DELI SERDANG, POSNEWS.CO.ID β Seorang pemuda berinisial MAP (19) babak belur diamuk massa setelah warga di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) menduga ia hendak menculik dua anak.
Namun setelah penyelidikan polisi, tuduhan penculikan dibantah karena tak terbukti secara hukum.
Kapolsek Tanjung Morawa AKP Jonni H Damanik menjelaskan bahwa peristiwa itu berawal pada Selasa (16/12/2025) sekitar pukul 16.00 WIB.
Saat itu, MAP datang ke lokasi dan menanyakan tempat tongkrongan anak muda kepada dua anak berinisial AES (11) dan G.
Menurut Jonni, MAP bahkan menawarkan uang Rp10 ribu kepada kedua anak tersebut agar diantarkan ke lokasi tongkrongan. Karena merasa takut, kedua anak itu kabur dan kemudian menyampaikan isu penculikan kepada warga sekitar.
βPelaku menawarkan uang Rp10 ribu agar diantarkan ke lokasi tersebut. Karena takut, kedua anak itu pergi dan menyampaikan ke warga bahwa ada dugaan penculikan anak,β ujar Jonni dikuti Kamis (18/12/2025).
Mendengar kabar itu, warga langsung berkumpul dan emosi, lalu mengeroyok MAP hingga babak belur dan mengalami sejumlah luka. Aksi massa itu sempat membuat suasana di kawasan tersebut memanas beberapa saat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak lama kemudian, petugas Polsek Tanjung Morawa merespons cepat laporan warga dengan mendatangi lokasi kejadian.
Anggota polisi berhasil mengamankan MAP dan kemudian membawa pemuda itu ke klinik terdekat untuk perawatan medis akibat serangan massa.
Setelah itu, polisi melakukan penginterogasian terhadap MAP, serta memeriksa keterangan kedua anak dan sejumlah saksi di lokasi.
Melalui pemeriksaan menyeluruh, polisi memastikan tidak ditemukan indikasi niat maupun tindakan penculikan anak dalam kejadian tersebut.
Bukan Penculikan
Kapolsek pun menegaskan bahwa peristiwa ini tidak memenuhi unsur pidana penculikan.
βTidak ada niat maupun perbuatan penculikan. Peristiwa ini tidak memenuhi unsur pidana,β tegas Jonni kepada wartawan.
Sebelumnya, Polsek juga mencatat bahwa kedua anak yang sempat ketakutan dalam kondisi aman dan telah dipulangkan ke orang tua masing-masing setelah diperiksa.
Hingga kini, polisi terus memantau situasi di wilayah Tanjung Morawa agar tidak terjadi kekerasan susulan atau salah paham di tengah masyarakat.
Aparat kepolisian juga mengimbau warga untuk tidak main hakim sendiri, terutama ketika menangani isu sensitif yang menyangkut keselamatan anak. (red)





















