Warga Kyiv dan Kedutaan Asing Tetap Bertahan di Tengah Ancaman

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Keteguhan di tengah perang. Warga Kyiv dan kedutaan asing mengabaikan ancaman serangan sistematis Rusia dan memilih untuk melanjutkan kehidupan normal. Dok: REUTERS/Pavel Klimov

Keteguhan di tengah perang. Warga Kyiv dan kedutaan asing mengabaikan ancaman serangan sistematis Rusia dan memilih untuk melanjutkan kehidupan normal. Dok: REUTERS/Pavel Klimov

KYIV, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Rusia berencana meluncurkan serangan udara secara besar-besaran ke Kyiv dalam waktu dekat. Oleh karena itu, Moskow memperingatkan diplomat dan warga asing untuk segera meninggalkan ibu kota Ukraina tersebut.

Namun, warga Kyiv menanggapi ancaman baru tersebut dengan sangat tenang. Sebab, mereka telah terbiasa menghadapi serangan udara selama bertahun-tahun.

Tekad Kuat Warga Kyiv

Rusia terus membombardir Kyiv sejak invasi penuh pada Februari 2022. Meskipun demikian, warga setempat menunjukkan tekad kuat untuk tetap bertahan di rumah mereka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mantan tentara Ukraina, Oleksandr Korzh, menyebut ancaman tersebut sebagai taktik manipulasi belaka. Dengan demikian, ia yakin Moskow hanya ingin menebar kepanikan massal di kalangan warga sipil.

Baca Juga :  Tragedi di Balik Kandang Sempit: Kisah Penyelamatan Moon Bear

“Saya akan tetap tinggal di Ukraina,” tegas Korzh kepada Reuters. Selain itu, ia memastikan tidak akan meninggalkan kota Kyiv dalam waktu dekat.

Reaksi Keras Kedutaan dan Diplomat Asing

Kedutaan besar negara-negara Eropa juga menolak untuk tunduk pada tekanan diplomatik Rusia. Sebagai contoh, Duta Besar Uni Eropa untuk Ukraina, Katarina Mathernova, mengecam keras pernyataan Moskow tersebut.

Mathernova menyebut ancaman serangan sistematis Rusia sebagai sebuah mahakarya kemunafikan yang luar biasa. Sementara itu, negara-negara seperti Belanda, Jerman, dan Norwegia langsung memanggil diplomat Rusia di negara masing-masing.

Di sisi lain, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, justru melayangkan sindiran di media sosial. Ia menilai Uni Eropa memiliki terlalu banyak diplomat cadangan sehingga tidak takut kehilangan mereka.

Baca Juga :  Gus Yahya Pilih Islah tapi Tegaskan AD/ART NU - Ketum Hanya Bisa Berhenti Lewat MLB

Alasan Retribusi Militer Rusia

Moskow mengeklaim serangan baru ini merupakan aksi balas dendam yang setimpal. Sebab, Ukraina sebelumnya menyerang asrama mahasiswa di wilayah pendudukan Luhansk menggunakan pesawat tanpa awak.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, bahkan menelepon sejawatnya dari AS, Marco Rubio. Dalam kesempatan itu, Lavrov memperingatkan Washington mengenai rencana serangan udara susulan tersebut.

Namun, pengamat militer meragukan kemampuan Rusia untuk melipatgandakan skala serangan mereka. Oleh sebab itu, ancaman Moskow kemungkinan besar hanya berupa gertakan kosong untuk menutupi kegagalan mereka di medan tempur.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition
AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC
Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin
USS Abraham Lincoln Tinggalkan Thailand Usai Kunjungan
Takaichi Bantah Revisi UU Rumah Kekaisaran Halangi Suksesi
Petugas Imigrasi AS Didakwa Berbohong soal Penembakan Warga

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 18:27 WIB

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Minggu, 6 September 2026 - 17:25 WIB

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Minggu, 6 September 2026 - 15:00 WIB

Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition

Minggu, 6 September 2026 - 14:45 WIB

AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC

Minggu, 6 September 2026 - 14:14 WIB

Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin

Berita Terbaru

OPPO Find X10 Series dikabarkan membawa sensor khusus Danxia Color untuk menjaga konsistensi warna kulit pada foto portrait. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

OPPO Find X10 Series Dikabarkan Bawa Sensor Danxia Color

Selasa, 8 Sep 2026 - 14:31 WIB

Ilustrasi, Nexon dikabarkan hampir mendapatkan lisensi pengembangan game baru StarCraft dari Blizzard, membuka peluang kebangkitan franchise legendaris ini. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Nexon Dikabarkan Dekati Kesepakatan Lisensi Game Baru

Selasa, 8 Sep 2026 - 13:22 WIB