetik yang mereka keruk sampai tetes terakhir atau baju bekas hasil thrifting. Hidup hemat mendadak terlihat sangat modis.

Antitesis Budaya “Haul” dan “Unboxing”

Tren ini hadir sebagai antitesis keras terhadap budaya haul dan unboxing. Dulu, netizen berlomba-lomba memamerkan seberapa banyak barang yang sanggup mereka beli.

Kini, mereka justru berlomba memamerkan seberapa awet barang yang mereka miliki. Nilai-nilai lama tentang gengsi dan pemborosan mulai luntur perlahan.

Baca Juga :  BNPB Pastikan Operasi SAR Tetap Belanjut Cari Korban Bencana di Aceh, Sumut, Sumbar

Sebaliknya, gaya hidup minimalis dan fungsional mengambil alih panggung utama. Mereka merayakan penggunaan barang hingga benar-benar rusak. Mereka menolak membuang benda hanya demi mengejar tren sesaat yang cepat berlalu.

Peduli Bumi atau Dompet Menjerit?

Pertanyaan besar pun muncul di benak pengamat sosial. Apakah tren ini murni lahir karena kesadaran lingkungan (sustainability)? Atau, ini hanyalah strategi rebranding cerdas dari keterbatasan ekonomi?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Faktanya, inflasi global membuat harga barang kebutuhan melonjak tajam. Oleh sebab itu, banyak orang terpaksa mengencangkan ikat pinggang.

Maka, mereka mengemas konsep “irit” menjadi sebuah estetika yang keren agar tidak terlihat menyedihkan. Istilah lawas “make do and mend” (perbaiki dan gunakan lagi) kini mendapat wajah baru yang lebih stylish dan diterima secara sosial.

Ancaman Nyata Bagi Fast Fashion

Di sisi lain, tren ini membawa kabar buruk bagi industri fast fashion. Merek-merek besar menggantungkan hidup dari siklus tren yang berganti setiap minggu.

Baca Juga :  Inggris Kembali Gabung Erasmus+, Pelajar Bisa Kuliah Gratis di Eropa

Jika konsumen berhenti membeli baju baru secara impulsif, keuntungan perusahaan pasti tergerus. “Underconsumption Core” mengajarkan kita untuk merasa cukup dengan apa yang ada.

Akibatnya, keinginan belanja yang tidak perlu menjadi berkurang drastis. Hal ini merupakan ancaman nyata bagi mesin kapitalisme yang menuntut pertumbuhan konsumsi tanpa henti.

Respons Cerdas Terhadap Inflasi

Pada akhirnya, tren ini menormalisasi gaya hidup secukupnya. Kita merespons inflasi yang mencekik dengan cara yang cerdas dan tetap estetis.

Hidup hemat bukan lagi sesuatu yang memalukan atau tanda kekurangan. Justru, itu adalah pilihan gaya hidup bijak. Kita kembali menghargai nilai guna sebuah barang, bukan sekadar label harga yang menempel padanya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci
Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi
Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas
Parkiran Minimarket Jadi Lokasi Transaksi, 18 Kg Ganja Disita Polisi di Duri Kepa
ABK Mengaku Tak Tahu Muatan Narkoba, Pigai: Hukuman Mati Tak Sejalan HAM
Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas
Menko Polkam Atensi Keamanan Papua, Negara Tak Mundur Hadapi Teror Bandara
Ditangkap Saat Sahur, Begal Modus Fitnah Pelecehan Ternyata Sudah 4 Kali Beraksi

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 18:48 WIB

Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci

Sabtu, 21 Februari 2026 - 17:45 WIB

Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:40 WIB

Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:10 WIB

Parkiran Minimarket Jadi Lokasi Transaksi, 18 Kg Ganja Disita Polisi di Duri Kepa

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:57 WIB

ABK Mengaku Tak Tahu Muatan Narkoba, Pigai: Hukuman Mati Tak Sejalan HAM

Berita Terbaru

Ilustrasi, Kembali ke alam. Tren busana Muslim tahun 2026 mengusung konsep kesederhanaan yang elegan melalui sentuhan warna bumi dan siluet minimalis yang mengutamakan kenyamanan fungsional. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi

Sabtu, 21 Feb 2026 - 17:45 WIB

Ilustrasi, Pahlawan di balik kesunyian Maghrib. Saat mayoritas warga berkumpul di meja makan, sebagian orang justru harus teguh berdiri di garis depan demi pelayanan dan kemanusiaan. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas

Sabtu, 21 Feb 2026 - 16:40 WIB