Air Kali Bekasi Hitam Pekat, DLH Ungkap Dugaan Pencemaran

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi air Kali Bekasi berwarna hitam pekat dan diduga tercemar berdasarkan hasil pemantauan DLH Kota Bekasi. (Posnews/Pemkot Bekasi)

Kondisi air Kali Bekasi berwarna hitam pekat dan diduga tercemar berdasarkan hasil pemantauan DLH Kota Bekasi. (Posnews/Pemkot Bekasi)

BEKASI, POSNEWS.CO.ID – Warga Bekasi dibuat geger setelah video air Kali Bekasi berubah hitam pekat menyerupai oli bekas viral di media sosial.

Warna air yang menghitam dan bau menyengat memicu kekhawatiran pencemaran serius di aliran sungai tersebut.

Menanggapi viralnya video itu, Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) langsung turun ke lapangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Petugas mengambil sampel air dan menyisir aliran sungai untuk menelusuri sumber dugaan pencemaran.

DLH Kota Bekasi mulai memeriksa Kali Cileungsi pada 20 Juli 2026, lalu mengambil sampel air Kali Bekasi pada 22 Juli 2026.

Baca Juga :  MRT–Transjakarta Terkoneksi 92 Persen, Pemprov DKI Dorong Rute Baru Bandara–Blok M

Tim menelusuri aliran sungai pada 27 dan 30 Juli 2026 untuk memetakan pencemaran.

Hasil Uji Laboratorium

Pemkot Bekasi menyebut air di sekitar Cluster Richmond, Kota Wisata, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, berwarna hitam pekat dan berbau menyengat.

Kepala DLH Kota Bekasi Kiswatiningsih mengatakan hasil uji laboratorium menunjukkan sejumlah parameter kualitas air telah melampaui baku mutu lingkungan, termasuk TSS, BOD, DO, nikel terlarut, seng terlarut, tembaga terlarut, dan fecal coliform.

“Temuan tersebut mengindikasikan adanya pencemaran yang berpotensi menurunkan kualitas air di sepanjang aliran sungai,” ujar Kiswatiningsih.

Baca Juga :  Rutan Depok Gelar Skrining HPV dan Pemeriksaan Kesehatan Warga Binaan

Dugaan Sumber Pencemaran dari Kabupaten Bogor

Berdasarkan penelusuran lapangan, DLH Kota Bekasi menduga sumber pencemaran berasal dari wilayah administratif Kabupaten Bogor.

Aliran air tercemar telah mencapai Pangkalan 6, Bantargebang, dan terus mengalir ke Delta Pekayon, Bekasi Selatan.

Karena dampaknya melintasi lebih dari satu wilayah, penanganan kasus ini membutuhkan koordinasi lintas instansi.

DLH Kota Bekasi telah mengirim surat kepada Kementerian Lingkungan Hidup, DLH Jawa Barat, dan DLH Kabupaten Bogor untuk mempercepat penanganan.

Pemkot Bekasi akan terus memantau kualitas air dan berkoordinasi dengan instansi terkait. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pulang dari Perantauan Demi Memilih, Partisipasi Pilkades Bekasi Capai 95 Persen
Cuaca Jabodetabek Senin 21 September, Hujan Berpotensi Turun
Pilkades Bekasi 2026 Kondusif, 12.261 Personel Kawal hingga Penghitungan Suara
Pilkades Serentak Bekasi Digelar di 154 Desa, TPS Digital Jadi Sorotan
OMC Jakarta Diperpanjang hingga 22 September, BMKG Ungkap Fenomena Kelvin
Jakarta Mulai Masuk Musim Hujan Oktober, BMKG Ungkap Puncaknya
Pilkades Kabupaten Bekasi 2026 Hari Ini, 12.261 Personel Dikerahkan, 121 TPS Rawan
Cuaca Jabodetabek 20 September, Waspada Hujan dan Petir

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 09:54 WIB

Pulang dari Perantauan Demi Memilih, Partisipasi Pilkades Bekasi Capai 95 Persen

Senin, 21 September 2026 - 06:08 WIB

Cuaca Jabodetabek Senin 21 September, Hujan Berpotensi Turun

Minggu, 20 September 2026 - 20:14 WIB

Pilkades Bekasi 2026 Kondusif, 12.261 Personel Kawal hingga Penghitungan Suara

Minggu, 20 September 2026 - 19:57 WIB

Pilkades Serentak Bekasi Digelar di 154 Desa, TPS Digital Jadi Sorotan

Minggu, 20 September 2026 - 19:47 WIB

OMC Jakarta Diperpanjang hingga 22 September, BMKG Ungkap Fenomena Kelvin

Berita Terbaru

KPK menemukan petunjuk dugaan aliran uang dalam kasus HGB Summarecon.

NASIONAL

KPK Temukan Jejak Aliran Uang Kasus HGB Summarecon

Senin, 21 Sep 2026 - 18:13 WIB