BOGOR, POSNEWS.CO.ID — Aksi berdarah menggegerkan warga Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Seorang pria berinisial TH (38) nekat membacok pasangan suami istri, NB (41) dan HT (44), hingga keduanya mengalami luka parah.
Peristiwa sadis itu terjadi di Kampung Pasar Kemis, Desa Gunung Picung, Selasa (6/1/2026) dini hari. Polisi mengungkap, pelaku gelap mata karena cemburu dan sakit hati setelah mengetahui mantan istrinya menikah lagi.
Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Anggi Eko Prastyo menegaskan, motif utama pembacokan dipicu amarah pelaku terhadap korban perempuan yang merupakan mantan istrinya sendiri.
“Motifnya karena pelaku kesal mantan istrinya menikah lagi,” ujar AKP Anggi, Sabtu (10/1/2026).
Emosi Meledak, Golok Berbicara
Menurut penyelidikan polisi, pelaku mendatangi rumah korban sekitar pukul 01.00 WIB. Awalnya terjadi cekcok mulut. Namun situasi berubah brutal saat pelaku melihat korban pria berada di dalam rumah.
Emosi pelaku langsung meledak. Tanpa ampun, TH membacok kedua korban secara membabi buta menggunakan senjata tajam jenis golok.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Akibat serangan tersebut, NB mengalami luka serius di bagian kepala, sementara HT ditemukan bersimbah darah di lantai dua rumah.
Seorang saksi yang mendengar teriakan korban sempat keluar rumah dan melihat pelaku masih memegang golok. Pelaku bahkan mengancam saksi sebelum kabur menggunakan sepeda motor.
Sempat Kabur, Pelaku Akhirnya Ditangkap
Usai kejadian, pelaku melarikan diri dan sempat berpindah-pindah lokasi untuk menghindari kejaran polisi. Namun, upaya pelarian itu berakhir.
Petugas berhasil membekuk TH di wilayah Cibeteung, Kecamatan Ciseeng, pada Jumat (9/1/2026).
“Pelaku sempat berpindah-pindah tempat dan akhirnya kami amankan di Ciseeng,” kata AKP Anggi.
Saat ini, pelaku telah diamankan di Polsek Cibungbulang dan menjalani pemeriksaan intensif. Polisi juga mendalami kemungkinan unsur perencanaan dan ancaman pidana berat atas perbuatannya.
Kasus ini menambah daftar kejahatan bermotif asmara yang berujung kekerasan brutal, sekaligus menjadi peringatan keras akan bahaya konflik emosional yang tidak terkendali.
Penulis : Hadwan
Editor : Hadwan


















