Cuba is Next: Donald Trump Beri Sinyal Intervensi Militer Terhadap Havana

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

MIAMI, POSNEWS.CO.ID – Presiden Donald Trump melontarkan ancaman serius terhadap kedaulatan Kuba dalam pidatonya di sebuah forum investasi di Miami pada hari Jumat. Ia menegaskan bahwa militer Amerika Serikat siap bergerak menuju sasaran berikutnya di kawasan Karibia.

Dalam konteks ini, Trump memamerkan pencapaian militer Washington di Venezuela dan Iran sebagai bukti kekuatan absolut AS. “Saya membangun militer yang hebat ini. Saya katakan, ‘Anda tidak akan pernah harus menggunakannya.’ Namun terkadang Anda harus menggunakannya. Dan omong-omong, Kuba adalah yang berikutnya,” tegas Trump.

Krisis Energi dan Ancaman Kolaps Havana

Pemerintah Amerika Serikat memandang rezim di Havana sedang berada di ambang keruntuhan. Oleh karena itu, Washington meningkatkan tekanan melalui isolasi ekonomi yang ketat. Kuba saat ini mengalami krisis energi yang melumpuhkan pembangkit listrik dan sistem transportasi nasional mereka.

Baca Juga :  Diplomasi Dagang di Perancis: Mencari Penyeimbang Baru dalam Hubungan AS-China

Kondisi ini memburuk secara drastis setelah operasi penangkapan Nicolas Maduro di Venezuela pada Januari lalu. Pemerintah baru di Caracas, di bawah kendali pengaruh Washington, secara resmi mengakhiri seluruh pengiriman minyak ke Kuba. Akibatnya, Havana kehilangan sumber energi utama yang selama ini menyokong kelangsungan ekonomi negara kepulauan tersebut.

Diplomasi di Bawah Bayang-Bayang Militer

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel mengakui bahwa negaranya sedang menjalin komunikasi dengan Amerika Serikat. Dialog tersebut bertujuan murni untuk mencegah pecahnya konfrontasi militer yang merusak. Meskipun demikian, Trump terus memberikan sinyal kontradiktif mengenai metode penyelesaian konflik tersebut.

Awal Maret lalu, Trump sempat menyebut kemungkinan terjadinya “pengambilalihan secara bersahabat” (friendly takeover). Namun, ia segera menambahkan bahwa aksi tersebut bisa saja berubah menjadi tidak bersahabat jika tuntutan Washington tidak terpenuhi. Oleh sebab itu, ketidakpastian mengenai jenis “aksi kinetik” yang AS rencanakan menciptakan kepanikan di tingkat kepemimpinan militer Kuba.

Baca Juga :  Independensi Bank Sentral: Benteng Teknis atau Keputusan Politis?

Pemanfaatan Momentum Kemenangan Regional

Para analis menilai retorika Trump bertujuan untuk memanfaatkan momentum keberhasilan operasi di Venezuela. Dalam hal ini, Gedung Putih berupaya membersihkan pengaruh sisa-sisa blok kiri di Amerika Latin secara total. Terlebih lagi, Trump sering mengeklaim bahwa pemerintah Havana tidak akan mampu bertahan lama tanpa dukungan eksternal yang kuat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada akhirnya, nasib Kuba di tahun 2026 ini bergantung pada hasil negosiasi rahasia antara kedua negara dalam beberapa pekan ke depan. Dunia internasional kini mewaspadai apakah retorika “Kuba berikutnya” ini merupakan strategi gertakan diplomatik atau benar-benar instruksi bagi pengerahan pasukan amfibi AS ke Teluk Meksiko.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

China Desak AS Hentikan Penjualan Senjata ke Taiwan
Kepala Microsoft Israel Mundur Usai Azure Digunakan Militer
ITW Soroti Kenaikan Pangkat Kapolda Metro Jaya Jadi Komjen, Prestasi Dipertanyakan
Senator Filipina Desak Marcos Jr. Tolak Perintah Tangkap ICC
Sam Altman Sebut Elon Musk Terobsesi Kuasai OpenAI
Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar
Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik
Senator Republik Ragukan Rencana Keamanan Gedung Putih

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:57 WIB

China Desak AS Hentikan Penjualan Senjata ke Taiwan

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:54 WIB

Kepala Microsoft Israel Mundur Usai Azure Digunakan Militer

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:22 WIB

ITW Soroti Kenaikan Pangkat Kapolda Metro Jaya Jadi Komjen, Prestasi Dipertanyakan

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:49 WIB

Senator Filipina Desak Marcos Jr. Tolak Perintah Tangkap ICC

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:45 WIB

Sam Altman Sebut Elon Musk Terobsesi Kuasai OpenAI

Berita Terbaru

Diplomasi lintas selat. Pemerintah China memaparkan manfaat budaya dan ekonomi dari penyatuan kembali secara damai, sembari memperingatkan Amerika Serikat untuk menghentikan dukungan militer bagi pasukan separatis di Taiwan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

China Desak AS Hentikan Penjualan Senjata ke Taiwan

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:57 WIB

Etika teknologi di garis depan. Pimpinan Microsoft Israel resmi mengundurkan diri setelah penyelidikan internal membongkar penggunaan platform Azure oleh militer untuk penyadapan massal warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kepala Microsoft Israel Mundur Usai Azure Digunakan Militer

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:54 WIB

Konfrontasi hukum internasional. Senator Ronald

INTERNASIONAL

Senator Filipina Desak Marcos Jr. Tolak Perintah Tangkap ICC

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:49 WIB

Konfrontasi para titan. CEO OpenAI Sam Altman memberikan kesaksian panas di pengadilan, mengungkap ambisi kontrol absolut Elon Musk yang menjadi pemicu keretakan hubungan di raksasa kecerdasan buatan tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Sam Altman Sebut Elon Musk Terobsesi Kuasai OpenAI

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:45 WIB