Polda Metro Turunkan Tim Psikolog Dampingi Keluarga Korban Kebakaran Terra Drone

Rabu, 10 Desember 2025 - 07:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim psikolog Polda Metro Jaya mendampingi keluarga korban kebakaran Gedung Terra Drone di RS Polri Kramat Jati. (Posnews/PMJ)

Tim psikolog Polda Metro Jaya mendampingi keluarga korban kebakaran Gedung Terra Drone di RS Polri Kramat Jati. (Posnews/PMJ)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Keluarga korban yang tewas akibat kebakaran Gedung Terra Drone di Jakarta Pusat masih menyisakan trauma mendalam. Mereka masih tidak percaya atas apa yang menimpa sanak saudaranya.

Polda Metro Jaya bergerak cepat menangani dampak psikologis keluarga korban tragedi kebakaran Gedung Terra Drone di Jakarta Pusat.

Melalui Bagian Psikologi Biro SDM, kepolisian menurunkan tim pendampingan psikologis untuk memberikan dukungan penuh di tengah situasi mencekam dan penuh ketidakpastian.

Tim pendampingan langsung bertugas di RS Polri Kramat Jati sejak keluarga korban berdatangan untuk mencari informasi terkait kondisi anggota keluarga yang menjadi korban.

Sebanyak 10 personel psikologi, terdiri dari psikolog dan konselor, dikerahkan untuk memberikan psychological first aid (PFA), dukungan emosional, hingga penanganan awal psikologis.

Baca Juga :  Pemisahan Taiwan Melanggar Konstitusi, Jepang Harus Kubur Ambisi Militerisme

Para petugas aktif menenangkan keluarga yang menunggu proses identifikasi oleh Tim DVI Polri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini dilakukan agar keluarga korban tetap kuat dan stabil menghadapi setiap tahap identifikasi yang membutuhkan ketenangan.

“Kami Pastikan Keluarga Tetap Tenang

Kabag Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya, AKBP Ida Bagus Gede Adi Putra Yadnya, menegaskan bahwa pendampingan dilakukan secara intensif.

“Tim kami hadir sejak awal untuk memastikan keluarga korban mendapatkan ketenangan, pendampingan, serta dukungan psikologis yang diperlukan selama menunggu informasi resmi,” ujarnya, Selasa (09/12/25).

Baca Juga :  Polisi Buru Penjual Senpi Ilegal Penembak Pengacara di Tanah Abang

Menurutnya, komunikasi yang tepat sejak awal menjadi kunci agar keluarga tidak tenggelam dalam kecemasan berlebihan.

Tekanan Psikologis Tinggi, Pendampingan Humanis Diutamakan

Proses identifikasi yang masih berlangsung meningkatkan tekanan psikologis, khususnya bagi keluarga yang menunggu kabar dari orang terdekat.

Karena itu, Polda menerapkan pendekatan empatik, komunikasi terapeutik, dan pendampingan humanis untuk menjaga kondisi emosional para keluarga.

Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya untuk memberikan penanganan menyeluruh, mulai dari identifikasi korban, dukungan medis, hingga pemulihan mental keluarga.

Pendampingan psikologis akan terus dilakukan hingga seluruh proses resmi dinyatakan selesai. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig
Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global
Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:56 WIB

Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:30 WIB

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terbaru

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB

Membongkar narasi perang. Perspektif Keamanan Kritis mengungkap bagaimana konstruksi maskulinitas militeristik mendominasi kebijakan luar negeri dan sering kali mengabaikan kerentanan nyata perempuan di wilayah konflik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Minggu, 29 Mar 2026 - 17:30 WIB