Cuaca Jabodetabek Senin 13 Juli 2026, BMKG Prediksi Berawan dan Suhu 34°C

Senin, 13 Juli 2026 - 05:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Prakiraan cuaca Jabodetabek Selasa 20 Oktober 2026, suhu panas dan potensi hujan di sejumlah wilayah.
(Posnews/Ist)

Ilustrasi, Prakiraan cuaca Jabodetabek Selasa 20 Oktober 2026, suhu panas dan potensi hujan di sejumlah wilayah. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Warga Jabodetabek yang akan memulai aktivitas pada Senin (13/7/2026) sebaiknya memantau kondisi cuaca terlebih dahulu.

BMKG memprakirakan langit di sebagian besar wilayah akan didominasi cuaca berawan hingga berawan tebal, sementara hujan ringan berpotensi turun secara lokal pada sore hingga malam hari.

Memasuki pertengahan Juli, Indonesia masih berada pada musim kemarau. Namun, BMKG mengingatkan bahwa hujan ringan masih berpotensi muncul di sejumlah wilayah akibat dinamika atmosfer.

Karena itu, masyarakat disarankan tetap memantau perkembangan cuaca sebelum beraktivitas di luar ruangan.

Prakiraan Cuaca dan Suhu Jabodetabek

  • Jakarta Pusat: Berawan, suhu 26–32°C.
  • Jakarta Barat: Berawan, suhu 25–32°C.
  • Jakarta Selatan: Berawan, suhu 25–34°C.
  • Jakarta Timur: Berawan, suhu 25–34°C.
  • Jakarta Utara: Berawan, suhu 26–31°C.
  • Kepulauan Seribu: Hujan ringan, suhu 26–28°C.

Sementara itu, wilayah penyangga Jakarta diperkirakan mengalami kondisi cuaca yang relatif serupa dengan suhu berkisar 24–34°C.

Kota Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi berpotensi mengalami cuaca cerah berawan hingga berawan, disertai peluang hujan ringan yang bersifat lokal pada waktu tertentu.

Baca Juga :  79 Kampus Digandeng Polri, 31 Sudah Punya Pusat Studi Kepolisian

Warga Diimbau Tetap Siaga

BMKG mengimbau masyarakat menjaga kecukupan cairan tubuh karena suhu udara pada siang hari cukup panas.

Di sisi lain, pengendara juga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan hujan singkat yang dapat disertai angin kencang di beberapa lokasi.

Dengan mengetahui prakiraan cuaca lebih awal, masyarakat dapat menyusun aktivitas, perjalanan, maupun kegiatan luar ruangan dengan lebih aman, nyaman, dan produktif. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sabtu Ini Jabodetabek Berawan hingga Hujan, Warga Tangsel dan Bogor Perlu Waspada
Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berbeda-beda, Cek Suhu Jakarta hingga Tangerang
Ongkos Melamar Kerja Tak Lagi Jadi Beban? Jakarta Siapkan Transportasi Gratis 2027
Kios Bakso Mendadak Ambruk Saat Dibongkar, Pria 55 Tahun Terjepit Reruntuhan
Kapolres Jakut Hadiri Hari Santri Nasional 2026, Serukan Persatuan dan Toleransi
Kenapa Cuaca Jabodetabek Hari Ini Begitu Panas? Simak Data Lengkapnya
Pramono Siapkan Hujan Buatan Jelang Jakarta Running Festival dan Konser Ye di GBK
Jakarta Bisa Panas hingga 36 Derajat, Warga Bogor Perlu Waspada Hujan

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:58 WIB

Sabtu Ini Jabodetabek Berawan hingga Hujan, Warga Tangsel dan Bogor Perlu Waspada

Jumat, 23 Oktober 2026 - 05:27 WIB

Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berbeda-beda, Cek Suhu Jakarta hingga Tangerang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Ongkos Melamar Kerja Tak Lagi Jadi Beban? Jakarta Siapkan Transportasi Gratis 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Kios Bakso Mendadak Ambruk Saat Dibongkar, Pria 55 Tahun Terjepit Reruntuhan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Kapolres Jakut Hadiri Hari Santri Nasional 2026, Serukan Persatuan dan Toleransi

Berita Terbaru

Intelijen AS mengungkap kampanye disinformasi Rusia berbasis AI yang menyasar kandidat Partai Demokrat menjelang pemilu sela AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Intelijen AS Buka Suara Soal Kampanye Disinformasi Rusia

Sabtu, 24 Okt 2026 - 06:17 WIB

IQUNIX meluncurkan keyboard gaming EV63 EDG Edition dengan switch magnetik Hall Effect, polling rate 8.000 Hz, dan Rapid Trigger 0,01 mm. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

IQUNIX Luncurkan Keyboard Gaming EV63 EDG Edition

Sabtu, 24 Okt 2026 - 06:01 WIB

Pemerintah Jepang mematikan sementara situs web kementerian dan bisnis utama akibat kerentanan bahasa PHP yang terdeteksi AI. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

PHP Memaksa Penutupan Darurat Layanan Web Jepang

Sabtu, 24 Okt 2026 - 04:23 WIB