JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Sosok Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto kini mendapat amanah baru sebagai Kapolda Metro Jaya.
Penunjukan itu menjadi babak terbaru dalam perjalanan panjang perwira Polri yang dikenal memiliki pengalaman di bidang reserse sekaligus dunia akademik.
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menunjuk Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya melalui Surat Telegram Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dadang menggantikan Komjen Pol Asep Edi Suheri yang mendapat tugas baru sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri. Sebelum memimpin Polda Metro Jaya, Dadang menjabat Kapolda Maluku.
Penunjukan tersebut juga membawa konsekuensi kenaikan pangkat. Dari sebelumnya berpangkat Inspektur Jenderal (Irjen) atau bintang dua, Dadang mendapat promosi menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) atau bintang tiga.
Sosok Irjen Dadang Hartanto
Dadang Hartanto lahir di Surabaya pada 24 November 1971. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994.
Kariernya banyak bersentuhan dengan bidang reserse dan sejumlah jabatan operasional. Namun, perjalanan Dadang tidak hanya berkembang di lingkungan kepolisian.
Ia juga menekuni dunia pendidikan tinggi. Dadang meraih gelar profesor dan tercatat sebagai Guru Besar Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).
Catatan akademik tersebut menjadi sisi lain dari perjalanan kariernya. Selain menjalankan tugas sebagai perwira tinggi Polri, Dadang aktif dalam pengembangan ilmu administrasi publik dan pendidikan kepolisian.
Perjalanan Karier Dadang Hartanto
Karier Dadang di kepolisian berkembang secara bertahap dari jabatan kewilayahan hingga posisi strategis di tingkat Mabes Polri.
Ia pernah dipercaya menjadi Kapolsek Senen pada 2005. Setelah itu, Dadang mendapat sejumlah penugasan di lingkungan Spripim Polri.
Pada 2009, ia dipercaya menjadi Kapolres Subang. Dua tahun kemudian, Dadang mendapat amanah sebagai Kapolres Cianjur.
Perjalanan berikutnya membawa Dadang ke Jawa Barat. Ia menjabat Wakapolrestabes Bandung pada 2012 dan kemudian dipercaya sebagai Sespri Kapolri.
Pada 2014, Dadang masuk dalam jajaran pengembangan sumber daya manusia Polri sebagai Assessor Utama Bagpenkompeten Robinkar SSDM Polri.
Kariernya kemudian berlanjut di lingkungan Bareskrim. Pada 2016, ia menjabat Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim Polri.
Setahun kemudian, Dadang kembali ke tugas kewilayahan. Ia dipercaya memimpin Polrestabes Medan pada 2017.
Pengalaman di tingkat pusat kembali bertambah ketika Dadang ditunjuk sebagai Karorenmin Bareskrim Polri pada 2019.
Pada 2020, ia mendapat kepercayaan sebagai Wakapolda Sumatera Utara. Posisi tersebut memperkuat pengalaman Dadang dalam mengelola tugas kepolisian di wilayah dengan karakteristik persoalan keamanan yang beragam.
Setelah itu, Dadang menjalani penugasan di bidang pendidikan dan pembinaan. Ia menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri pada 2023.
Setahun kemudian, Dadang dipercaya menjadi Ketua STIK Lemdiklat Polri. Riwayat jabatan tersebut tercatat dalam profil resmi STIK-PTIK.
Pernah Pimpin Polda Maluku
Perjalanan Dadang kembali memasuki ranah kewilayahan ketika ia dipercaya menjadi Kapolda Maluku sebelum kemudian ditunjuk sebagai Kapolda Metro Jaya.
Selama memimpin Polda Maluku, Dadang juga terlibat langsung dalam upaya menjaga keamanan dan penyelesaian persoalan sosial di wilayah tersebut.
Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian ialah proses perdamaian di Fiditan, Maluku, yang turut diwarnai penyerahan senjata tajam dan bom molotov.
Pengalaman tersebut kini menjadi bagian dari bekal Dadang saat memimpin Polda Metro Jaya.
Pernah Jadi Komandan Upacara Hari Bhayangkara
Nama Dadang juga sempat menjadi perhatian publik ketika dipercaya menjadi Komandan Upacara Hari Bhayangkara ke-79 di Monas, Jakarta Pusat, pada 1 Juli 2025.
Saat itu, Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai inspektur upacara. Seusai upacara, Prabowo memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan upacara yang dinilainya berlangsung dengan semangat, tertib, dan disiplin.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan Dadang sebelum kini dipercaya memimpin Polda Metro Jaya.
Riwayat Pendidikan Dadang Hartanto
Berikut riwayat pendidikan yang tercatat dalam sejumlah profil resmi dan publikasi mengenai Dadang Hartanto:
- Akademi Kepolisian (Akpol) – 1994
- Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) – 2002
- Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) – 2008
- Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) – 2017
- Pendidikan doktoral dan pengembangan akademik di bidang hukum/administrasi publik
- Guru Besar Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara – 2023
Tantangan Baru di Polda Metro Jaya
Kini, Dadang memasuki salah satu posisi strategis dalam struktur kewilayahan Polri. Sebagai Kapolda Metro Jaya, ia akan memimpin wilayah hukum yang mencakup DKI Jakarta dan sejumlah wilayah penyangga.
Penunjukan Dadang menjadi bagian dari rotasi 88 perwira tinggi dan menengah Polri yang dilakukan melalui Surat Telegram Kapolri tertanggal 2 Oktober 2026.
Dalam rotasi tersebut, 19 posisi Kapolda turut mengalami pergantian.
Selain Kapolda, sejumlah jabatan strategis di Polda Metro Jaya juga mengalami perubahan.
Karena itu, kepemimpinan Dadang akan berlangsung bersamaan dengan penyegaran sejumlah posisi di lingkungan Polda Metro Jaya.
Dengan pengalaman panjang dari tingkat polsek, polres, polda, Mabes Polri hingga dunia akademik, perjalanan Dadang Hartanto kini memasuki fase baru.
Polda Metro Jaya menjadi ruang berikutnya bagi perwira kelahiran Surabaya tersebut untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. **
Editor : Hadwan













