Kurir Ekstasi Kecelakaan di Tol Bakauheni, Ajak Istri Jemput 207 Ribu Butir Barang Haram

Rabu, 26 November 2025 - 14:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mobil Nissan X-Trail yang dikendarai kurir ekstasi saat kecelakaan di Tol Bakauheni. (Posnews)

Mobil Nissan X-Trail yang dikendarai kurir ekstasi saat kecelakaan di Tol Bakauheni. (Posnews)

JAKARTA. POSNEWS.CO.ID – Direktorat Tindak Pidana (Dit Tipid) Narkoba Bareskrim Polri terus melakukan pendalaman kasus kurir narkoba yang kecelakaan membawa 207.529 butir ekstasi di Tol BakauheniTerbanggi Besar, Lampung.

Sebelum kecelakaan terjadi, kurir Muhamad Raffi (42) ternyata mengajak istrinya, RR mengambil paket narkoba tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wadir Tipid Narkoba Bareskrim Polri Kombes Sunario mengungkap, perjalanan itu bermula ketika Raffi berangkat dari Tangerang menuju Palembang, Sumatera Selatan.

Dia berangkat bersama istrinya dan menginap di salah satu hotel di Palembang,” kata Sunario, Rabu (26/11/2025).

Baca Juga :  Mike Tyson vs Floyd Mayweather Jr: Duel Legenda Tinju Dunia Digelar 2026

Menurut Sunario, Raffi bertindak atas perintah seseorang berinisial U, yang kini masih buron. Setibanya di Palembang, Raffi mendapat petunjuk untuk mengambil barang haram itu.

Setelah sampai, ada orang yang mengantar ke hotel. Saat itu MR dan istrinya sedang makan siang di lokasi tersebut,” ujarnya.

Raffi kemudian memindahkan ribuan ekstasi dari mobil Daihatsu Terios yang sengaja ditinggal tanpa dikunci ke mobil Nissan X-Trail.

Istrinya sempat bertanya soal isi barang tersebut, namun Raffi berkelit bahwa itu hanya titipan teman. Bahkan RR sempat minta diantar ke Bandara Palembang untuk terbang ke Medan.

Baca Juga :  Mayat Dalam Koper di Brebes, Pelaku Pembunuhan Lansia Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Setelah menurunkan istrinya di bandara, Raffi kembali ke hotel dan bersiap membawa ekstasi ke Jakarta. Ironisnya, sebelum berangkat, MR mengisap sabu terlebih dahulu.

Dalam perjalanan menuju Jakarta pada Kamis (20/11/2025), mobil Raffi kehabisan bensin. Ia akhirnya meminta bantuan petugas tol. Tak lama kemudian, sekitar pukul 05.40 pagi, kecelakaan terjadi. Raffi diduga kelelahan, hingga terjepit di dalam mobil.

Awalnya tersangka menggunakan sabu, dan kemungkinan sudah sangat kelelahan karena kecelakaan terjadi pukul 5 subuh,” jelas Sunario. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menag Nasaruddin Umar Sebut Indonesia Punya Masa Depan Cerah di Bawah Prabowo
Tim Sembilan Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah, Dokumen TPPU Disita
Prabowo Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, 100 Ribu Jemaah Bersatu
KemenHAM Dialog dengan Warga Batunya dan Sidatapa Usai Tragedi Main Hakim Sendiri
Isu Aksi Besar Agustus 2026 Ramai, Polda Metro Bentuk Tim Preventive Strike
Mall Jakarta dan Surabaya Ramai-Ramai Pasang Pagar Tinggi, APPBI Ungkap Alasannya
Polisi Dalami Jejak Digital Sutrimo yang Tewas di Klinik Kebayoran Baru
769 Kasus Terungkap, Kriminalitas Jakarta Masih Mengkhawatirkan

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Menag Nasaruddin Umar Sebut Indonesia Punya Masa Depan Cerah di Bawah Prabowo

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:29 WIB

Tim Sembilan Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah, Dokumen TPPU Disita

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:10 WIB

Prabowo Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, 100 Ribu Jemaah Bersatu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:55 WIB

KemenHAM Dialog dengan Warga Batunya dan Sidatapa Usai Tragedi Main Hakim Sendiri

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:08 WIB

Isu Aksi Besar Agustus 2026 Ramai, Polda Metro Bentuk Tim Preventive Strike

Berita Terbaru

Krisis imigrasi terbesar Afrika-Eropa. Spanyol berhasil memulangkan puluhan ribu migran dari Ceuta di tengah ketegangan diplomatik Uni Eropa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Spanyol Pulangkan 50 Ribu Migran dan Italia Bekukan Schengen

Minggu, 2 Agu 2026 - 08:00 WIB

Pembelaan aturan digital anak. Pemerintah Australia mempertahankan kebijakan larangan media sosial anak di bawah 16 tahun meskipun delapan dari ten remaja masih aktif menggunakannya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pemerintah Australia Bela Aturan di Tengah Pelanggaran

Minggu, 2 Agu 2026 - 07:00 WIB