YUNNAN, POSNEWS.CO.ID – Upaya perdamaian di Asia Tenggara mencapai tonggak sejarah baru. Pejabat tinggi dari China, Kamboja, dan Thailand berkumpul di tepi Danau Fuxian, Kota Yuxi, Provinsi Yunnan, pada 28-29 Desember 2025.
Pertemuan trilateral ini menghasilkan rilis pers penting yang menegaskan komitmen bersama untuk mengakhiri konflik perbatasan. China menyambut baik Pernyataan Bersama Komite Perbatasan Umum (GBC) Khusus ke-3 yang telah ditandatangani Thailand dan Kamboja sebelumnya.
Ketiga pihak sepakat bahwa dialog adalah jalan terbaik. Oleh karena itu, mereka merumuskan lima poin hasil kunci untuk menjaga stabilitas regional dan memulihkan kepercayaan.
1. Prioritas Mutlak: Gencatan Senjata Permanen
Poin pertama dan terpenting adalah konsolidasi gencatan senjata. China mendukung penuh komitmen Thailand dan Kamboja untuk memastikan penghentian permusuhan yang komprehensif dan abadi.
Secara konkret, ketiga pihak mendukung kerja Komisi Batas Bersama (Joint Boundary Commission). Selain itu, Beijing siap memberikan dukungan materiil. China akan membantu pembersihan ranjau kemanusiaan dan memfasilitasi Tim Pengamat ASEAN (ASEAN Observer Team/AOT) agar dapat bekerja efektif di lapangan.
“Militer China akan menjaga kontak dengan militer Kamboja dan Thailand untuk memberikan dukungan konsolidasi gencatan senjata jika diperlukan,” bunyi rilis tersebut.
2. Pulihkan Kehidupan Warga Perbatasan
Langkah kedua berfokus pada aspek kemanusiaan. Konflik telah memutus urat nadi kehidupan warga di perbatasan. Maka, ketiga negara sepakat untuk segera memulihkan pertukaran normal di segala level.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
China menyambut baik upaya pemulihan kerja sama demi mengembalikan mata pencaharian para pengungsi. Bahkan, Beijing berjanji untuk segera menyalurkan bantuan kemanusiaan guna memenuhi kebutuhan hidup warga yang terdampak di zona konflik.
3. Bangun Kembali Kepercayaan Politik
Ketegangan diplomatik perlahan mulai mencair. Kamboja dan Thailand berkomitmen untuk membangun kembali kepercayaan politik timbal balik.
Mereka akan mengaktifkan kembali saluran diplomatik dan mempromosikan kontak langsung antar-Menteri Luar Negeri. Sebagai langkah nyata, kedua negara sepakat menciptakan suasana kondusif bagi Pertemuan Pemimpin Kerja Sama Lancang-Mekong ke-5 yang akan digelar di Thailand pada waktu yang tepat.
4. Normalisasi Hubungan Bertahap
Tujuan jangka panjangnya adalah perbaikan hubungan bilateral secara menyeluruh. China mendorong kedua tetangga tersebut untuk menciptakan kondisi bagi pemulihan hubungan diplomatik normal secara bertahap (step by step).
Jika diperlukan, China menyatakan kesediaannya untuk kembali menyediakan platform komunikasi yang lebih komprehensif bagi kedua belah pihak.
5. Perang Lawan “Scammer” Lintas Batas
Poin terakhir menyentuh isu keamanan non-tradisional. Ketiga negara menyadari tanggung jawab bersama untuk menjaga stabilitas regional sesuai Piagam PBB dan Piagam ASEAN.
Menariknya, mereka sepakat mengambil tindakan lebih efektif untuk memerangi kejahatan lintas batas. Fokus utamanya adalah memberantas penipuan telekomunikasi dan online scam yang marak terjadi di kawasan tersebut, demi melindungi nyawa dan harta benda rakyat.
Pada akhirnya, Kamboja dan Thailand mengapresiasi dukungan kuat China. Semangat “Hasil Anning” (Anning Outcome) menjadi landasan bagi peran konstruktif Beijing dalam memfasilitasi perdamaian abadi dengan “Cara Asia”.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia
Sumber Berita: Xinhua News Agency





















