Pemisahan Taiwan Melanggar Konstitusi, Jepang Harus Kubur Ambisi Militerisme

Rabu, 10 Desember 2025 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sinergi diplomatik di Asia. Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendesak Pakistan untuk meningkatkan upaya mediasi guna membuka kembali Selat Hormuz, mempertegas aliansi strategis kedua negara di tengah peringatan 75 tahun hubungan bilateral. Dok: Istimewa.

Sinergi diplomatik di Asia. Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendesak Pakistan untuk meningkatkan upaya mediasi guna membuka kembali Selat Hormuz, mempertegas aliansi strategis kedua negara di tengah peringatan 75 tahun hubungan bilateral. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, kembali menegaskan garis merah negaranya dengan nada tinggi. Dalam pertemuan diplomatik di Beijing pada Senin (08/12/2025), Wang menyampaikan pesan peringatan yang sangat serius.

Ia menyatakan bahwa segala upaya mengejar “pemisahan Taiwan” (Taiwan secession) sama artinya dengan memecah belah wilayah kedaulatan China. Bahkan, Wang menyebut dukungan asing terhadap agenda tersebut sebagai bentuk intervensi ilegal urusan dalam negeri.

“Tindakan itu melanggar konstitusi China dan hukum internasional,” tegas Wang saat menjamu Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejarah Besi: Kairo hingga Potsdam

Wang Yi menggunakan kesempatan tersebut untuk membuka kembali lembaran sejarah. Menurutnya, fakta sejarah dan hukum telah membuktikan secara tak terbantahkan bahwa Taiwan adalah bagian dari China sejak zaman kuno.

Baca Juga :  Proteksionisme Baru: Mengapa Negara Maju Mulai Meninggalkan Narasi Perdagangan Bebas?

Ia merujuk pada Deklarasi Kairo 1943. Dokumen itu menyatakan jelas bahwa Jepang wajib mengembalikan semua wilayah curian, termasuk Taiwan, kepada China.

Selanjutnya, Pasal 8 Proklamasi Potsdam 1945 menegaskan kembali kewajiban tersebut. Saat Jepang menyerah tanpa syarat pada 15 Agustus 1945, Kaisar Jepang berjanji untuk mematuhi ketentuan itu dengan setia.

“Status Taiwan sebagai wilayah China telah ditegaskan secara tegas dan tidak dapat diubah oleh serangkaian fakta sejarah dan hukum yang kuat,” ujar Wang.

Kritik Pedas untuk “Pemimpin Sembrono”

Wang lantas mengarahkan telunjuknya ke arah Tokyo. Ia mengkritik keras pemimpin Jepang saat ini yang baru-baru ini melontarkan komentar tentang situasi hipotetis di Taiwan.

Wang melabeli pernyataan tersebut sebagai tindakan yang “sembrono” (reckless). Pasalnya, komentar itu secara terang-terangan melanggar kedaulatan China dan menantang tatanan pasca-Perang Dunia II.

“Hal ini menimbulkan risiko serius bagi perdamaian di Asia dan dunia,” peringatnya.

Baca Juga :  Tips Anti-Lemas: Panduan Nutrisi Sahur Agar Stamina Terjaga hingga Berbuka

Hubungan kedua negara memang sedang memanas. Pernyataan Bersama Sino-Jepang 1972 sebenarnya mewajibkan Jepang mengakui Pemerintah RRT sebagai satu-satunya pemerintahan sah. Namun, retorika terbaru dari Tokyo dinilai mengkhianati komitmen diplomatik tersebut.

Cegah Kebangkitan Militerisme

Tahun ini menandai peringatan 80 tahun kemenangan Perang Perlawanan Rakyat China Terhadap Agresi Jepang. Oleh karena itu, Wang mendesak Jepang untuk melakukan refleksi mendalam alih-alih memprovokasi masalah.

“Jepang menjajah wilayah itu selama setengah abad dan melakukan kejahatan tak terhitung. Kini, pemimpinnya justru mencoba mengeksploitasi masalah Taiwan untuk mengancam China secara militer,” kecam Wang.

Pada akhirnya, Wang menyerukan solidaritas global. Ia menekankan bahwa rakyat China dan seluruh pencinta damai memiliki kewajiban moral.

“Kita memiliki kewajiban untuk mencegah Jepang melakukan remiliterisasi dan mencoba menghidupkan kembali ambisi militerisnya,” pungkas Wang Yi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Xinhua News Agency

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride
Pelaku Lepaskan Tembakan ke Gedung Konsulat AS
Gelombang Fitur AI Interaktif Ubah Pengalaman Membaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:08 WIB

Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:04 WIB

Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India

Berita Terbaru

Terobosan baru industri gawai. Qualcomm merancang fitur eksklusif AI Frame Fusion pada Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro demi pengalaman gaming ekstra mulus. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Qualcomm Bekali Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro

Kamis, 30 Jul 2026 - 12:00 WIB

Inovasi tablet ringkas Apple. Bocoran Bloomberg mengungkap kehadiran IP rating tahan air serta layar OLED pada iPad mini mendatang. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

iPad Mini Generasi Baru Bawa Sertifikasi Tahan Air

Kamis, 30 Jul 2026 - 10:31 WIB

Sengkarut rilis game paling dinanti. Rockstar Games mengonfirmasi penukaran kode digital GTA 6 di PS5 terikat aturan region lock ketat, memicu risiko pemblokiran akun. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Rockstar Terapkan Region Lock GTA 6 PS5 dan Ancam Gamer

Kamis, 30 Jul 2026 - 10:15 WIB