China Kecam Jepang dan Uni Eropa Soal Isu Maritim

Rabu, 29 April 2026 - 06:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Diplomasi lintas selat. Pemerintah China memaparkan manfaat budaya dan ekonomi dari penyatuan kembali secara damai, sembari memperingatkan Amerika Serikat untuk menghentikan dukungan militer bagi pasukan separatis di Taiwan. Dok: Istimewa.

Diplomasi lintas selat. Pemerintah China memaparkan manfaat budaya dan ekonomi dari penyatuan kembali secara damai, sembari memperingatkan Amerika Serikat untuk menghentikan dukungan militer bagi pasukan separatis di Taiwan. Dok: Istimewa.

NEW YORK, POSNEWS.CO.ID – Ruang pertemuan Dewan Keamanan PBB menjadi ajang adu argumen sengit antara delegasi China dan negara-negara maju. Ketegangan mencuat saat Jepang dan Uni Eropa menyoroti situasi keamanan maritim di kawasan Asia yang mereka anggap semakin mengkhawatirkan.

Wakil Menteri Luar Negeri Jepang, Ayano Kunimitsu, menyatakan kekhawatiran serius terhadap situasi di Laut China Timur dan Selatan. Ia menegaskan oposisi Jepang terhadap segala upaya yang mengubah status quo melalui kekuatan. Jepang menuntut jaminan kebebasan navigasi dan penerbangan di jalur perdagangan internasional tersebut.

Sorotan Tajam Uni Eropa terhadap Stabilitas Kawasan

Kepala delegasi Uni Eropa untuk PBB, Stavros Lambrinidis, turut memperkuat pernyataan Jepang. Ia menekankan bahwa ketegangan di Laut China Selatan menghambat rute pelayaran kritikal dunia. Menurutnya, tindakan tersebut secara langsung menantang tatanan internasional yang berbasis aturan.

Meskipun delegasi Jepang dan UE tidak menyebut nama China secara langsung, Beijing merespons pernyataan tersebut dengan sangat keras. China memandang komentar tersebut sebagai upaya mencampuri urusan dalam negeri dan mengaburkan fakta di lapangan.

Reaksi Keras China: “Memutarbalikkan Fakta”

Wakil Duta Besar China untuk PBB, Sun Lei, menyebut pernyataan Jepang sama sekali tidak berdasar. Ia menuduh Tokyo telah memutarbalikkan fakta secara total. Menurut Sun, situasi di Laut China Timur dan Selatan sebenarnya tetap stabil secara keseluruhan.

“Laut China Selatan merupakan salah satu jalur pelayaran paling bebas di dunia,” tegas Sun di hadapan anggota Dewan Keamanan. Ia meminta delegasi Uni Eropa agar menahan diri dari memberikan pernyataan yang tidak bertanggung jawab dan tidak terbukti kebenarannya.

Tuduhan Militerisme Baru di Jepang

Pemerintah China justru menuduh Jepang sebagai pihak yang memicu ketegangan di Selat Taiwan. Sun Lei menunjuk pengiriman kapal penghancur JS Ikazuchi melintasi Selat Taiwan bulan ini sebagai tindakan provokasi yang sengaja. Menurutnya, langkah tersebut mengirimkan sinyal berbahaya kepada kelompok separatis di Taiwan.

Baca Juga :  Pagar Digital Australia: Larangan Konten Dewasa Picu Lonjakan Penggunaan VPN

China juga menyoroti kebangkitan “militerisme baru” di Jepang. Sun mengkritik kebijakan Perdana Menteri Sanae Takaichi yang melonggarkan pembatasan ekspor senjata mematikan. Peningkatan anggaran pertahanan dan penyebaran rudal ofensif Jepang dianggap sebagai persiapan nyata untuk ekspansi militer.

Hubungan Beijing-Tokyo di Titik Terendah

Perselisihan diplomatik ini memperburuk hubungan China-Jepang yang sudah mendingin sejak tahun lalu. PM Sanae Takaichi sebelumnya pernah menyatakan bahwa serangan terhadap Taiwan dapat memicu respons militer dari Jepang. Pernyataan tersebut memicu kemarahan besar di Beijing yang mengklaim Taiwan sebagai wilayah kedaulatannya.

Di sisi lain, komunitas internasional tetap mengawasi ekspansi militer China yang masif. Pembangunan pangkalan militer di terumbu karang yang disengketakan terus memicu kekhawatiran negara-negara di kawasan Asia-Pasifik. Di tahun 2026 ini, persimpangan antara klaim kedaulatan dan kebebasan navigasi tetap menjadi isu keamanan paling panas di dunia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia
Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi
Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan
Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela
Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh Sambut Menlu Tiongkok
Raksasa Teknologi Dunia Serap Mineral Milisi M23
Militer Amerika Serikat Tembak Mati Gembong Kriminal

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 08:35 WIB

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:21 WIB

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:14 WIB

Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:03 WIB

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:56 WIB

Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela

Berita Terbaru

Tandukan dramatis Daichi Kamada pada menit-menit akhir menyelamatkan Jepang dari kekalahan saat menghadapi Belanda pada laga pembuka Piala Dunia. Dok: (AP Photo/Julio Cortez)

SPORT

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia

Senin, 15 Jun 2026 - 08:35 WIB