Sosok Dadang Hartanto, Kapolda Metro Jaya Baru: Karier Panjang hingga Jadi Guru Besar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Irjen Dadang Hartanto Kapolda Metro Jaya yang baru. (Posnews/Humas Polda Maluku)

Irjen Dadang Hartanto Kapolda Metro Jaya yang baru. (Posnews/Humas Polda Maluku)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Sosok Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto kini mendapat amanah baru sebagai Kapolda Metro Jaya.

Penunjukan itu menjadi babak terbaru dalam perjalanan panjang perwira Polri yang dikenal memiliki pengalaman di bidang reserse sekaligus dunia akademik.

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menunjuk Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya melalui Surat Telegram Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dadang menggantikan Komjen Pol Asep Edi Suheri yang mendapat tugas baru sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri. Sebelum memimpin Polda Metro Jaya, Dadang menjabat Kapolda Maluku.

Penunjukan tersebut juga membawa konsekuensi kenaikan pangkat. Dari sebelumnya berpangkat Inspektur Jenderal (Irjen) atau bintang dua, Dadang mendapat promosi menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) atau bintang tiga.

Sosok Irjen Dadang Hartanto

Dadang Hartanto lahir di Surabaya pada 24 November 1971. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994.

Kariernya banyak bersentuhan dengan bidang reserse dan sejumlah jabatan operasional. Namun, perjalanan Dadang tidak hanya berkembang di lingkungan kepolisian.

Ia juga menekuni dunia pendidikan tinggi. Dadang meraih gelar profesor dan tercatat sebagai Guru Besar Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).

Catatan akademik tersebut menjadi sisi lain dari perjalanan kariernya. Selain menjalankan tugas sebagai perwira tinggi Polri, Dadang aktif dalam pengembangan ilmu administrasi publik dan pendidikan kepolisian.

Perjalanan Karier Dadang Hartanto

Karier Dadang di kepolisian berkembang secara bertahap dari jabatan kewilayahan hingga posisi strategis di tingkat Mabes Polri.

Ia pernah dipercaya menjadi Kapolsek Senen pada 2005. Setelah itu, Dadang mendapat sejumlah penugasan di lingkungan Spripim Polri.

Baca Juga :  Warkop di Tanah Abang Diserang Geng Motor, Dua Orang Tertembak

Pada 2009, ia dipercaya menjadi Kapolres Subang. Dua tahun kemudian, Dadang mendapat amanah sebagai Kapolres Cianjur.

Perjalanan berikutnya membawa Dadang ke Jawa Barat. Ia menjabat Wakapolrestabes Bandung pada 2012 dan kemudian dipercaya sebagai Sespri Kapolri.

Pada 2014, Dadang masuk dalam jajaran pengembangan sumber daya manusia Polri sebagai Assessor Utama Bagpenkompeten Robinkar SSDM Polri.

Kariernya kemudian berlanjut di lingkungan Bareskrim. Pada 2016, ia menjabat Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim Polri.

Setahun kemudian, Dadang kembali ke tugas kewilayahan. Ia dipercaya memimpin Polrestabes Medan pada 2017.

Pengalaman di tingkat pusat kembali bertambah ketika Dadang ditunjuk sebagai Karorenmin Bareskrim Polri pada 2019.

Pada 2020, ia mendapat kepercayaan sebagai Wakapolda Sumatera Utara. Posisi tersebut memperkuat pengalaman Dadang dalam mengelola tugas kepolisian di wilayah dengan karakteristik persoalan keamanan yang beragam.

Setelah itu, Dadang menjalani penugasan di bidang pendidikan dan pembinaan. Ia menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri pada 2023.

Setahun kemudian, Dadang dipercaya menjadi Ketua STIK Lemdiklat Polri. Riwayat jabatan tersebut tercatat dalam profil resmi STIK-PTIK.

Pernah Pimpin Polda Maluku

Perjalanan Dadang kembali memasuki ranah kewilayahan ketika ia dipercaya menjadi Kapolda Maluku sebelum kemudian ditunjuk sebagai Kapolda Metro Jaya.

Selama memimpin Polda Maluku, Dadang juga terlibat langsung dalam upaya menjaga keamanan dan penyelesaian persoalan sosial di wilayah tersebut.

Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian ialah proses perdamaian di Fiditan, Maluku, yang turut diwarnai penyerahan senjata tajam dan bom molotov.

Pengalaman tersebut kini menjadi bagian dari bekal Dadang saat memimpin Polda Metro Jaya.

Pernah Jadi Komandan Upacara Hari Bhayangkara

Nama Dadang juga sempat menjadi perhatian publik ketika dipercaya menjadi Komandan Upacara Hari Bhayangkara ke-79 di Monas, Jakarta Pusat, pada 1 Juli 2025.

Baca Juga :  BNN Ungkap Bahaya Ketamin dalam Vape, Modus Baru Jaringan Narkoba Internasional

Saat itu, Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai inspektur upacara. Seusai upacara, Prabowo memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan upacara yang dinilainya berlangsung dengan semangat, tertib, dan disiplin.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan Dadang sebelum kini dipercaya memimpin Polda Metro Jaya.

Riwayat Pendidikan Dadang Hartanto

Berikut riwayat pendidikan yang tercatat dalam sejumlah profil resmi dan publikasi mengenai Dadang Hartanto:

  • Akademi Kepolisian (Akpol) – 1994
  • Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) – 2002
  • Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) – 2008
  • Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) – 2017
  • Pendidikan doktoral dan pengembangan akademik di bidang hukum/administrasi publik
  • Guru Besar Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara – 2023

Tantangan Baru di Polda Metro Jaya

Kini, Dadang memasuki salah satu posisi strategis dalam struktur kewilayahan Polri. Sebagai Kapolda Metro Jaya, ia akan memimpin wilayah hukum yang mencakup DKI Jakarta dan sejumlah wilayah penyangga.

Penunjukan Dadang menjadi bagian dari rotasi 88 perwira tinggi dan menengah Polri yang dilakukan melalui Surat Telegram Kapolri tertanggal 2 Oktober 2026.

Dalam rotasi tersebut, 19 posisi Kapolda turut mengalami pergantian.

Selain Kapolda, sejumlah jabatan strategis di Polda Metro Jaya juga mengalami perubahan.

Karena itu, kepemimpinan Dadang akan berlangsung bersamaan dengan penyegaran sejumlah posisi di lingkungan Polda Metro Jaya.

Dengan pengalaman panjang dari tingkat polsek, polres, polda, Mabes Polri hingga dunia akademik, perjalanan Dadang Hartanto kini memasuki fase baru.

Polda Metro Jaya menjadi ruang berikutnya bagi perwira kelahiran Surabaya tersebut untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Suyudi Mutasi 88 Pati dan Pamen, 19 Kapolda Berganti
Tragedi KM Virgo Transport 8: 80 Korban Meninggal, 55 Masih Dicari
G20 Tolak Pangan Jadi Alat Tekanan Geopolitik, Ini Sikap Mendag Budi
7 Oktober! Sidang Perdana Febrie Adriansyah Dimulai, Jaksa Bacakan Dakwaan
Suyudi Jadi Kapolri, Siapkan Konsolidasi Internal dan Lanjutkan Program Listyo Sigit
Prabowo Lantik 18 Pejabat, Suyudi Jadi Kapolri dan Listyo Sigit Pimpin KSP
Suyudi Soroti No Viral No Justice, Laporan Warga Harus Ditangani Tanpa Menunggu Viral
Komisi III DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Calon Kapolri, Ini Tahap Selanjutnya

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Sosok Dadang Hartanto, Kapolda Metro Jaya Baru: Karier Panjang hingga Jadi Guru Besar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:42 WIB

Tragedi KM Virgo Transport 8: 80 Korban Meninggal, 55 Masih Dicari

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:33 WIB

G20 Tolak Pangan Jadi Alat Tekanan Geopolitik, Ini Sikap Mendag Budi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:20 WIB

7 Oktober! Sidang Perdana Febrie Adriansyah Dimulai, Jaksa Bacakan Dakwaan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Suyudi Jadi Kapolri, Siapkan Konsolidasi Internal dan Lanjutkan Program Listyo Sigit

Berita Terbaru

Taiwan menerima dua jet tempur F-16V Block 70 pertama dari Amerika Serikat untuk memperkuat armada pertahanan udara. Simak informasi selengkapnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Taiwan Menyambut Dua Jet Tempur F-16V Pertama

Sabtu, 3 Okt 2026 - 11:30 WIB

Pemerintah Prancis meliburkan 400 sekolah akibat aksi unjuk rasa siswa yang berujung rusuh di berbagai kota. Simak laporan selengkapnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Gelombang Unjuk Rasa Siswa Tutup Ratusan Sekolah di Prancis

Sabtu, 3 Okt 2026 - 10:33 WIB