BEIJING, POSNEWS.CO.ID — Memori kelam Perang Dunia II kembali terungkap. Arsip Pusat China mengumumkan penerimaan bukti baru yang signifikan dari Rusia pada Sabtu (13/12/2025).
Bukti tersebut berkaitan dengan kekejaman Unit 731, sebuah unit perang kuman Jepang yang beroperasi secara rahasia di Harbin. Tercatat, dokumen ini mencakup periode antara 11 Mei 1939 hingga 25 Desember 1950.
Rusia menyerahkan salinan arsip yang berisi catatan persidangan anggota Unit 731, laporan investigasi kejahatan, serta korespondensi resmi internal otoritas Soviet.
Eksperimen Manusia yang Mengerikan
Unit 731 bukan sekadar markas militer biasa. Faktanya, tempat itu berfungsi sebagai laboratorium rahasia untuk pengembangan senjata biologis dan eksperimen sadis terhadap manusia hidup.
Setidaknya 3.000 orang menjadi korban kelinci percobaan. Mereka terdiri dari warga China, Uni Soviet, dan negara lainnya. Akibatnya, mereka tewas mengenaskan akibat paparan bakteri dan virus mematikan yang sengaja disebarkan.
Zhou Zhenfan, pejabat Arsip Pusat China, menegaskan pentingnya temuan ini. “Banyak dari materi ini mengandung informasi yang sebelumnya tidak kami ketahui,” ujarnya.
Menurutnya, arsip tersebut melengkapi dan membenarkan koleksi yang sudah ada. Dengan begitu, rantai bukti menjadi saling terhubung dan tak terbantahkan lagi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengakuan di Pengadilan Khabarovsk
Dokumen dari Rusia ini juga mengungkap proses investigasi Soviet selama Pengadilan Kejahatan Perang Khabarovsk tahun 1949.
Penyelidik Soviet berhasil mengidentifikasi lebih dari 200 individu yang terkait dengan kejahatan Unit 731. Akhirnya, 12 penjahat perang diseret ke meja hijau.
Para terdakwa, yang terdiri dari perwira tinggi hingga prajurit junior Jepang, mengakui perbuatan mereka. Mereka mengaku melanggar konvensi internasional dengan mempersiapkan dan melaksanakan perang biologis.
Para ahli menilai arsip ini sebagai “bukti sejarah konkret”. Hal ini semakin mengonfirmasi bahwa perang biologis Jepang adalah kejahatan terorganisir negara yang bersifat top-down.
Refleksi di Hari Peringatan Nanjing
Pengumuman ini bertepatan dengan momen emosional bagi rakyat China, yakni hari peringatan nasional korban Pembantaian Nanjing. Kala itu, pasukan Jepang membantai sekitar 300.000 orang secara brutal pada 1937.
Di Harbin, ribuan orang memadati Balai Pameran Bukti Kejahatan Unit 731. Museum ini mengalami lonjakan pengunjung yang drastis, mencapai lebih dari 3 juta orang pada tahun 2024.
Pesan-pesan kemarahan dan kesedihan memenuhi buku tamu museum. “Saya merasakan kemarahan yang luar biasa saat melihat semua bukti ini dikumpulkan,” tulis salah satu pengunjung.
Pada akhirnya, bukti baru ini menjadi pengingat abadi. Sejarah kelam tidak boleh terlupakan agar tragedi serupa tidak terulang di masa depan.
“Kami menganjurkan perdamaian, tetapi kami tidak boleh melupakan sejarah,” tegas Hou Tao, seorang pengunjung yang datang bersama ibunya.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia
Sumber Berita: Xinhua News Agency





















