BNPB Catat 1.200 Korban Tewas Bencana Sumatera, Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas gabungan BNPB dan Basarnas mengevakuasi korban serta membantu pengungsi pascabencana di wilayah Sumatera.
(Posnews/Ist)

Petugas gabungan BNPB dan Basarnas mengevakuasi korban serta membantu pengungsi pascabencana di wilayah Sumatera. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban tewas akibat bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara terus bertambah.

Hingga Selasa, 20 Januari 2026, total korban meninggal dunia mencapai 1.200 orang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan penambahan korban berasal dari Kabupaten Aceh Tengah.

“Laporan terbaru mencatat satu korban meninggal di Aceh Tengah. Dengan demikian, total korban tewas mencapai 1.200 jiwa,” ujar Abdul Muhari, Rabu (21/1/2026).

Ratusan Ribu Warga Masih Mengungsi

Selain korban jiwa, BNPB mencatat 143 orang masih dinyatakan hilang. Sementara itu, 113.903 warga masih bertahan di lokasi pengungsian.

Menurut Muhari, pergerakan pengungsi terus terjadi seiring pembersihan wilayah terdampak, pemulihan permukiman, dan pembangunan hunian sementara (huntara).

Baca Juga :  Kapolri Ingatkan Ancaman Cuaca Ekstrem Saat Mudik Lebaran 2026, Polisi Siaga Bencana

BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan kementerian terkait terus mempercepat pembangunan huntara. Di sisi lain, tim gabungan juga membuka dan membersihkan akses jalan serta jembatan untuk mendukung aktivitas warga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Seluruh upaya ini kami lakukan agar wilayah terdampak kembali layak dihuni,” tegas Muhari.

Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan

Di tengah pemulihan bencana, Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas dengan mencabut izin 28 perusahaan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Perusahaan tersebut bergerak di sektor kehutanan, perkebunan, dan pertambangan.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan pencabutan izin dilakukan karena perusahaan terbukti melanggar aturan.

“Ada yang beroperasi di luar wilayah izin, masuk kawasan hutan lindung, hingga tidak menunaikan kewajiban kepada negara seperti pajak,” kata Prasetyo di Istana Kepresidenan, Selasa (20/1/2026).

Baca Juga :  BPBD DKI Sebar 2,4 Ton CaO dalam Operasi Modifikasi Cuaca Hari ke-9 di Jakarta

Namun, saat ditanya soal kemungkinan pidana, Prasetyo menyebut pemerintah baru mencabut izin. Jaksa Agung ST Burhanuddin juga menyatakan penegakan hukum masih dikaji lebih lanjut.

“Data baru kami kumpulkan. Arah penindakannya nanti akan kami kembangkan,” ujar Burhanuddin.

Lebih dari 1 Juta Hektare Terdampak

Dari total 28 perusahaan, sebanyak 22 perusahaan merupakan Pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) dengan luas mencapai 1.010.592 hektare.

Sisanya bergerak di sektor pertambangan, perkebunan, dan PBPHHK.

Keputusan pencabutan izin diambil setelah Presiden Prabowo memimpin rapat terbatas bersama Satgas PKH dan kementerian terkait pada Senin (19/1/2026). (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam
Imam Masjid di Palopo Bonyok Dikeroyok OTK Usai Tegur Bocah Main Mikrofon
Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri
Warung Sembako di Kalideres Ternyata Jual Obat Keras Ilegal, 2 Pengedar Ditangkap
Raul Castro Pimpin Longmarch Hari Buruh di Tengah Blokade Minyak AS
Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok
Essa Suleiman Didakwa Percobaan Pembunuhan, Inggris Siaga Tinggi
Tabrak Lari di Kalimalang, Pedagang Buah Terluka Parah – Polisi Buru Sopir Pajero Hitam

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24 WIB

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:35 WIB

Imam Masjid di Palopo Bonyok Dikeroyok OTK Usai Tegur Bocah Main Mikrofon

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:21 WIB

Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:20 WIB

Warung Sembako di Kalideres Ternyata Jual Obat Keras Ilegal, 2 Pengedar Ditangkap

Minggu, 3 Mei 2026 - 14:17 WIB

Raul Castro Pimpin Longmarch Hari Buruh di Tengah Blokade Minyak AS

Berita Terbaru

Menjaga stabilitas kawasan. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan evolusi strategi Indo-Pasifik di Hanoi. Ia menjanjikan dukungan finansial besar untuk ketahanan energi dan keamanan maritim guna menghadapi agresivitas China. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24 WIB