JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan jaringan transportasi publik di Ibu Kota telah terintegrasi hingga 92 persen.
Namun, tingkat pemanfaatannya oleh masyarakat masih belum optimal.
“Konektivitas transportasi Jakarta hampir 92 persen, tetapi penggunaannya belum maksimal,” ujar Pramono saat groundbreaking Entrance Stasiun MRT Harmoni di kawasan Duta Merlin, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).
Menurut Pramono, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan antara ketersediaan infrastruktur dan kebiasaan warga dalam menggunakan transportasi umum.
Padahal, moda MRT, Transjakarta, hingga Transjabodetabek kini telah saling terhubung.
Pemprov DKI Dorong Rute Baru Transjabodetabek
Sebagai langkah lanjutan, Pemprov DKI Jakarta berencana membuka rute baru Transjabodetabek untuk meningkatkan minat masyarakat. Salah satu rute yang diusulkan adalah Bandara menuju Blok M.
Pramono menilai rute tersebut memiliki potensi besar karena tingginya minat masyarakat terhadap layanan transportasi bandara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya yakin rute Bandara–Blok M akan ramai dan meningkatkan penggunaan transportasi publik,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Pramono secara resmi memulai pembangunan Entrance Stasiun Harmoni MRT Jakarta Fase 2A.
Proyek ini akan menjadi simpul transportasi strategis yang menghubungkan pusat pemerintahan hingga kawasan Kota Tua.
Ia optimistis kawasan Harmoni akan berkembang menjadi Transit Oriented Development (TOD) unggulan dan kembali hidup seiring beroperasinya MRT.
MRT Fase 2 Target Beroperasi 2029
Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat menyampaikan progres pembangunan MRT Fase 2 hingga 2025 telah mencapai 61 persen, sedangkan pembangunan Stasiun Harmoni berada di angka 56 persen.
MRT Jakarta menargetkan jalur Bundaran HI–Monas beroperasi pada 2027 dan berlanjut hingga Kota Tua pada 2029.
Stasiun Harmoni nantinya memiliki tujuh pintu masuk yang terintegrasi langsung dengan halte Transjakarta.
“Stasiun Harmoni akan menjadi titik integrasi penting sistem transportasi massal Jakarta,” pungkas Tuhiyat. (red)
Editor : Hadwan


















