Baku Tembak di Lanny Jaya, Komandan OPM Tumbang di Tangan Kopassus

Kamis, 9 Oktober 2025 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Komandan OPM, Mayu Waliya, yang tewas ditembak TNI di Lanny Jaya. Dok: Istimewa

Komandan OPM, Mayu Waliya, yang tewas ditembak TNI di Lanny Jaya. Dok: Istimewa

PAPUA, POSNEWS.CO.ID – Mencekam, baku tembak meletus antara Satgas Habema dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Unambunggu, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan.

Dalam baku tembak itu, Komandan Operasi OPM Kodap XII, Mayu Waliya, tewas ditembak pasukan elite TNI AD Kopassus.

Panglima Komando Operasi Satgas Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, membenarkan peristiwa tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari laporan yang kami terima, satu anggota KKB bernama Mayu Waliya tewas saat kontak tembak berlangsung,” ujarnya, Kamis (9/10/2025).

Baca Juga :  Diplomasi yang Retak: Marco Rubio Bantah Klaim Zelenskyy Soal Syarat Penyerahan Donbas

Menurut jenderal Kopassus itu, identitas korban baru dipastikan sehari kemudian setelah tim memeriksa isi ponsel yang ditemukan di lokasi kejadian.

Dari hasil penyelidikan, diketahui Mayu Waliya menjabat sebagai Komandan Operasi Kodap XII/Lanny Jaya di bawah pimpinan Purom Okiman Wenda.

Sebelumnya, pada Minggu (5/10/2025), pasukan Koops Habema berhasil menguasai markas utama OPM Kodap XII/Lanny Jaya di wilayah pegunungan Unambunggu.

Markas tersebut selama ini menjadi pusat komando kelompok bersenjata yang kerap menyerang aparat dan warga sipil.

Dalam operasi penyergapan itu, TNI menemukan sejumlah barang bukti penting, antara lain amunisi kaliber 7,62 mm dan 5,56 mm, teleskop senjata, alat penglihatan malam (NVG), radio komunikasi (HT), handphone, dokumen strategis, hingga atribut KKB dan bendera Bintang Kejora.

Baca Juga :  Serangan Siber Teheran: Peretas Iran Bobol Email Pribadi Direktur FBI Kash Patel

Mayjen Lucky menegaskan, seluruh operasi dilakukan secara profesional, terukur, dan berpedoman pada perlindungan warga sipil.

“Kontak senjata terjadi sebagai respons atas serangan balasan KKB. Pasukan kami bertindak sesuai prosedur, menjaga disiplin tempur, dan memastikan keselamatan masyarakat sekitar,” tegasnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
AntĂłnio Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia
Dua Bos PT SJU Ditahan, Penyidik Buru Jejak Uang dan Aset Tambang Ilegal
Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

AntĂłnio Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:21 WIB

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:12 WIB

Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB