Di Ambang Perang? Trump Tak Tutup Kemungkinan Serang Venezuela, Armada AS Siaga Penuh

Sabtu, 20 Desember 2025 - 08:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Trump klaim AS tidak butuh Kanada, padahal negaranya bergantung pada minyak, aluminium, dan potash Kanada dalam jumlah besar. Dok: Reuters/Jonathan Ernst.

Trump klaim AS tidak butuh Kanada, padahal negaranya bergantung pada minyak, aluminium, dan potash Kanada dalam jumlah besar. Dok: Reuters/Jonathan Ernst.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Awan perang semakin tebal menyelimuti Karibia. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan penasihat utamanya menolak untuk menutup kemungkinan konflik terbuka dengan Venezuela.

Dalam wawancara dengan NBC News yang tayang pada Jumat pagi (19/12/2025), Trump memberikan pernyataan yang mengerikan. Saat ditanya tentang potensi perang dengan rezim Nicolas Maduro, ia menjawab dengan dingin.

“Saya tidak mengesampingkannya, tidak,” tegas Trump.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi militer terbesar di kawasan tersebut dalam beberapa dekade. Sementara itu, Maduro memerintahkan angkatan lautnya untuk mengawal tanker minyak yang berani menentang armada AS.

Rubio: “Status Quo Tidak Dapat Ditoleransi”

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, memperkuat sinyal perang tersebut. Dalam konferensi pers akhir tahun, Rubio menegaskan bahwa AS memiliki hak untuk menggunakan “setiap elemen kekuatan nasional”.

Baca Juga :  Israel Gempur Gaza 2 Hari Berturut-turut, 18 Warga Tewas

Ia bahkan mengonfirmasi secara tersirat bahwa tujuan akhir AS adalah pergantian rezim. “Jelas bahwa status quo saat ini dengan rezim Venezuela tidak dapat ditoleransi oleh Amerika Serikat,” kata Rubio. “Jadi, ya, tujuan kami adalah mengubah dinamika itu.”

Rubio, yang merupakan putra imigran Kuba, telah lama menjadi kritikus keras Maduro. Ia menuduh rezim tersebut tidak sah dan bekerja sama dengan Iran, Hizbullah, serta organisasi teroris narkoba.

Armada Hantu Kabur ke Samudra Hindia

Tekanan blokade laut AS mulai membuahkan hasil nyata di lapangan. Menurut data industri maritim, “armada bayangan” (dark fleet) yang biasa mengangkut minyak Venezuela kini kocar-kacir.

Lebih dari 30 tanker sanksi kini terpaksa berlindung jauh di Samudra Hindia. Mereka memutar haluan drastis untuk menghindari penyergapan pasukan angkatan laut AS di Karibia.

Analis energi dari Windward AI menyebut ini sebagai pergeseran signifikan. Akibatnya, pendapatan minyak rezim Maduro terancam putus total. Tanker-tanker lain bahkan terjebak di zona blokade atau mencoba memanipulasi lokasi GPS mereka.

Baca Juga :  Hakim AS Sebut Rencana Pemerintah Terhadap Kilmar Ábrego

“AS mendapatkan kartu tambahan untuk diletakkan di meja diskusi guna mengakhiri kediktatoran Maduro,” analisis Jason Marczak dari Atlantic Council.

Kepala Staf: “Terus Ledakkan Kapal Sampai Maduro Menyerah”

Di balik layar Gedung Putih, para pejabat senior tampaknya satu suara. Kepala Staf Trump, Susie Wiles, memberikan komentar blak-blakan dalam wawancara dengan Vanity Fair.

“Trump ingin terus meledakkan kapal sampai Maduro menyerah (cries uncle),” ungkap Wiles.

Pernyataan ini meruntuhkan klaim awal pemerintah bahwa operasi militer tersebut hanya bertujuan penegakan hukum anti-narkoba. Faktanya, lebih dari 100 orang telah tewas dalam serangan terhadap kapal-kapal di Karibia dan Pasifik selama empat bulan terakhir.

Trump sendiri sesumbar bahwa akan ada lebih banyak penyitaan tanker minyak, seperti kasus kapal Skipper minggu lalu. Kini, dengan 15.000 tentara AS siaga di ambang pintu Venezuela, satu kesalahan kecil bisa memicu perang besar di Amerika Selatan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Direktur FBI Kash Patel Bela Kebijakan Rekrutmen Korban
Dewan Kennedy Center Setujui Penutupan Gedung
Senat AS Gagal Meloloskan RUU Kripto Clarity Act
PM Kanada Mark Carney Pangkas Pajak Investasi
Putera Mahkota Arab Saudi Temui Presiden Mesir
Biaya Perang AS Lawan Iran Tembus 38 Miliar Dolar AS
Donald Trump Kecam Mahkamah Agung AS
Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 13 Orang

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 09:17 WIB

Dewan Kennedy Center Setujui Penutupan Gedung

Kamis, 17 September 2026 - 08:10 WIB

Senat AS Gagal Meloloskan RUU Kripto Clarity Act

Kamis, 17 September 2026 - 07:03 WIB

PM Kanada Mark Carney Pangkas Pajak Investasi

Kamis, 17 September 2026 - 06:00 WIB

Putera Mahkota Arab Saudi Temui Presiden Mesir

Rabu, 16 September 2026 - 17:39 WIB

Biaya Perang AS Lawan Iran Tembus 38 Miliar Dolar AS

Berita Terbaru

HKC meluncurkan monitor ultrawide Tianqi 43H180C 43,8 inci berasio 24:9 180Hz pertama di dunia. Simak spesifikasi lengkap dan analisis performa GPU di sini. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

HKC Luncurkan Monitor Ultrawide 43,8 Inci Tianqi 43H180C

Kamis, 17 Sep 2026 - 13:30 WIB

iPhone 18 Pro, 18 Pro Max, dan Duo resmi mengantongi sertifikasi TKDN Kemenperin 40%. Simak rincian nomor model dan prospek tanggal rilisnya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

iPhone 18 Pro, 18 Pro Max Resmi Kantongi Sertifikasi TKDN

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:44 WIB