Diplomasi di Bawah Bayang-Bayang Rudal: Netanyahu Incar Dialog Langsung dengan Lebanon

Jumat, 10 April 2026 - 19:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Jalan terjal menuju damai. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara mengejutkan mengincar perundingan langsung dengan Beirut guna meredakan perang, saat sekutu Barat memberikan tekanan hebat untuk menjaga gencatan senjata AS-Iran. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Jalan terjal menuju damai. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara mengejutkan mengincar perundingan langsung dengan Beirut guna meredakan perang, saat sekutu Barat memberikan tekanan hebat untuk menjaga gencatan senjata AS-Iran. Dok: Istimewa.

TEL AVIV, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Israel mulai membuka pintu diplomasi formal guna mengakhiri konfrontasi berdarah di perbatasan utara. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu secara resmi memberikan instruksi untuk memulai perundingan damai dengan Lebanon sesegera mungkin.

Dalam konteks ini, perubahan sikap Netanyahu terjadi setelah serangan udara terdahsyat pada hari Rabu yang merenggut lebih dari 300 nyawa di Lebanon. Tragedi tersebut memicu kecaman global dan ancaman Iran untuk menarik diri dari kesepakatan damai dengan Amerika Serikat.

Tekanan Donald Trump dan Sikap Tegas Sekutu Barat

Presiden Donald Trump mulai menekan Israel agar menurunkan intensitas serangan militernya. Trump menginginkan stabilitas kawasan guna menjamin keberhasilan gencatan senjata yang ia umumkan baru-baru ini. “Saya sudah berbicara dengan ‘Bibi’ dan dia akan bersikap lebih tenang,” ujar Trump dalam wawancara dengan NBC News.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, kecaman keras datang dari Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan PM Spanyol Pedro Sanchez. Starmer menegaskan bahwa penghentian agresi terhadap warga sipil adalah masalah prinsip yang tidak bisa Washington abaikan. Sebagai hasilnya, Israel kini bersiap melakukan de-eskalasi militer di tengah pengawasan ketat masyarakat internasional di tahun 2026 ini.

Baca Juga :  Danau Bosumtwi dan Upaya Peneliti Membaca Jejak Iklim Purba

Agenda Perundingan: Pelucutan Senjata Hezbollah

Meskipun bersedia berdialog, Netanyahu menetapkan syarat keamanan yang kaku. Fokus utama negosiasi di Washington pekan depan adalah pelucutan senjata total kelompok Hezbollah. Israel merujuk pada perjanjian tahun 2024 yang menetapkan hanya pasukan resmi Lebanon yang boleh memiliki senjata di wilayah selatan.

Meskipun demikian, pihak Hezbollah secara tegas menolak ide negosiasi langsung tersebut. Anggota parlemen Hezbollah, Ali Fayyad, menuntut gencatan senjata permanen sebagai syarat mutlak sebelum pembicaraan lanjutan dapat terlaksana. Oleh karena itu, efektivitas otoritas pemerintah Lebanon di bawah Presiden Joseph Aoun akan menjadi kunci utama kesuksesan misi diplomatik ini.

Iran dan Kelumpuhan Energi di Selat Hormuz

Di sisi lain, Teheran tetap memperkeras posisinya terhadap Washington dan Tel Aviv. Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, bersumpah untuk membalas kematian ayahnya melalui kontrol ketat di Selat Hormuz. Bahkan, Iran menuntut kompensasi finansial yang masif atas seluruh kerusakan infrastruktur selama perang berlangsung.

Baca Juga :  Malam Tahun Baru 2026, Prabowo Makan dan Nonton Bareng Warga Terdampak Banjir

Akibatnya, arus logistik energi dunia masih berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Data pelacakan maritim menunjukkan hanya satu kapal tanker yang berani melintasi selat tersebut dalam 24 jam terakhir. Oleh sebab itu, kedaulatan energi global kini menjadi sandera dalam kemelut politik yang kian buntu antara blok AS-Israel melawan poros perlawanan Iran.

Menanti Hasil Pertemuan Washington

Dunia kini menaruh harapan besar pada pertemuan tingkat tinggi di Washington pekan depan. Pada akhirnya, kemampuan Amerika Serikat dalam memoderasi tuntutan Israel dan aspirasi Lebanon akan menentukan peta perdamaian baru.

Dengan demikian, masyarakat internasional memantau apakah Benjamin Netanyahu benar-benar berkomitmen pada jalan damai atau hanya sekadar melakukan manuver politik sesaat. Tanpa adanya kesepakatan yang adil bagi kedaulatan Lebanon, api peperangan di tahun 2026 berisiko berkobar kembali dan menghancurkan setiap upaya diplomasi yang telah pemerintah bangun dengan susah payah.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Takaichi dan Anwar Ibrahim Sepakati Kemitraan Energi Baru
Tabung Oksigen Terpental Saat Pengisian di Cilincing, Hantam Rumah dan Warung Warga
Cuaca Jabodetabek Hari Ini Cerah Berawan, Suhu Udara Capai 34 Derajat Celsius
Tim Penyelamat Terus Cari Korban Tertimbun di General Santos
Isu Demo Besar Juni-Juli 2026, Kapolri Pastikan Polri Kawal Aksi Secara Humanis
Kapolri Siapkan Nobar Piala Dunia 2026 Gratis di Mabes, Polda hingga Polsek
Roberto Sánchez Unggul Tipis Atas Keiko Fujimori
Tak Mau Bayar Makan, 2 Pria Keroyok Pedagang Sate di Rawasari Diciduk Polisi

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:12 WIB

Takaichi dan Anwar Ibrahim Sepakati Kemitraan Energi Baru

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:07 WIB

Tabung Oksigen Terpental Saat Pengisian di Cilincing, Hantam Rumah dan Warung Warga

Kamis, 11 Juni 2026 - 05:35 WIB

Cuaca Jabodetabek Hari Ini Cerah Berawan, Suhu Udara Capai 34 Derajat Celsius

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:43 WIB

Tim Penyelamat Terus Cari Korban Tertimbun di General Santos

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:00 WIB

Isu Demo Besar Juni-Juli 2026, Kapolri Pastikan Polri Kawal Aksi Secara Humanis

Berita Terbaru

Mengamankan jalur energi regional. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan PM Malaysia Anwar Ibrahim memperkuat kemitraan maritim serta jaminan pasokan LNG di tengah krisis Timur Tengah. (David Mareuil/Pool Photo via AP)

INTERNASIONAL

Takaichi dan Anwar Ibrahim Sepakati Kemitraan Energi Baru

Kamis, 11 Jun 2026 - 06:12 WIB

Duka di Mindanao. Tim penyelamat menyisir puing-puing bangunan komersial di General Santos pasca-gempa bumi dahsyat magnitudo 7,8 yang menewaskan puluhan warga. Dok: REUTERS/Noel Celis

INTERNASIONAL

Tim Penyelamat Terus Cari Korban Tertimbun di General Santos

Rabu, 10 Jun 2026 - 18:43 WIB