Jawab Tuduhan Trump, Zelenskyy Siap Gelar Pemilu Perang dalam 90 Hari: Bantu Kami Amankan TPS!

Rabu, 10 Desember 2025 - 05:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ukraina dan Rusia saling tuduh melancarkan serangan mematikan pada Minggu, sementara Presiden Volodymyr Zelenskyy menyebut Moskow mengancam. Dok: Istimewa.

Ukraina dan Rusia saling tuduh melancarkan serangan mematikan pada Minggu, sementara Presiden Volodymyr Zelenskyy menyebut Moskow mengancam. Dok: Istimewa.

KYIV – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy akhirnya menjawab serangan verbal dari Washington. Ia menegaskan siap menggelar pemilihan umum (pemilu) di tengah berkecamuknya perang, asalkan sekutu Barat memberikan dukungan nyata.

Pernyataan mengejutkan ini muncul pada Selasa malam (09/12/2025). Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menuduh Zelenskyy sengaja menunda pemilu untuk mempertahankan kursi kekuasaan.

Zelenskyy tampak teriritasi dengan intervensi tersebut. “Ini adalah pertanyaan bagi rakyat Ukraina, bukan orang dari negara lain,” sindirnya halus.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, ia berjanji akan mencari jalan keluar. “Karena pertanyaan ini diangkat oleh Presiden AS, saya jawab singkat: Dengar, saya siap untuk pemilu,” tegas Zelenskyy.

Tantangan 60-90 Hari dan Syarat Keamanan

Zelenskyy bahkan memberikan kerangka waktu yang ambisius. Ia menyebut Ukraina bisa siap menggelar pemungutan suara dalam waktu 60 hingga 90 hari ke depan.

Baca Juga :  Bendera One Piece Lebih Diburu Ketimbang Merah Putih di Bekasi Jelang HUT RI

Akan tetapi, ada syarat mutlak yang harus terpenuhi. Ia meminta bantuan langsung dari Amerika Serikat dan mitra Eropa untuk menjamin keamanan proses demokrasi tersebut.

“Saya meminta AS untuk membantu saya memastikan keamanan pemilu,” ujarnya. Menurutnya, ia pribadi memiliki kemauan dan kesiapan penuh untuk menghadapi kotak suara.

Kendala Konstitusi dan Logistik Neraka

Realitas di lapangan tentu jauh lebih rumit daripada retorika politik. Faktanya, konstitusi Ukraina melarang pelaksanaan pemilu saat darurat militer berlaku. Masa jabatan lima tahun Zelenskyy sebenarnya sudah habis pada Mei lalu.

Selain itu, tantangan logistik bagaikan mimpi buruk. Jutaan warga Ukraina kini menjadi pengungsi di luar negeri. Sementara itu, ribuan tentara sedang bertaruh nyawa di parit-parit garis depan. Bagaimana cara mereka memberikan suara dengan aman?

“Masalah kedua adalah bagaimana menyelenggarakannya secara legal di bawah hukum darurat militer,” tambah Zelenskyy. Ia menunggu proposal konkret dari parlemen dan sekutu untuk mengamandemen undang-undang tersebut.

Baca Juga :  Dua Napi Belanda “Kelas Kakap” Dipulangkan, RI–Belanda Patungan Urus Pemindahan

Oposisi: “Itu Hadiah Buat Musuh”

Wacana ini justru mendapat penolakan dari dalam negeri. Oposisi politik menilai pemilu di masa perang adalah ide gila yang berbahaya.

Sergii Rakhmanin, anggota parlemen dari partai oposisi Holos, memberikan peringatan keras. Menurutnya, langkah itu hanya akan menguntungkan Rusia.

“Itu hanya akan mendatangkan bahaya. Negara tidak punya kemewahan itu,” kritik Rakhmanin. Ia menilai fokus panglima tertinggi seharusnya pada perang, bukan kampanye politik.

Di sisi lain, tekanan terhadap Zelenskyy memang sedang memuncak. Putra Trump, Donald Trump Jr., baru saja melontarkan tuduhan pedas di Doha. Ia menyebut Zelenskyy memperpanjang perang karena takut kehilangan kekuasaan.

Kini, bola panas kembali ke tangan Washington. Apakah Trump benar-benar ingin melihat demokrasi berjalan di Ukraina, atau ini hanya taktik lain untuk menekan Kyiv agar menerima kesepakatan damai yang menyakitkan?

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition
AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC
Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Rabu, 9 September 2026 - 06:00 WIB

Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti

Minggu, 6 September 2026 - 18:27 WIB

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Minggu, 6 September 2026 - 17:25 WIB

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Berita Terbaru

Retroid meluncurkan handheld retro Pocket Duo dan Pocket Duo Lite berlayar ganda. Konsol clamshell ini sanggup mengeksekusi emulasi 3DS mulai harga $149. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Retroid Pocket Duo Resmi Diperkenalkan, Hadirkan Dua Layar

Minggu, 13 Sep 2026 - 11:31 WIB

Philips meluncurkan monitor gaming ultrawide Evnia 34M2C5601QA 34 inci 200Hz. Monitor ini mengusung KVM switch, USB-C 90W, dan AI Ambiglow seharga ÂŁ299.99. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Philips Luncurkan Monitor Gaming Ultrawide Evnia 34M2C5601QA

Minggu, 13 Sep 2026 - 10:36 WIB

Valve meluncurkan pembaruan Steam Beta untuk Big Picture Mode. Pembaruan ini menghadirkan fitur Big Art Mode, screensaver retro, dan peningkatan performa controller. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Steam Big Picture Mode Dapatkan Pembaruan Tampilan Big Art

Minggu, 13 Sep 2026 - 09:29 WIB