Bencana Maut Sumatera–Aceh, 316 Tewas, 289 Hilang, BNPB: Masih Banyak Wilayah Terisolir

Minggu, 30 November 2025 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas BNPB mengevakuasi warga terdampak banjir dan longsor di Aceh saat operasi tanggap darurat 2026. (Posnews/Ist)

Petugas BNPB mengevakuasi warga terdampak banjir dan longsor di Aceh saat operasi tanggap darurat 2026. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Jumlah korban bencana banjir dan tanah longsor yang mengguncang Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) terus bertambah. 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis lonjakan data korban total, 316 orang meninggal dunia akibat bencana mematikan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan rincian jumlah korban itu saat konferensi pers bersama Menko PMK Pratikno di Jakarta, Minggu (30/11/2025).

Sebanyak 316 korban meninggal dunia terdiri dari 172 jiwa di Sumatera Utara, 90 jiwa di Sumatera Barat, dan 54 jiwa di Aceh,” tegas Suharyanto.

Baca Juga :  Bongkar Jaringan Ketamine! Bareskrim Sita 6,2 Kg Ketamine di Deli Serdang, Nilai Rp18,7 Miliar

Korban Hilang Capai 289 Jiwa

Selain itu, 289 orang masih hilang. Rinciannya:

  • 147 orang hilang di Sumatera Utara,
  • 87 orang di Sumatera Barat,
  • 55 orang di Aceh.

Angka ini diprediksi masih bisa bertambah karena banyak wilayah terputus akses dan belum tersentuh tim penyelamat.

Satgas Gabungan Kerja Keras Buka Akses Terisolir

Suharyanto menegaskan TNI/Polri terus bekerja sepanjang waktu untuk membuka akses ke daerah yang terisolir. Ia menyebut proses ini membutuhkan waktu karena medan berat dan longsoran yang menutup jalan.

Baca Juga :  Pelaku Pembunuhan Anak PKS Ditangkap Saat Mencuri, Ahli Forensik Angkat Bicara

Satgas gabungan sedang berusaha membuka jalur. Kemungkinan butuh 3–4 hari lagi baru bisa tembus,” ujarnya.

Di sisi lain, BNPB meminta percepatan pemulihan layanan dasar. Suharyanto menyebut listrik dan air di beberapa lokasi bencana mulai pulih, meski masih banyak titik mengalami pemadaman.

“Listrik dan air relatif pulih, tetapi banyak yang masih padam. Kami minta percepatan, terutama di wilayah terisolir karena sangat dibutuhkan warga,” jelasnya.

BNPB menegaskan operasi pencarian korban, evakuasi, hingga pembukaan jalur darurat akan terus dilakukan hingga seluruh wilayah terdampak dapat diakses. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ditahan Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Besok Minta Penangguhan Penahanan
Andy Burnham Menangkan Kursi Parlemen Inggris Utara
Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Pemerintah Bersiap Gulirkan Kebijakan Biodiesel B50
Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin, Soroti Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Drone Ukraina Bakar Kilang Minyak Moskow Kedua Kalinya
Ancaman Penahanan Dana NATO: AS Tinjau Ulang Pasukan
Politisi Republik Serang Kesepakatan Damai Trump dengan Iran

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 06:56 WIB

Ditahan Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Besok Minta Penangguhan Penahanan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:16 WIB

Andy Burnham Menangkan Kursi Parlemen Inggris Utara

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:09 WIB

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:23 WIB

Pemerintah Bersiap Gulirkan Kebijakan Biodiesel B50

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:22 WIB

Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin, Soroti Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Berita Terbaru