Tolak Lepas Greenland, Siap-Siap Kena Tarif Impor 25%

Sabtu, 17 Januari 2026 - 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pertemuan tingkat tinggi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada akhir tahun 2026. Dok: Istimewa.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pertemuan tingkat tinggi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada akhir tahun 2026. Dok: Istimewa.

KOPENHAGEN, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menaikkan tensi permainan geopolitiknya. Setelah ancaman militer tidak membuahkan hasil instan, ia kini beralih ke senjata ekonomi mematikan: tarif impor.

Dalam sebuah acara kesehatan di Gedung Putih, Jumat lalu, Trump memperingatkan sekutu-sekutunya. Ia mengancam akan menghukum negara-negara yang tidak “sejalan” dengan rencananya mengambil alih Greenland.

“Kami mungkin akan mengenakan tarif pada negara-negara yang tidak sejalan dengan Greenland karena kami membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional,” tegas Trump di hadapan para dokter dan politisi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia bahkan menyamakan taktik ini dengan tekanannya terhadap Prancis dan Jerman soal harga obat. “Saya mungkin melakukan itu untuk Greenland juga,” ancamnya. Ini adalah kedua kalinya dalam seminggu Trump menggunakan kartu tarif, setelah sebelumnya mengancam pajak 25% bagi negara yang berbisnis dengan Iran.

Perpecahan di Tubuh Amerika

Namun, kebijakan agresif Trump justru memicu perpecahan di dalam negeri AS sendiri. Sebuah delegasi bipartisan yang terdiri dari 11 anggota DPR dan Senat AS terbang ke Kopenhagen untuk menunjukkan solidaritas—bukan kepada Presiden mereka, melainkan kepada Denmark dan Greenland.

Baca Juga :  KPK Ungkap 96 Ribu Pejabat Belum Lapor Harta, Kepatuhan LHKPN Baru 67,98 Persen

Senator Demokrat Chris Coons dan Senator Republik Lisa Murkowski bertemu dengan Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen.

“Ada banyak retorika tetapi tidak banyak realitas di Washington,” ujar Coons dalam konferensi pers bersama, mencoba mendinginkan suasana.

Sementara itu, Senator Murkowski menegaskan, “Greenland perlu dipandang sebagai sekutu kita, bukan sebagai aset.”

Di sisi lain, utusan khusus Trump, Jeff Landry, bersikeras di Fox News bahwa kesepakatan pengambilalihan “seharusnya dan akan dibuat”. Ia menegaskan bahwa Presiden sangat serius dan kini bola ada di tangan Wakil Presiden JD Vance untuk menuntaskan kesepakatan.

Kebingungan Diplomatik: Akuisisi atau Keamanan?

Ketegangan makin runyam akibat perbedaan klaim pasca-pertemuan tingkat tinggi hari Rabu. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengklaim bahwa delegasi Denmark dan Greenland setuju untuk “melanjutkan pembicaraan teknis tentang akuisisi Greenland”.

Baca Juga :  Eropa Siap Pimpin Pasukan Multinasional ke Ukraina

Klaim ini langsung dibantah mentah-mentah. Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen dan Menlu Greenland Vivian Motzfeldt menegaskan tidak ada kesepakatan semacam itu.

“Ada banyak pekerjaan di depan, situasinya masih sangat tidak pasti,” kata Motzfeldt kepada surat kabar Sermitsiaq. Ia menegaskan bahwa kelompok kerja yang dibentuk bertujuan membahas akomodasi keamanan AS di Arktik, bukan penjualan pulau.

Warga Nuuk Menatap Langit

Di lapangan, ketakutan mulai menjalar. Warga Greenland yang tinggal di ibu kota, Nuuk, melaporkan kecemasan yang mendalam. Tanpa panduan kesiapsiagaan darurat yang jelas dari otoritas, banyak warga mulai menyusun rencana evakuasi mandiri jika pasukan AS benar-benar mendarat. Mereka kini rutin mengamati langit dan laut, waspada terhadap tanda-tanda invasi.

Merespons ancaman ini, solidaritas Eropa mulai bergerak. Kementerian Pertahanan Jerman pada hari Jumat mengonfirmasi misi pengintaian untuk menilai kelayakan pengerahan jet tempur Eurofighter ke wilayah tersebut, sebagai bagian dari kontribusi NATO untuk mengamankan Arktik.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Otoritas Bangkok Tetapkan Status Bencana di 50 Distrik
Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni
Warga Madrid Gelar Demonstrasi Tuntut Reformasi Perumahan
Ledakan Gas Ambrukkan Bangunan di Athena, Tewaskan 6 Orang
Kolombia Ekstradisi Gembong Narkoba Geovany Andres Rojas
Donald Trump Tolak Iran Terkait Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Paus Leo XIV Pimpin Misa Terbuka di Champs-Élysées Paris
Penembakan Massal di Afrika Selatan Menewaskan 27 Orang

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 23:00 WIB

Otoritas Bangkok Tetapkan Status Bencana di 50 Distrik

Minggu, 27 September 2026 - 22:00 WIB

Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni

Minggu, 27 September 2026 - 21:30 WIB

Warga Madrid Gelar Demonstrasi Tuntut Reformasi Perumahan

Minggu, 27 September 2026 - 21:00 WIB

Ledakan Gas Ambrukkan Bangunan di Athena, Tewaskan 6 Orang

Minggu, 27 September 2026 - 20:30 WIB

Kolombia Ekstradisi Gembong Narkoba Geovany Andres Rojas

Berita Terbaru

8BitDo merilis controller Tomb Raider 30th Anniversary edisi khusus dengan TMR joystick dan Hall Effect trigger. Simak spesifikasi dan fitur lengkapnya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

8BitDo Merilis Controller Edisi Tomb Raider 30th Anniversary

Selasa, 29 Sep 2026 - 12:20 WIB

MSI meluncurkan monitor gaming Rapid IPS MAG 271KPD7 dengan dual mode 5K 75Hz dan WQHD 300Hz. Simak spesifikasi lengkap dan harganya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

MSI Meluncurkan Monitor Gaming Dual Mode MAG 271KPD7

Selasa, 29 Sep 2026 - 11:17 WIB

Kelompok konsumen Belanda menggugat Epic Games senilai 100 juta Euro atas dugaan manipulasi microtransaction Fortnite. Simak rincian tuduhan dan sikap Epic Games. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Kelompok Konsumen Belanda Menggugat Epic Games

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:14 WIB