Bandar Narkoba Kakap “The Doctor” Dicokok di Malaysia, Buang HP demi Hapus Jejak

Selasa, 7 April 2026 - 19:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penangkapan bandar narkoba Andre Fernando Tjandra alias The Doctor di Penang Malaysia oleh tim gabungan Polri dan Interpol. (Posnews/Ist)

Penangkapan bandar narkoba Andre Fernando Tjandra alias The Doctor di Penang Malaysia oleh tim gabungan Polri dan Interpol. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pelarian panjang bandar narkoba internasional Andre Fernando Tjandra alias “The Doctor” akhirnya berakhir dramatis.

Tim gabungan Bareskrim Polri, Divhubinter, dan Interpol berhasil membekuk otak sindikat narkoba jaringan Erwin Iskandar alias Koko Erwin di Penang, Malaysia.

Penangkapan berlangsung cepat dan terukur di area VIP Lounge Bandara Internasional Penang, setelah sebelumnya tersangka diamankan di sebuah hotel mewah di kawasan Butterworth pada Minggu (5/4/2026).

Awalnya, penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengendus peran besar “The Doctor” dari penggerebekan tempat hiburan malam White Rabbit di kawasan PIK.

Dari hasil pengembangan, polisi mengungkap bahwa Andre adalah pemasok utama narkotika untuk jaringan besar, termasuk ke tangan pengedar di klub malam.

Tak butuh waktu lama, statusnya langsung naik menjadi buronan setelah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 1 Maret 2026.

Selanjutnya, tim gabungan bergerak cepat. Mereka berkoordinasi lintas negara melalui Interpol hingga akhirnya berhasil melacak keberadaan tersangka di Malaysia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ditangkap di Hotel Mewah, Tanpa Paspor

Saat ditangkap, Andre berada di kamar hotel bersama seorang perempuan warga negara Kazakhstan. Namun, petugas tidak menemukan paspor miliknya.

Baca Juga :  Iran Siap Negosiasi, Trump Tetapkan Deadline Rahasia

Akibatnya, proses pemulangan sempat tertunda hingga pihak KJRI Penang menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP).

Setelah itu, pada Senin (6/4/2026), tim Bareskrim langsung membawa tersangka ke Indonesia menggunakan penerbangan Batik Air Malaysia menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Peran Vital: Broker, Penjamin, dan Pengendali

Dari hasil interogasi, Andre bukan pemain biasa. Ia berperan sebagai:

  • Perantara transaksi narkotika lintas negara
  • Penjamin antara bandar besar dan pembeli
  • Pengendali distribusi ke jaringan hiburan malam

Lebih mengejutkan lagi, ia memiliki dua “bos besar”:

  • Hendra, WNI asal Aceh yang bermukim di Malaysia
  • Tomy, warga negara Malaysia

Keduanya bahkan tidak saling mengenal, namun sama-sama memasok barang haram ke Andre.

Bisnis Haram Bernilai Miliaran

Dalam aksinya, “The Doctor” mengedarkan berbagai jenis narkotika dengan nilai fantastis:

  • Sabu: hingga 5 kilogram (Rp380 juta/kg, dijual Rp390 juta/kg)
  • Etomidate (obat bius dalam vape): ratusan hingga ribuan pcs
  • Happy Five/Happy Water: puluhan paket

Barang tersebut kemudian diedarkan ke jaringan hiburan malam, termasuk melalui tangan pengedar seperti Mami Mika.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Berawan hingga Hujan, Ini Wilayah yang Perlu Waspada

Modus Licin: Buang HP demi Hapus Jejak

Saat mengetahui dirinya masuk DPO, Andre langsung panik. Ia nekat membuang iPhone miliknya di jalan tol Kuala Lumpur menuju Selangor untuk menghilangkan jejak digital.

Namun, langkah itu sia-sia. Polisi tetap berhasil melacak aliran dana dari rekeningnya yang digunakan sebagai penampung transaksi narkoba.

Polisi menyita sejumlah barang mewah dari tangan tersangka, di antaranya:

  • 3 unit smartphone (iPhone & Oppo)
  • Apple Watch & jam tangan Rolex
  • Tas branded Louis Vuitton
  • E-wallet dan dokumen perjalanan

Jaringan Lebih Besar Diburu

Kini, Bareskrim Polri terus mengembangkan kasus ini. Polisi memburu dua bos besar di balik jaringan serta menelusuri jalur distribusi narkoba internasional.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menegaskan, penangkapan ini bukan akhir, melainkan pintu masuk untuk membongkar jaringan yang lebih luas.

Polri memastikan akan terus memburu pelaku lain tanpa kompromi. Dengan pengungkapan ini, aparat kembali menegaskan: tidak ada tempat aman bagi bandar narkoba, bahkan hingga lintas negara. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Kita Merasa Lelah dan Depresi di Era Kebebasan?
Antroposen dan Kematian Alam: Menggugat Posisi Manusia
Kasus Iklan Bank BJB, Penyidikan KPK Dalami Dokumen Keuangan dan Sorot Ridwan Kamil
Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia Berangkat 22 April, Persiapan 100 Persen Rampung
Kadiv Humas Polri Pastikan Seleksi Akpol Bersih, Transparan, dan Tanpa Jalur Khusus
Lapas Indonesia Nyaris Kolaps, 278 Ribu Penghuni Berdesakan di Kapasitas 146 Ribu
Bareskrim Bongkar 655 Kasus BBM dan LPG Subsidi Ilegal, 672 Tersangka Diringkus
Astronot Artemis II Pecahkan Rekor Jarak Terjauh Manusia dari Bumi

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 21:00 WIB

Mengapa Kita Merasa Lelah dan Depresi di Era Kebebasan?

Selasa, 7 April 2026 - 20:30 WIB

Antroposen dan Kematian Alam: Menggugat Posisi Manusia

Selasa, 7 April 2026 - 20:25 WIB

Kasus Iklan Bank BJB, Penyidikan KPK Dalami Dokumen Keuangan dan Sorot Ridwan Kamil

Selasa, 7 April 2026 - 19:43 WIB

Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia Berangkat 22 April, Persiapan 100 Persen Rampung

Selasa, 7 April 2026 - 19:25 WIB

Bandar Narkoba Kakap “The Doctor” Dicokok di Malaysia, Buang HP demi Hapus Jejak

Berita Terbaru

Penjara tanpa dinding. Filsuf Byung-Chul Han mengungkap bagaimana ambisi untuk selalu produktif telah mengubah manusia modern menjadi tuan sekaligus budak bagi dirinya sendiri, memicu pandemi kelelahan mental di tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Kita Merasa Lelah dan Depresi di Era Kebebasan?

Selasa, 7 Apr 2026 - 21:00 WIB

Ilustrasi, Bumi bukan milik kita sendiri. Di tengah krisis iklim yang kian ekstrem, perspektif Post-Humanisme mengajak kita menanggalkan kesombongan sebagai

INTERNASIONAL

Antroposen dan Kematian Alam: Menggugat Posisi Manusia

Selasa, 7 Apr 2026 - 20:30 WIB