Trump Lirik Greenland, NATO di Ambang Perpecahan?

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sinyal kedaulatan. Pembukaan konsulat Kanada dan Prancis di ibu kota Greenland menjadi bentuk solidaritas sekutu dalam menentang ambisi Amerika Serikat untuk menguasai pulau strategis tersebut. Dok: Istimewa.

Sinyal kedaulatan. Pembukaan konsulat Kanada dan Prancis di ibu kota Greenland menjadi bentuk solidaritas sekutu dalam menentang ambisi Amerika Serikat untuk menguasai pulau strategis tersebut. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Ambisi Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menguasai Greenland kini bukan sekadar wacana bisnis properti. Pada hari Selasa, Gedung Putih secara resmi menyatakan bahwa presiden sedang menimbang “berbagai opsi” untuk mengakuisisi wilayah tersebut. Lebih mengejutkan lagi, pernyataan itu menegaskan bahwa penggunaan kekuatan militer AS adalah “selalu menjadi opsi”.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan pesan tersebut dengan lugas. Ia menyebut akuisisi Greenland sebagai prioritas keamanan nasional AS yang vital untuk menangkal musuh di Arktik.

“Presiden dan timnya sedang mendiskusikan berbagai opsi untuk mengejar tujuan kebijakan luar negeri ini,” tegas Leavitt. “Tentu saja, memanfaatkan militer AS selalu menjadi opsi yang tersedia bagi panglima tertinggi.”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Eropa Pasang Badan

Pernyataan provokatif ini sontak memicu reaksi keras di seberang Atlantik. Para pemimpin kekuatan utama Eropa tidak tinggal diam. Oleh sebab itu, Prancis, Jerman, dan Inggris segera merilis pernyataan bersama dengan Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen.

Baca Juga :  Penembakan di Pesta Pemuda Oklahoma Lukai Sedikitnya 12 Orang

Mereka mendesak AS untuk menghormati kedaulatan sekutunya. Pernyataan itu menekankan bahwa keamanan Arktik adalah prioritas utama NATO, aliansi pertahanan yang ironisnya mencakup AS dan Greenland.

“Greenland adalah milik rakyatnya,” bunyi pernyataan tegas tersebut. “Hanya Denmark dan Greenland yang berhak memutuskan masalah mengenai wilayah mereka.”

PM Inggris Keir Starmer bahkan melontarkan pertanyaan menohok di Paris. Ia mempertanyakan nilai komitmen pertahanan AS terhadap Ukraina jika di saat yang sama Washington berencana mencaplok wilayah sesama anggota NATO.

Mitos Pengaruh China

Pemerintah Greenland bergerak cepat merespons isu ini. Mereka meminta pertemuan “mendesak” dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Løkke Rasmussen, ingin meluruskan klaim Trump yang ia anggap keliru.

Trump sebelumnya menuding bahwa China memiliki pengaruh besar di Greenland melalui investasi dan kapal perang. Namun, Rasmussen membantah keras hal itu.

“Kami tidak berbagi gambaran bahwa Greenland penuh dengan investasi China,” ujar Rasmussen kepada penyiar publik DR. Ia juga menegaskan tidak ada kapal perang China yang hilir mudik di perairan tersebut.

Efek Domino Venezuela

Ketegangan ini meningkat tajam hanya beberapa hari setelah operasi militer AS di Venezuela yang berhasil menangkap Presiden Nicolás Maduro. Keberhasilan operasi senyap itu tampaknya mengubah nada bicara Washington menjadi lebih agresif.

Baca Juga :  Banjir Jakarta Paksa 1.137 Warga Mengungsi, Terbanyak di Semper Barat - Genangan 35 Cm

Stephen Miller, wakil kepala staf Gedung Putih, bahkan menyarankan dalam wawancara CNN bahwa Denmark tidak punya hak atas wilayah Arktik tersebut. Ia juga mengklaim intervensi militer tidak akan menemui perlawanan. Alasannya, “tidak ada yang akan melawan Amerika Serikat secara militer demi masa depan Greenland”.

Politik Domestik Terbelah

Di Washington, isu ini memecah belah Kongres. Pemimpin Mayoritas Senat John Thune dari Partai Republik berusaha meredam situasi. Ia menyebut ide aksi militer itu “bukan sesuatu yang orang pertimbangkan secara serius”.

Sebaliknya, kubu Demokrat menanggapi ancaman ini dengan alarm tanda bahaya. Senator Ruben Gallego dari Arizona telah mengajukan undang-undang untuk melarang penggunaan dana bagi kekuatan militer melawan Greenland.

“Dia (Trump) tidak akan berpikir dua kali untuk menempatkan pasukan kita dalam bahaya jika itu membuatnya merasa besar dan kuat,” tulis Gallego di X. “Militer AS bukanlah mainan.”

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Brazil Lula da Silva Peringatkan Donald Trump
Trump Tunda Sidang Konfirmasi Jay Clayton di Tengah Krisis
Trump Sebut Xi Jinping dan Vladimir Putin Bersikap Netral
Rusia Hantam Ibu Kota Ukraina dengan Rudal Balistik
Serangan Militer Israel Tewaskan Seribu Warga Gaza
Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi
Amerika Serikat dan Iran Rilis Dokumen Damai Sementara
Trump Sebut Sanae Takaichi Pendukung Setianya

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:25 WIB

Presiden Brazil Lula da Silva Peringatkan Donald Trump

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:19 WIB

Trump Tunda Sidang Konfirmasi Jay Clayton di Tengah Krisis

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:51 WIB

Trump Sebut Xi Jinping dan Vladimir Putin Bersikap Netral

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:13 WIB

Rusia Hantam Ibu Kota Ukraina dengan Rudal Balistik

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:07 WIB

Serangan Militer Israel Tewaskan Seribu Warga Gaza

Berita Terbaru

Ketegangan diplomatik di Amerika Selatan. Presiden Brazil Lula da Silva memperingatkan mitranya Donald Trump agar tidak mencampuri urusan pemilihan umum mendatang di negaranya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Presiden Brazil Lula da Silva Peringatkan Donald Trump

Kamis, 18 Jun 2026 - 14:25 WIB