LONDON, POSNEWS.CO.ID – PM Inggris Keir Starmer resmi mengumumkan rencana pengunduran diri dari jabatan ketua Partai Buruh.
Starmer mengambil keputusan ini setelah kehilangan dukungan dari para anggota parlemen partainya sendiri.
Ia akan menyerahkan kekuasaan segera setelah partai memilih pemimpin baru pada bulan Juli depan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mantan Wali Kota Greater Manchester Andy Burnham langsung mengajukan diri sebagai calon pengganti paling kuat.
Kemenangan Mutlak di Makerfield
Langkah Burnham menuju kursi perdana menteri semakin mulus pasca kemenangan besarnya pada pemilu sela.
Ia sukses merebut kursi parlemen wilayah Makerfield di bagian barat daya Inggris pekan lalu.
Burnham meraih hampir 55 persen suara dan mengalahkan kandidat dari partai Reform UK.
Keberhasilan ini membuktikan kapasitas Burnham untuk merangkul pemilih dari berbagai spektrum politik secara luas.
Meskipun popularitas Partai Buruh sempat merosot tajam, ia mampu mendongkrak perolehan suara secara signifikan.
Solidaritas Internal dan Tantangan Aturan
Mantan Menteri Kesehatan Wes Streeting memberikan dukungan penuh bagi pencalonan Andy Burnham saat ini.
Streeting menilai Burnham merupakan sosok tepat untuk memimpin perjuangan melawan kekuatan nasionalisme radikal.
Kader senior lain seperti Angela Rayner dan Al Carns belum memberikan pernyataan resmi mereka.
Aturan partai mewajibkan setiap calon mengamankan dukungan minimal 81 anggota parlemen faksi Buruh.
Selanjutnya, calon harus mendapatkan restu dari lima persen pengurus partai tingkat daerah.
Menuju Kursi Downing Street
Pemerintah Inggris mengizinkan pergantian perdana menteri di tengah masa jabatan tanpa pemilu nasional.
Komite eksekutif nasional Partai Buruh akan membuka masa pencalonan resmi mulai tanggal sembilan Juli.
Jika hanya ada satu calon, Burnham akan langsung melenggang menuju Downing Street Nomor 10.
Namun, persaingan ketat akan membuat proses pemilihan ketua umum berjalan hingga bulan September nanti.
Pada akhirnya, Raja Charles III akan meminta pemenang pemilu untuk membentuk pemerintahan baru segera.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












