BNPB Update Banjir Bandang dan Longsor Pulau Sumatera: 780 Meninggal, 564 Hilang

Kamis, 4 Desember 2025 - 08:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas SAR mengevakuasi warga di lokasi banjir besar di Sumatera, air meluap dan rumah-rumah rusak parah. (Posnews/Ist)

Petugas SAR mengevakuasi warga di lokasi banjir besar di Sumatera, air meluap dan rumah-rumah rusak parah. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan data terbaru korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut).

Data terbaru pagi ini mencatat 780 orang meninggal dunia, menjadikan bencana di Sumatera ini sebagai salah satu yang paling mematikan dalam sedekade terakhir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut laporan resmi Pusdatin BNPB, Kamis (4/12/2025) pukul 06.25 WIB, sebanyak 564 orang masih hilang dan belum ditemukan hingga kini.

Baca Juga :  Krisis Kreativitas Hollywood: Mengapa Bioskop Hanya Penuh Sekuel dan Daur Ulang?

Korban Tewas Tembus 780 Jiwa

BNPB menegaskan jumlah korban meninggal mencapai 780 jiwa di tiga provinsi. Sementara itu, 564 warga masih dalam pencarian.

Jika dirinci:

  • Aceh: 277 meninggal, 193 hilang
  • Sumatera Barat: 204 meninggal, 212 hilang
  • Sumatera Utara: 299 meninggal, 159 hilang
Baca Juga :  Satuan Tugas PKH Selidiki Dugaan Pembalakan Liar Penyebab Banjir Bandang di Pulau Sumatera

Rumah dan Fasilitas Umum Porak-Poranda

Selain itu, BNPB mencatat 2.400 rumah rusak. Tak hanya itu, 74 fasilitas umum rusak, berikut:

  • 1 fasilitas kesehatan
  • 54 fasilitas pendidikan
  • 19 rumah ibadah
  • 27 jembatan putus

Kerusakan masif ini membuat akses bantuan terhambat, sementara ribuan warga mengaku masih trauma akibat terjangan banjir bandang dan longsor yang terjadi hampir bersamaan. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SKK Migas Buka Lowongan Kerja S1 2026, Simak Posisi dan Syaratnya
Kasus Impor Ilegal iPhone Naik ke Penuntutan, Bareskrim Kejar DPO
Usulan Provinsi Sunda Menguat, DPR Minta Kajian Menyeluruh
KPK Soroti Raja Juli Telat Lapor Dugaan Gratifikasi
Astamaops Kapolri: Tak Perlu Bentuk Satgas Baru untuk Papua
Waspada! Super New Moon Picu Banjir Rob di 18 Wilayah Pesisir Indonesia 8-22 Juli 2026
PTUN Batalkan SK Menteri HAM Natalius Pigai, Pemerintah Tempuh Banding
Roy Suryo Menang Praperadilan, Sebut Putusan Jadi Babak Baru Hukum Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:27 WIB

SKK Migas Buka Lowongan Kerja S1 2026, Simak Posisi dan Syaratnya

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:03 WIB

Kasus Impor Ilegal iPhone Naik ke Penuntutan, Bareskrim Kejar DPO

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:14 WIB

Usulan Provinsi Sunda Menguat, DPR Minta Kajian Menyeluruh

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:02 WIB

KPK Soroti Raja Juli Telat Lapor Dugaan Gratifikasi

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:54 WIB

Astamaops Kapolri: Tak Perlu Bentuk Satgas Baru untuk Papua

Berita Terbaru

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wabah Ebola Kongo Meluas: WHO Peringatkan Bahaya

Rabu, 8 Jul 2026 - 18:48 WIB