Bupati Ade Kuswara Kunang Terseret Kasus Suap, KPK Dalami Jejak Dana Politik

Rabu, 28 Januari 2026 - 06:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. (Posnews/Ist)

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menggenjot penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang (ADK).

Selain mendalami konstruksi perkara, KPK juga menelusuri kemungkinan aliran dana hasil korupsi ke lingkungan partai politik.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan, penyidik masih menelusuri keterkaitan pihak-pihak di lingkaran kepartaian dengan perkara tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, KPK belum menarik kesimpulan sebelum menemukan bukti yang cukup.

“Terkait circle atau lingkungan kepartaian, hal tersebut masih terus kami dalami apakah ada kaitannya atau tidak,” kata Budi, Selasa (27/1/2026).

Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa pendalaman aliran dana ke kolega politik maupun partai merupakan langkah standar KPK dalam menangani perkara korupsi kepala daerah.

Pasalnya, dalam sejumlah kasus sebelumnya, praktik korupsi kerap berkaitan dengan pembiayaan politik.

Baca Juga :  Israel Usir Puluhan Organisasi Bantuan dari Gaza, Krisis Kemanusiaan Memburuk

Menurut Budi, dana hasil korupsi sering digunakan untuk menutup modal kampanye saat kontestasi politik, baik pemilihan kepala daerah maupun agenda politik lainnya.

“Pola ini terjadi di beberapa operasi tangkap tangan. Ada dugaan uang hasil korupsi digunakan untuk menutup modal awal saat kontestasi politik,” ujarnya.

Mengarahkan Pemenang Proyek Kepada Pihak Tertentu

Selain itu, KPK juga menemukan pola pengaturan proyek dalam proses pengadaan barang dan jasa.

Kepala daerah, kata Budi, kerap mengarahkan pemenang proyek kepada pihak tertentu yang berada di lingkaran politik atau pendukung saat pemilihan.

“Dalam pengadaan, kepala daerah sering mengondisikan pihak tertentu agar memenangkan proyek sebagai bentuk imbal balik. Pola seperti ini juga terjadi di berbagai daerah,” sambungnya.

Meski demikian, Budi menegaskan KPK tidak pernah bekerja berdasarkan kepentingan politik. Penetapan tersangka, kata dia, murni didasarkan pada kecukupan alat bukti dan perbuatan hukum individu.

Baca Juga :  KPK OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Diamankan di Jawa Tengah - OTW Jakarta

“KPK tidak melihat latar belakang partai. Penegakan hukum kami dasarkan pada perbuatan pidana dari pihak-pihak yang terlibat,” tegas Budi.

Sebagai informasi, KPK telah menetapkan Ade Kuswara Kunang sebagai tersangka kasus suap izin proyek. KPK juga menjerat ayah Ade, HM Kunang (HMK), serta SRJ selaku pihak swasta pemberi suap.

Dalam perkara ini, ADK dan HMK selaku penerima suap dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 serta Pasal 12B UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, SRJ sebagai pemberi suap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Suyudi Ancam Pidanakan Polisi dan Pegawai BNN Pakai Vape Berisi Narkotika
Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan, 3 Polisi Diperiksa Buntut Penggeledahan Ponpes
Viral Foto Toa Masjid Berlubang di Ciputat, Polisi Periksa 3 Saksi
Polri Larang Vape untuk Seluruh Personel, Pelanggar Terancam Sanksi
Enam Nyawa Melayang, Polisi Bongkar Kronologi Kecelakaan Truk Molen Bekasi
Sopir Sempat Tabrakkan Truk ke Tembok Kampus, 12 Orang Jadi Korban
Balita 20 Bulan Tewas, Jasadnya Dibawa Naik Taksi hingga Dikubur di Benhil
Pigai Perintahkan Kanwil HAM Periksa Penggeledahan Ponpes Sukoharjo

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:32 WIB

Kapolri Suyudi Ancam Pidanakan Polisi dan Pegawai BNN Pakai Vape Berisi Narkotika

Senin, 2 November 2026 - 11:07 WIB

Viral Foto Toa Masjid Berlubang di Ciputat, Polisi Periksa 3 Saksi

Senin, 2 November 2026 - 08:32 WIB

Polri Larang Vape untuk Seluruh Personel, Pelanggar Terancam Sanksi

Senin, 2 November 2026 - 07:53 WIB

Enam Nyawa Melayang, Polisi Bongkar Kronologi Kecelakaan Truk Molen Bekasi

Minggu, 1 November 2026 - 20:53 WIB

Sopir Sempat Tabrakkan Truk ke Tembok Kampus, 12 Orang Jadi Korban

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
(Posnews/Kominfo)

JABODETABEK

Pramono Datangi 44 Kecamatan, Tak Mau Hanya Terima Laporan

Senin, 2 Nov 2026 - 19:12 WIB