Australia-Jepang Perkuat Poros Pertahanan: Dari Kapal Perang Mogami hingga Misi AUKUS

Sabtu, 6 Desember 2025 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Hadapi ancaman China, Australia dan Jepang pererat aliansi militer. Menhan Richard Marles kunjungi galangan kapal perang di Nagasaki sebelum terbang ke Washington bahas AUKUS. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Hadapi ancaman China, Australia dan Jepang pererat aliansi militer. Menhan Richard Marles kunjungi galangan kapal perang di Nagasaki sebelum terbang ke Washington bahas AUKUS. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, memulai kunjungan strategis ke Jepang pada Sabtu (06/12/2025). Ia dijadwalkan bertemu langsung dengan rekan sejawatnya, Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi.

Kunjungan ini membawa misi diplomatik yang mendesak. Tujuannya, memperdalam hubungan pertahanan di tengah situasi geopolitik kawasan yang kian memanas. Australia ingin bergerak cepat merangkul pemerintahan baru Perdana Menteri Sanae Takaichi.

Pejabat Australia menegaskan kesamaan visi kedua negara. Menurutnya, Tokyo dan Canberra memiliki ambisi strategis yang selaras untuk merespons tantangan global yang semakin kompleks.

“Hubungan kami dengan Jepang terus tumbuh semakin kuat,” ujar Marles dalam pernyataan resminya sebelum keberangkatan.

Kontrak Kapal Perang Bersejarah

Agenda utama pertemuan ini menyoroti kerja sama industri pertahanan yang masif. Sebelumnya, pada Agustus lalu, Australia telah memberikan kontrak fantastis senilai A$10 miliar (sekitar $6,5 miliar) kepada Mitsubishi Heavy Industries.

Raksasa industri Jepang itu mendapat mandat untuk membangun fregat kelas Mogami bagi Angkatan Laut Australia. Faktanya, kesepakatan ini menandai penjualan pertahanan paling konsekuensial bagi Tokyo sejak mereka mencabut larangan ekspor militer pada 2014.

Baca Juga :  Bencana di Sumatera, BNPB: 990 Korban Tewas, 222 Hilang, 9 Ribu Mengungsi di 3 Provinsi

Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa Jepang mulai menjauh dari doktrin pasifisme pasca-perang. Rencananya, Marles akan mengunjungi langsung galangan kapal perusahaan tersebut di Nagasaki, Jepang selatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengamankan Rute Dagang dari China

Australia memiliki alasan strategis di balik pembelian armada ini. Mereka berencana mengerahkan fregat canggih tersebut untuk melindungi rute perdagangan maritim yang vital.

Selain itu, kapal-kapal ini akan menjaga pendekatan utara Australia di Samudra Hindia dan Pasifik. Pasalnya, jejak militer China di kawasan tersebut terus meluas secara agresif.

Koizumi menyambut baik kunjungan ini. “Kami berencana mengadakan diskusi konkret untuk kemajuan lebih lanjut dalam kerja sama pertahanan Jepang-Australia,” katanya dalam konferensi pers.

Kunjungan ini terjadi di momen yang sensitif. Hubungan Jepang dan China sedang berada di titik nadir diplomatik. Penyebabnya, PM Takaichi baru-baru ini menyatakan bahwa serangan hipotetis China ke Taiwan dapat memicu respons militer dari Tokyo.

Baca Juga :  Tiongkok Semprot Jepang di PBB: Ucapan PM Takaichi Soal Taiwan Dinilai Ancaman Perang

Lanjut ke Washington Bahas AUKUS

Setelah menyelesaikan agenda di Tokyo, Marles tidak akan langsung pulang. Selanjutnya, ia dijadwalkan terbang ke Washington minggu depan.

Di sana, ia akan bertemu dengan menteri pertahanan Amerika Serikat dan Inggris. Fokus utamanya adalah membahas kelanjutan kemitraan kapal selam bertenaga nuklir AUKUS.

Pentagon sendiri baru saja menyelesaikan tinjauan proyek tersebut pada Kamis. Hasilnya, pejabat AS menyebut mereka telah menemukan area strategis untuk menempatkan kesepakatan AUKUS pada “pijakan terkuat yang mungkin”.

Pada akhirnya, rangkaian diplomasi pertahanan ini menegaskan posisi Australia. Canberra sedang membangun jaring pengaman berlapis bersama sekutu utamanya, Jepang dan AS, demi menghadapi dinamika keamanan Indo-Pasifik yang tak menentu.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Reuters

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parkiran Minimarket Jadi Lokasi Transaksi, 18 Kg Ganja Disita Polisi di Duri Kepa
ABK Mengaku Tak Tahu Muatan Narkoba, Pigai: Hukuman Mati Tak Sejalan HAM
Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas
Menko Polkam Atensi Keamanan Papua, Negara Tak Mundur Hadapi Teror Bandara
Ditangkap Saat Sahur, Begal Modus Fitnah Pelecehan Ternyata Sudah 4 Kali Beraksi
Kunjungan Trump ke Beijing: Diplomasi Dagang di Tengah Pukulan Hukum Mahkamah Agung
Ambisi Militer Takaichi: Jepang Akhiri Era Pasifis dan Perkuat Kapabilitas Serangan Balik
Inggris Pertimbangkan UU untuk Hapus Andrew Mountbatten-Windsor dari Garis Suksesi

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:10 WIB

Parkiran Minimarket Jadi Lokasi Transaksi, 18 Kg Ganja Disita Polisi di Duri Kepa

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:57 WIB

ABK Mengaku Tak Tahu Muatan Narkoba, Pigai: Hukuman Mati Tak Sejalan HAM

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:37 WIB

Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas

Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:52 WIB

Menko Polkam Atensi Keamanan Papua, Negara Tak Mundur Hadapi Teror Bandara

Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:39 WIB

Ditangkap Saat Sahur, Begal Modus Fitnah Pelecehan Ternyata Sudah 4 Kali Beraksi

Berita Terbaru

Zelensky sedang memberikan pidato pada konferensi beberapa bulan yang lalu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas

Sabtu, 21 Feb 2026 - 15:37 WIB