Australia-Jepang Perkuat Poros Pertahanan: Dari Kapal Perang Mogami hingga Misi AUKUS

Sabtu, 6 Desember 2025 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Luka lama yang menganga kembali. Kematian Mohamed al-Mousawi di RS Militer Bahrain memicu kecaman internasional dan tuduhan penyiksaan, mengungkap eskalasi tindakan keras pemerintah terhadap oposisi di tengah gempuran rudal Iran tahun 2026. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Luka lama yang menganga kembali. Kematian Mohamed al-Mousawi di RS Militer Bahrain memicu kecaman internasional dan tuduhan penyiksaan, mengungkap eskalasi tindakan keras pemerintah terhadap oposisi di tengah gempuran rudal Iran tahun 2026. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, memulai kunjungan strategis ke Jepang pada Sabtu (06/12/2025). Ia dijadwalkan bertemu langsung dengan rekan sejawatnya, Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi.

Kunjungan ini membawa misi diplomatik yang mendesak. Tujuannya, memperdalam hubungan pertahanan di tengah situasi geopolitik kawasan yang kian memanas. Australia ingin bergerak cepat merangkul pemerintahan baru Perdana Menteri Sanae Takaichi.

Pejabat Australia menegaskan kesamaan visi kedua negara. Menurutnya, Tokyo dan Canberra memiliki ambisi strategis yang selaras untuk merespons tantangan global yang semakin kompleks.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hubungan kami dengan Jepang terus tumbuh semakin kuat,” ujar Marles dalam pernyataan resminya sebelum keberangkatan.

Kontrak Kapal Perang Bersejarah

Agenda utama pertemuan ini menyoroti kerja sama industri pertahanan yang masif. Sebelumnya, pada Agustus lalu, Australia telah memberikan kontrak fantastis senilai A$10 miliar (sekitar $6,5 miliar) kepada Mitsubishi Heavy Industries.

Baca Juga :  Amerika Serikat Resmi Blokade Selat Hormuz guna Tekan Harga Bensin dan Nuklir Iran

Raksasa industri Jepang itu mendapat mandat untuk membangun fregat kelas Mogami bagi Angkatan Laut Australia. Faktanya, kesepakatan ini menandai penjualan pertahanan paling konsekuensial bagi Tokyo sejak mereka mencabut larangan ekspor militer pada 2014.

Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa Jepang mulai menjauh dari doktrin pasifisme pasca-perang. Rencananya, Marles akan mengunjungi langsung galangan kapal perusahaan tersebut di Nagasaki, Jepang selatan.

Mengamankan Rute Dagang dari China

Australia memiliki alasan strategis di balik pembelian armada ini. Mereka berencana mengerahkan fregat canggih tersebut untuk melindungi rute perdagangan maritim yang vital.

Selain itu, kapal-kapal ini akan menjaga pendekatan utara Australia di Samudra Hindia dan Pasifik. Pasalnya, jejak militer China di kawasan tersebut terus meluas secara agresif.

Koizumi menyambut baik kunjungan ini. “Kami berencana mengadakan diskusi konkret untuk kemajuan lebih lanjut dalam kerja sama pertahanan Jepang-Australia,” katanya dalam konferensi pers.

Baca Juga :  Brimob Polda Metro Jaya Raih 12 Medali di Dankobrimob Taekwondo Championship 2025

Kunjungan ini terjadi di momen yang sensitif. Hubungan Jepang dan China sedang berada di titik nadir diplomatik. Penyebabnya, PM Takaichi baru-baru ini menyatakan bahwa serangan hipotetis China ke Taiwan dapat memicu respons militer dari Tokyo.

Lanjut ke Washington Bahas AUKUS

Setelah menyelesaikan agenda di Tokyo, Marles tidak akan langsung pulang. Selanjutnya, ia dijadwalkan terbang ke Washington minggu depan.

Di sana, ia akan bertemu dengan menteri pertahanan Amerika Serikat dan Inggris. Fokus utamanya adalah membahas kelanjutan kemitraan kapal selam bertenaga nuklir AUKUS.

Pentagon sendiri baru saja menyelesaikan tinjauan proyek tersebut pada Kamis. Hasilnya, pejabat AS menyebut mereka telah menemukan area strategis untuk menempatkan kesepakatan AUKUS pada “pijakan terkuat yang mungkin”.

Pada akhirnya, rangkaian diplomasi pertahanan ini menegaskan posisi Australia. Canberra sedang membangun jaring pengaman berlapis bersama sekutu utamanya, Jepang dan AS, demi menghadapi dinamika keamanan Indo-Pasifik yang tak menentu.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Reuters

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman
CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Pemerintahan Donald Trump
AS, Jepang, dan Korsel Tegaskan Komitmen Dukung Taiwan
Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa
Ukraina Meluncurkan Seribu Drone ke Moskow di Tengah Pemilu
Pejabat Tinggi Houthi Peringatkan Sekutu Arab Saudi
Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI
Pengamat Oposisi Pingsan Saat Polisi Lakukan Penangkapan

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 11:37 WIB

Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman

Rabu, 23 September 2026 - 10:33 WIB

CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Pemerintahan Donald Trump

Rabu, 23 September 2026 - 09:00 WIB

AS, Jepang, dan Korsel Tegaskan Komitmen Dukung Taiwan

Selasa, 22 September 2026 - 09:18 WIB

Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa

Selasa, 22 September 2026 - 07:01 WIB

Ukraina Meluncurkan Seribu Drone ke Moskow di Tengah Pemilu

Berita Terbaru

INTERNASIONAL

Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:37 WIB

CNN, MS NOW, dan Politico resmi menggugat pemerintahan Donald Trump atas pencabutan akses Gedung Putih. Simak detail sengketa hukum dan dampaknya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Pemerintahan Donald Trump

Rabu, 23 Sep 2026 - 10:33 WIB

AS, Jepang, dan Korsel merilis pernyataan bersama jelang KTT Trump-Xi. Simak komitmen keamanan, dukungan Taiwan, dan isu Korea Utara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS, Jepang, dan Korsel Tegaskan Komitmen Dukung Taiwan

Rabu, 23 Sep 2026 - 09:00 WIB

Sony mengembangkan handheld PS6 Project Canis dengan AI PSSR 3.0 dan APU AMD 3nm. Simak rincian bocoran spesifikasi teknisnya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Sony Kembangkan Handheld PS6 Project Canis Berteknologi AI

Rabu, 23 Sep 2026 - 08:00 WIB