Cuaca Ekstrem Hantam Lebak, 146 Rumah Rusak dan Satu Warga Tewas

Rabu, 31 Desember 2025 - 07:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi rumah warga di Kabupaten Lebak rusak akibat hujan lebat dan longsor selama Desember 2025. (Posnews/BPBD Lebak)

Ilustrasi rumah warga di Kabupaten Lebak rusak akibat hujan lebat dan longsor selama Desember 2025. (Posnews/BPBD Lebak)

LEBAK, POSNEWS.CO.ID – Cuaca ekstrem menghantam Kabupaten Lebak sepanjang Desember 2025. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 146 rumah warga rusak, bahkan satu orang meninggal dunia akibat bencana susulan.

Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta menegaskan, warga diminta tetap siaga menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi berlanjut hingga Februari 2026, sesuai peringatan BMKG.

“Kami mengimbau masyarakat terus mewaspadai cuaca ekstrem hingga Februari 2026,” kata Sukanta, Rabu (31/12/2025).

Menurutnya, kerusakan terjadi akibat hujan lebat disertai angin kencang dan petir. Kondisi ini memicu banjir, longsor, angin kencang, hingga pergerakan tanah di sejumlah kecamatan.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jabodetabek 7–9 Desember: Hujan Merata, Peringatkan Hujan Lebat di Bogor

Sukanta merinci, dari 146 rumah rusak, sebanyak 56 unit rusak berat, 58 unit rusak ringan, dan 32 unit rusak sedang.

Akibatnya, sejumlah warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat setelah tempat tinggal mereka ambruk.

Tak hanya merusak rumah, bencana juga merenggut korban jiwa. Seorang warga Desa Cipayung, Kecamatan Cipanas, dilaporkan meninggal dunia setelah rumahnya tertimpa longsoran tanah.

Baca Juga :  Polri Kerahkan Armada Udara dari Pondok Cabe untuk Percepat Bantuan ke Aceh–Sumut–Sumbar

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Korban sedang tertidur pada malam hari saat kejadian, sekitar sepekan lalu,” ungkap Sukanta.

Saat ini, BPBD Lebak telah melaporkan seluruh kejadian kepada pimpinan dan menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak untuk meringankan beban ekonomi serta memenuhi kebutuhan pangan.

“Kami memprioritaskan pelayanan dasar bagi warga terdampak agar kebutuhan mereka terpenuhi dan risiko kebencanaan bisa ditekan,” tegas Sukanta.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JD Vance Pimpin Perundingan Hidup-Mati dengan Iran di Pakistan
Kapsul Artemis II Mendarat Sempurna Setelah Jelajahi Sisi Jauh Bulan
PBB Ungkap Kegagalan Komitmen Negara Kaya dalam Menutup Kesenjangan Global
Gempur Narkoba Tanpa Henti, Polri Jaga Masa Depan Bangsa dari Ancaman Mematikan
Viral, Dua Wanita di Lebak Jadi Tersangka Usai Injak Al-Qur’an, DPR Desak Tindakan Tegas
Mengapa Energi Terbarukan Menjadi Primadona Pasar Saham 2026?
Ibu dan Anak Tewas Ditikam Puluhan Kali di Dalam Apartemen
Lowongan Kerja BNI 2026 Dibuka, ODP Wealth Management Jadi Peluang Emas Fresh Graduate

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 14:29 WIB

JD Vance Pimpin Perundingan Hidup-Mati dengan Iran di Pakistan

Minggu, 12 April 2026 - 13:24 WIB

Kapsul Artemis II Mendarat Sempurna Setelah Jelajahi Sisi Jauh Bulan

Minggu, 12 April 2026 - 12:15 WIB

PBB Ungkap Kegagalan Komitmen Negara Kaya dalam Menutup Kesenjangan Global

Minggu, 12 April 2026 - 10:56 WIB

Gempur Narkoba Tanpa Henti, Polri Jaga Masa Depan Bangsa dari Ancaman Mematikan

Minggu, 12 April 2026 - 09:34 WIB

Viral, Dua Wanita di Lebak Jadi Tersangka Usai Injak Al-Qur’an, DPR Desak Tindakan Tegas

Berita Terbaru

Taruhan kedaulatan di Islamabad. Wakil Presiden AS JD Vance memulai misi diplomatik kritis guna mengakhiri perang enam pekan, di tengah tuntutan keras Teheran dan lonjakan inflasi Amerika Serikat di tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

JD Vance Pimpin Perundingan Hidup-Mati dengan Iran di Pakistan

Minggu, 12 Apr 2026 - 14:29 WIB