BNPB: 12 Rumah Tertimbun Longsor, 16 Rumah Lain di Zona Rawan Cilacap

Jumat, 14 November 2025 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR dan K9 mencari korban longsor di Desa Cibeunying, Majenang, Cilacap. (Posnews/BNPB)

Tim SAR dan K9 mencari korban longsor di Desa Cibeunying, Majenang, Cilacap. (Posnews/BNPB)

CILACAP, POSNEWS.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus bekerja keras mengevakuasi korban dan reruntuhan longsor yang menimpa rumah warga Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

BNPB mencatat akibat bencana longsor tersebut total 12 rumah tertimbun, sementara 16 rumah lain berada dalam kondisi sangat rawan dan terancam ikut tertimbun.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan bahwa seluruh rumah terdampak harus segera dikosongkan demi keselamatan warga.

“Sebanyak 12 rumah tertimbun dan 16 lainnya berada di zona rawan. Total 28 rumah wajib direlokasi ke titik aman,” ujar Suharyanto saat menyampaikan keterangan di Bogor, Jumat (14/11/2025).

Baca Juga :  Update Longsor Cilacap: 2 Jenazah Ditemukan, Tim SAR Kejar 5 Korban Yang Hilang

Pemerintah Siapkan Lokasi Relokasi Darurat

Selain itu, pemerintah daerah langsung menyiapkan tempat relokasi bagi puluhan warga yang terdampak. Suharyanto memastikan kebutuhan dasar masyarakat mulai dari logistik, air bersih, hingga pos pengungsian tetap terpenuhi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami pastikan kebutuhan dasar seluruh warga aman. Pemerintah daerah sudah menyiapkan area relokasi, dan kami berharap seluruh korban yang hilang segera ditemukan,” jelasnya.

Peringatan Keras: Ancaman Longsor Susulan

Suharyanto juga mengeluarkan peringatan tegas terkait potensi longsor susulan. Kondisi tanah yang labil membuat warga di sekitar titik rawan wajib meninggalkan rumah.

Baca Juga :  Urbanisasi Global South: UN-Habitat Serukan Peta Jalan Baru untuk Kota Tangguh dan Layak Huni

“Longsor sifatnya tiba-tiba. Kami khawatir longsor susulan terjadi, karena itu warga sudah kami imbau untuk mengungsi dan tidak kembali ke rumah masing-masing,” tandasnya.

Longsor terjadi pada Kamis (13/11) malam. Salah satu warga, Edi, mengaku mendengar suara gemuruh besar sebelum material tanah menghantam rumah-rumah penduduk.

“Kejadiannya cepat banget. Saya lagi ngopi, sekitar jam 19.30 WIB tiba-tiba ada suara gemuruh keras, kayak truk nurunin material,” ungkapnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

6 Pelajar Jadi Tersangka Kericuhan May Day Bandung, Polisi Sita Bom Molotov
Hujan Deras Bikin 12 RT di Petogogan Jakarta Selatan Terendam Banjir
Pria di Karawang Tewas di Atas Motor, Polisi Selidiki Dugaan Benang Layangan
LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar
Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi
Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas
Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat
Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:43 WIB

6 Pelajar Jadi Tersangka Kericuhan May Day Bandung, Polisi Sita Bom Molotov

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:31 WIB

Hujan Deras Bikin 12 RT di Petogogan Jakarta Selatan Terendam Banjir

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:33 WIB

Pria di Karawang Tewas di Atas Motor, Polisi Selidiki Dugaan Benang Layangan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:18 WIB

LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:13 WIB

Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi

Berita Terbaru