Ukraina Serang Rusia di Mediterania: Putin Ancam Balas Dendam

Sabtu, 20 Desember 2025 - 11:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Momentum integrasi Eropa Timur. Negara-negara anggota Uni Eropa sepakat membuka jalur negosiasi resmi keanggotaan bagi Ukraina dan Moldova di Luxembourg pekan depan. Dok: Istimewa.

Momentum integrasi Eropa Timur. Negara-negara anggota Uni Eropa sepakat membuka jalur negosiasi resmi keanggotaan bagi Ukraina dan Moldova di Luxembourg pekan depan. Dok: Istimewa.

KYIV/MOSKOW, POSNEWS.CO.ID – Jangkauan perang Rusia-Ukraina semakin meluas dan tak terduga. Ukraina mengumumkan keberhasilan operasi militernya menyerang sebuah kapal tanker minyak Rusia di Laut Mediterania, Jumat (19/12/2025).

Serangan ini bersejarah. Pasalnya, ini adalah serangan drone pertama Ukraina di wilayah perairan Mediterania sejak invasi skala penuh Moskow hampir empat tahun lalu. Jaraknya pun fantastis, sekitar 1.250 mil atau 2.000 kilometer dari perbatasan Ukraina.

Sumber di Dinas Keamanan Ukraina (SBU) menyebut operasi ini sebagai “operasi khusus yang belum pernah terjadi sebelumnya”. Meskipun detail peluncuran drone dirahasiakan, mereka mengonfirmasi bahwa targetnya adalah kapal tanker Qendil.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Target Sah: Armada Hantu

Kapal tersebut dilaporkan mengalami kerusakan kritis di lepas pantai Libya. Beruntung, kapal sedang dalam keadaan kosong saat serangan terjadi, sehingga tidak menimbulkan bencana lingkungan.

Baca Juga :  Michelle Park Steel Dinominasikan Sebagai Duta Besar AS

Ukraina memiliki alasan kuat. Mereka menuduh kapal Qendil sebagai bagian dari “armada bayangan” (shadow fleet) Rusia. Faktanya, armada yang terdiri dari ribuan kapal tua ini sering mengganti bendera untuk menghindari sanksi Barat.

“Tanker ini digunakan untuk menghindari sanksi dan mendanai peti perang Rusia,” tegas pejabat Ukraina kepada Ukrainska Pravda.

Oleh karena itu, SBU menganggapnya sebagai target sah yang mutlak (absolutely legitimate target). “Musuh harus paham bahwa Ukraina tidak akan berhenti dan akan menyerang mereka di mana pun di dunia,” ancam sumber tersebut.

Putin: “Kami Pasti Akan Merespons”

Serangan ini terjadi tepat pada hari konferensi pers akhir tahun Presiden Vladimir Putin. Seketika, pemimpin Rusia itu memberikan tanggapan dingin namun tegas.

“Rusia pasti akan merespons serangan Ukraina terhadap armada bayangan,” kata Putin.

Menurutnya, serangan semacam ini tidak akan mengganggu pasokan minyak Rusia, melainkan hanya menciptakan ancaman tambahan. Putin sebelumnya juga pernah mengancam akan memutus akses Ukraina ke Laut Hitam sebagai balasan atas “pembajakan” kapal tankernya.

Baca Juga :  The Fed Tahan Suku Bunga, Trump Lancarkan Perang Terbuka

Dalam siaran maraton empat jam itu, Putin juga menegaskan tidak ada rencana untuk menginvasi Eropa. Namun, ia memperingatkan bahwa operasi militer khusus baru tidak akan terjadi asalkan Rusia diperlakukan dengan hormat.

Perang Hibrida di Lautan

Eskalasi di laut ini menunjukkan tren baru. Negara-negara Barat juga mulai agresif menindak armada hantu.

Contohnya, pasukan Amerika Serikat baru saja menyita tanker sanksi di lepas pantai Venezuela. Selain itu, negara-negara Eropa meningkatkan patroli karena khawatir kapal-kapal tua tanpa transponder ini digunakan Rusia untuk perang hibrida dan spionase.

Kini, Laut Mediterania bukan lagi sekadar jalur liburan atau perdagangan damai. Perairan ini telah berubah menjadi medan tempur baru dalam konflik global yang kian kompleks.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: The Guardian

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Juri Menyatakan Hadi Matar Bersalah atas Penikaman Penulis
Racun Sianida pada Tomat Diduga Tewaskan 15 Gajah di Kenya
14 Warga Meninggal dan Ledakan Mal Picu Krisis
Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih
Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:21 WIB

Juri Menyatakan Hadi Matar Bersalah atas Penikaman Penulis

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:14 WIB

Racun Sianida pada Tomat Diduga Tewaskan 15 Gajah di Kenya

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:30 WIB

14 Warga Meninggal dan Ledakan Mal Picu Krisis

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:12 WIB

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Berita Terbaru