Air Hujan di Jakarta Tercemar Mikroplastik, DLH DKI Bergerak Cepat

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, BMKG memprediksi cuaca Jabodetabek pada Kamis (21/5/2026) pagi didominasi kondisi berawan hingga berawan tebal. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, BMKG memprediksi cuaca Jabodetabek pada Kamis (21/5/2026) pagi didominasi kondisi berawan hingga berawan tebal. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Biasanya mandi hujan akan sangat menyegarkan. Namun hujan di Ibu Kota kini tak lagi sesegar dulu.

Penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap fakta mengejutkan: air hujan di Jakarta mengandung mikroplastik berbahaya.

Temuan ini langsung membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta bergerak cepat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto menyebut, hasil riset BRIN menjadi alarm keras bagi kondisi lingkungan Ibu Kota.

Menurutnya, polusi plastik kini bukan hanya mengotori laut dan sungai, tapi sudah menyebar hingga ke atmosfer Jakarta.

“Temuan BRIN ini adalah peringatan serius. Polusi plastik kini sampai di langit Jakarta. Kami harus bergerak cepat dan kolaboratif,” tegas Asep, Sabtu (18/10/2025).

Asep menegaskan, pihaknya tengah memperkuat program pengendalian sampah plastik dari hulu hingga hilir, termasuk pemantauan kualitas udara dan air hujan secara terpadu.

DKI Perkuat Aturan dan Inovasi

Pemprov DKI sejatinya telah menerapkan berbagai aturan pengurangan plastik, mulai dari Pergub No. 142/2019 tentang penggunaan kantong ramah lingkungan, hingga program Jakstrada Persampahan yang menargetkan 30% pengurangan sampah dari sumbernya.

Baca Juga :  Digital Detox 101: Cara Memutus Kecanduan Gadget

Selain itu, bank sampah, TPS 3R, dan inisiatif daur ulang komunitas terus diperluas agar limbah plastik tidak berakhir di tempat terbuka.

“Pengurangan plastik harus dimulai dari rumah tangga, industri, sampai sektor jasa. Semua punya peran,” ujar Asep menegaskan.

DLH kini bekerja sama dengan BRIN melalui sistem Jakarta Environmental Data Integration (JEDI) — platform pemantauan lingkungan berbasis data.

Hasil pengukuran mikroplastik di udara dan air hujan akan menjadi dasar kebijakan baru untuk melawan polusi plastik.

Pemprov juga meluncurkan kampanye “Jakarta Tanpa Plastik di Langit dan Bumi” untuk mengajak warga mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan tidak membakar sampah sembarangan.

Kolaborasi untuk Jakarta Bersih

Menurut Asep, DLH membuka peluang kolaborasi lintas sektor — dari dunia usaha, lembaga riset, hingga komunitas lingkungan.

Baca Juga :  Mungo Man dan Ritual Pemakaman Tertua di Dunia

“Kami siap bekerja sama dalam riset, teknologi filtrasi, dan produk ramah lingkungan. Langit bersih dari mikroplastik adalah tanggung jawab bersama,” ungkapnya.

BRIN: Mikroplastik Berasal dari Aktivitas Manusia

Peneliti BRIN Muhammad Reza Cordova menjelaskan, riset sejak 2022 menemukan mikroplastik dalam setiap sampel air hujan di Jakarta. Partikel itu berasal dari serat pakaian sintetis, debu kendaraan, sisa ban, hingga pembakaran plastik.

“Mikroplastik melayang di udara, kemudian turun bersama air hujan,” jelas Reza.

Sementara itu, Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Firdaus Ali menegaskan, Pemprov DKI selalu responsif terhadap hasil riset terkait kualitas lingkungan.

“Kami kendalikan penggunaan plastik berkualitas rendah yang justru berkontribusi besar terhadap peningkatan mikroplastik di alam,” katanya.

Firdaus menambahkan, plastik daur ulang sederhana yang banyak dipakai di pasar tradisional dan warung justru mudah terurai dan menghasilkan partikel mikroplastik berbahaya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pramono Anung Soroti Pembuangan Sampah Ilegal, Hotel dan Restoran Ikut Diawasi
BMKG: Bogor dan Depok Berpotensi Hujan Ringan, Jakarta Cerah Berawan Hari Ini
Pramono: Pagar Besi Tinggi di Pusat Perbelanjaan Beri Citra Buruk bagi Jakarta
Cuaca Jabodetabek 1 Agustus 2026: Bekasi Terpanas, Bogor Paling Sejuk
Pemprov DKI Tetapkan Tarif Transjakarta Blok M–Bandara Soetta Rp15.000
Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Polisi Imbau Warga Hindari Kawasan Monas
SUTET Priok–Muara Tawar Dipercepat, PLN Salurkan Kompensasi Warga di Cilincing
Cuaca Jabodetabek Jumat Ini, Jakarta Cerah dan Bekasi-Bogor Hujan Ringan

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:04 WIB

Pramono Anung Soroti Pembuangan Sampah Ilegal, Hotel dan Restoran Ikut Diawasi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:36 WIB

BMKG: Bogor dan Depok Berpotensi Hujan Ringan, Jakarta Cerah Berawan Hari Ini

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:32 WIB

Pramono: Pagar Besi Tinggi di Pusat Perbelanjaan Beri Citra Buruk bagi Jakarta

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Cuaca Jabodetabek 1 Agustus 2026: Bekasi Terpanas, Bogor Paling Sejuk

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:48 WIB

Pemprov DKI Tetapkan Tarif Transjakarta Blok M–Bandara Soetta Rp15.000

Berita Terbaru

Eskalasi gempuran udara di ibu kota. Rusia menembakkan gelombang rudal balistik dan drone ke Kyiv, menewaskan tiga warga serta memicu ketidakpastian lisensi Patriot dari AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tiga Warga Meninggal dan Trump Tinjau Ulang Lisensi Patriot

Minggu, 2 Agu 2026 - 09:00 WIB

Krisis imigrasi terbesar Afrika-Eropa. Spanyol berhasil memulangkan puluhan ribu migran dari Ceuta di tengah ketegangan diplomatik Uni Eropa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Spanyol Pulangkan 50 Ribu Migran dan Italia Bekukan Schengen

Minggu, 2 Agu 2026 - 08:00 WIB