Kiamat Batubara: Nasib Daerah Penghasil Emas Hitam di Era Transisi Energi

Kamis, 18 Desember 2025 - 08:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Pesta batubara segera usai. Daerah kaya seperti Kaltim dan Sumsel terancam jadi

Ilustrasi, Pesta batubara segera usai. Daerah kaya seperti Kaltim dan Sumsel terancam jadi "kota hantu" jika gagal beradaptasi. Simak bahaya ekonomi pasca-tambang. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Selama puluhan tahun, tanah Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan menikmati pesta pora “emas hitam”. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mereka membengkak berkat aliran Dana Bagi Hasil (DBH) tambang batubara.

Rakyat di sekitar lubang tambang menggantungkan hidup pada industri ekstraktif ini. Namun, pesta itu tidak akan berlangsung selamanya. Bayang-bayang kelam yang kita sebut sebagai “Kiamat Batubara” kini mulai menyelimuti masa depan wilayah kaya sumber daya ini.

Tekanan Global Mematikan Pasar

Ancaman ini datang dari komitmen global yang tak terelakkan. Dunia sedang bergerak serentak menuju target Net Zero Emission.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bank-bank raksasa dunia mulai menutup keran pendanaan untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara. Seketika, batubara berubah status. Dari komoditas primadona, ia menjadi “aset terdampar” (stranded asset) yang harus segera kita tinggalkan.

Baca Juga :  Spanyol Boikot Militer AS: Tutup Ruang Udara dan Larang Penggunaan Pangkalan untuk Perang Iran

Akibatnya, permintaan batubara jangka panjang akan terjun bebas. Daerah yang selama ini hanya mengandalkan satu komoditas ini berada di ujung tanduk kebangkrutan.

Risiko “Kota Hantu” Pasca-Tambang

Pertanyaan besarnya adalah: apa yang terjadi saat tambang benar-benar tutup? Skenario terburuknya sangat mengerikan. Ribuan pekerja tambang dan operator alat berat akan kehilangan mata pencaharian dalam sekejap.

Imbasnya, efek domino ekonomi akan menghancurkan sektor pendukung lainnya. Warung makan, kos-kosan, dan jasa transportasi yang hidup dari uang gaji pekerja tambang akan mati suri.

Tanpa diversifikasi ekonomi yang matang, kota-kota yang dulunya ramai bisa berubah menjadi “kota hantu” yang sunyi dan miskin. Kita bisa melihat contoh nyata di kota-kota bekas tambang di Amerika Serikat atau bahkan Sawahlunto di masa lalu sebelum bertransformasi.

Tantangan Skema JETP

Pemerintah pusat dan dunia internasional menawarkan solusi lewat skema Just Energy Transition Partnership (JETP). Mereka menjanjikan dana miliaran dolar untuk memuluskan transisi energi.

Baca Juga :  Trump Ancam Tarif 50% bagi Negara Pemasok Senjata ke Iran

Akan tetapi, muncul keraguan besar di level daerah. Apakah dana tersebut cukup untuk menambal kerugian ekonomi yang masif?

Pasalnya, fokus transisi energi sering kali hanya pada aspek teknis pembangkit listrik. Aspek sosial ekonomi warga lokal yang terdampak sering kali terlupakan dalam kalkulasi makro tersebut. Dana JETP belum tentu mengalir deras ke kantong mantan sopir truk tambang yang menganggur.

Peta Jalan Penyelamatan Ekonomi

Pada akhirnya, daerah penghasil batubara sedang berpacu dengan waktu. Pemerintah daerah tidak boleh terlena dengan DBH hari ini yang masih tinggi.

Mereka harus segera menyusun peta jalan ekonomi pasca-tambang yang serius. Sektor pariwisata, pertanian modern, atau hilirisasi industri harus segera menggantikan lubang galian.

Ingatlah, persiapan hari ini menentukan nasib hari esok. Apakah daerah tersebut akan bertahan hidup dengan identitas baru, atau kolaps bersama sisa debu batubara yang tertinggal.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang
Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap
Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa
Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar
Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang
Home Industry Vape THC di Bali Terbongkar, Omzet Diduga Capai Rp300 Miliar
TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar 15 Hektare, BNPB: 40 Persen Api Sudah Padam
Satgas Ungkap KKB Bakusip Diduga Dalang Pembakaran Pesawat PT AMA

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:17 WIB

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap

Senin, 6 Juli 2026 - 05:24 WIB

Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:09 WIB

Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:56 WIB

Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang

Berita Terbaru

Dell resmi merilis trio laptop gaming Alienware terbaru yang mengusung chipset Intel Core Ultra 9 dan kartu grafis hingga Nvidia GeForce RTX 5090. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Dell Rilis Trio Alienware 16X Aurora, Area-51 16, dan Area-51

Minggu, 2 Agu 2026 - 15:12 WIB