16 Tewas dalam Penembakan Massal Pantai Bondi, Australia Berduka

Selasa, 16 Desember 2025 - 05:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengadakan konferensi pers setelah penembakan pada perayaan hari raya Yahudi di Pantai Bondi di Sydney, Australia, 15 Desember 2025. Dok: Reuters.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengadakan konferensi pers setelah penembakan pada perayaan hari raya Yahudi di Pantai Bondi di Sydney, Australia, 15 Desember 2025. Dok: Reuters.

SYDNEY, POSNEWS.CO.ID – Minggu malam yang seharusnya penuh sukacita berubah menjadi mimpi buruk berdarah di Pantai Bondi, Sydney. Dua pria bersenjata melepaskan tembakan membabi buta ke arah kerumunan warga yang sedang merayakan hari pertama festival Hanukkah, Minggu (14/12/2025).

Hingga Senin pagi, kepolisian mengonfirmasi jumlah korban tewas telah bertambah menjadi 16 orang. Tragisnya, korban jiwa mencakup rentang usia yang sangat luas, mulai dari anak berusia 10 tahun hingga lansia 87 tahun.

Dua dari korban tewas mengembuskan napas terakhir di rumah sakit akibat luka parah. Sementara itu, sekitar 40 orang lainnya masih menjalani perawatan intensif, dengan lima di antaranya dalam kondisi kritis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Targetkan Komunitas Yahudi

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengutuk keras serangan tersebut. Ia menyebutnya sebagai tindakan “kejahatan murni” (pure evil) dan insiden teroris yang menghancurkan.

“Ini adalah serangan yang ditargetkan pada warga Australia Yahudi pada hari pertama Hanukkah,” ujar Albanese dengan nada emosional. Menurutnya, antisemitisme dan kekerasan semacam itu tidak memiliki tempat di Australia. “Kami akan membasminya,” janjinya tegas.

Baca Juga :  Teror di Taipei: Eks Tentara Mengamuk dengan Granat Asap dan Pisau, 4 Tewas

Komisaris Polisi New South Wales (NSW), Mal Lanyon, juga menetapkan insiden ini sebagai aksi terorisme. Meskipun motif spesifik masih dalam penyelidikan, indikasi kebencian rasial dan agama terlihat sangat kuat.

Pelaku Ayah dan Anak

Polisi berhasil mengidentifikasi para pelaku. Mereka adalah seorang ayah berusia 50 tahun dan putranya yang berusia 24 tahun. Mengejutkannya, sang ayah ternyata memiliki lisensi resmi kepemilikan senjata api.

“Tersangka yang lebih tua adalah pemilik senjata api berlisensi dengan enam senjata yang dimiliki secara legal,” ungkap Lanyon. Sang ayah tewas di tempat kejadian, sedangkan putranya yang terluka kini berada dalam tahanan polisi di rumah sakit.

Salah satu pelaku diidentifikasi sebagai Naveed Akram yang berasal dari Bonnyrigg, Sydney barat daya. Unit taktis polisi saat ini sedang melakukan penggerebekan di kediamannya.

Aksi Heroik Warga Sipil

Di tengah kekacauan, muncul kisah keberanian yang luar biasa. Rekaman video menunjukkan momen saat seorang warga sipil nekat menjatuhkan salah satu pelaku.

Baca Juga :  Tawuran Sadis di Cilandak, Satu Korban Luka Bacok - Polisi Buru 3 Pelaku DPO

Ia bergulat dan berhasil merebut senjata dari tangan penembak, berpotensi menyelamatkan banyak nyawa lain. Sayangnya, serangan tersebut tetap menjadi yang paling mematikan di Australia sejak pembantaian Port Arthur tahun 1996.

Rombak Undang-Undang Senjata

Tragedi ini langsung memicu respons kebijakan dari pemerintah pusat. PM Albanese menyatakan kesiapannya untuk memperketat undang-undang senjata api nasional.

“Pemerintah siap mengambil tindakan apa pun yang diperlukan. Termasuk perlunya undang-undang senjata yang lebih keras,” tegas Albanese.

Rencananya, pemerintah akan membatasi jumlah senjata api yang boleh dimiliki oleh satu orang. Pasalnya, kasus ini membuktikan bahwa lisensi legal pun bisa disalahgunakan untuk tujuan teror yang mengerikan.

Kini, komunitas Yahudi di seluruh Australia berada dalam siaga tinggi. Acara Hanukkah di Melbourne bahkan telah dibatalkan demi alasan keamanan. Sydney berduka, dan Australia kembali dihadapkan pada hantu kekerasan bersenjata yang mereka kira sudah terkubur puluhan tahun lalu.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Xinhua News Agency

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Direktur FBI Kash Patel Bela Kebijakan Rekrutmen Korban
Dewan Kennedy Center Setujui Penutupan Gedung
Senat AS Gagal Meloloskan RUU Kripto Clarity Act
PM Kanada Mark Carney Pangkas Pajak Investasi
Putera Mahkota Arab Saudi Temui Presiden Mesir
Biaya Perang AS Lawan Iran Tembus 38 Miliar Dolar AS
Donald Trump Kecam Mahkamah Agung AS
Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 13 Orang

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 10:21 WIB

Direktur FBI Kash Patel Bela Kebijakan Rekrutmen Korban

Kamis, 17 September 2026 - 09:17 WIB

Dewan Kennedy Center Setujui Penutupan Gedung

Kamis, 17 September 2026 - 08:10 WIB

Senat AS Gagal Meloloskan RUU Kripto Clarity Act

Kamis, 17 September 2026 - 07:03 WIB

PM Kanada Mark Carney Pangkas Pajak Investasi

Kamis, 17 September 2026 - 06:00 WIB

Putera Mahkota Arab Saudi Temui Presiden Mesir

Berita Terbaru

MediaTek meluncurkan cip Dimensity 9600M untuk flagship terjangkau. Simak spesifikasi lengkap, fitur AI Gemini Nano 4, dan peningkatan sistemnya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

MediaTek Resmi Luncurkan Cip Dimensity 9600M

Kamis, 17 Sep 2026 - 15:22 WIB

HKC meluncurkan monitor ultrawide Tianqi 43H180C 43,8 inci berasio 24:9 180Hz pertama di dunia. Simak spesifikasi lengkap dan analisis performa GPU di sini. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

HKC Luncurkan Monitor Ultrawide 43,8 Inci Tianqi 43H180C

Kamis, 17 Sep 2026 - 13:30 WIB