BANGKOK, POSNEWS.CO.ID – Kejahatan penipuan online (online scams) kini bermutasi menjadi ancaman global yang mematikan. Sindikat ini tidak lagi beroperasi secara lokal, melainkan tumbuh menjadi jaringan kejahatan transnasional yang kompleks.
Merespons ancaman tersebut, para pemimpin dunia mengambil langkah agresif. “Konferensi Internasional Kemitraan Global Melawan Penipuan Online” resmi bergulir di Bangkok, Thailand, pada Rabu (17/12/2025).
Kementerian Luar Negeri Thailand dan Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) menjadi tuan rumah bersama acara ini. Tercatat, delegasi tingkat menteri dan pejabat senior dari 60 negara hadir untuk menyatukan kekuatan melawan musuh bersama.
Bedakan Korban dan Pelaku
Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, membuka acara dengan seruan mendesak. Ia meminta kerja sama yang lebih erat dan tindakan cepat untuk menyelamatkan para korban.
Sihasak menyoroti satu isu krusial dalam penanganan kasus ini. Pentingnya, aparat penegak hukum harus mampu membedakan secara jernih antara korban dan pelaku.
Banyak individu yang terlihat sebagai penipu sebenarnya adalah korban perdagangan manusia. Sindikat memaksa mereka bekerja di “pabrik penipuan” di bawah ancaman kekerasan. Oleh karena itu, fokus utama haruslah pada penyelidikan dan penuntutan jaringan kriminal utamanya.
“Kita harus mencegah korban baru tergelincir ke dalam perangkap ini,” tegas Sihasak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kejar Aliran Dana dan Teknologi
Delphine Schantz, Perwakilan UNODC untuk Asia Tenggara dan Pasifik, menekankan evolusi ancaman ini. Sindikat kejahatan terorganisir kini beroperasi dengan teknologi canggih yang terus berubah.
Maka, diskusi dalam konferensi ini berfokus pada langkah-langkah taktis. Para delegasi membahas strategi meningkatkan investigasi lintas batas negara.
Selain itu, mereka sepakat untuk mengganggu saluran keuangan jaringan kriminal. Memutus aliran dana haram dianggap sebagai cara paling ampuh untuk melumpuhkan operasi sindikat tersebut.
Tak hanya itu, aparat juga harus memacu diri. Mereka wajib mengimbangi teknologi canggih yang digunakan oleh para sindikat agar tidak tertinggal langkah.
Kerangka Kerja Kolaborasi Masa Depan
Pertemuan dua hari ini menargetkan hasil konkret. Rencananya, para delegasi akan mengadopsi pernyataan bersama (joint statement) pada hari Kamis.
Dokumen tersebut akan menunjukkan kemauan politik yang kuat untuk membangun kemitraan global yang berkelanjutan. Nantinya, kerangka kerja ini akan menjadi landasan bagi kolaborasi masa depan dalam memerangi penipuan berbasis siber yang kian meresahkan warga dunia.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia
Sumber Berita: Xinhua News Agency




















