Demo Nakes RS Misi Rangkasbitung, Tuntut Jaspel dan Kenaikan Gaji

Rabu, 24 September 2025 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan nakes RS Misi Rangkasbitung menggelar demo menuntut pembayaran jaspel, Banten, 24 September 2025. Dok: Istimewa

Puluhan nakes RS Misi Rangkasbitung menggelar demo menuntut pembayaran jaspel, Banten, 24 September 2025. Dok: Istimewa

BANTEN, POSNEWS.CO.ID – Puluhan tenaga kesehatan (nakes) Rumah Sakit (RS) Misi Rangkasbitung menggelar aksi demonstrasi di Gedung Warsiseto, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (24/9/2025).

Para nakes menuntut manajemen rumah sakit segera membayarkan uang jasa pelayanan (jaspel) yang tertunda.

“Jaspel kami belum dibayar selama dua bulan, sementara gaji tidak naik bertahun-tahun,” ungkap Hani, salah seorang nakes, saat aksi berlangsung.

Koordinator Aksi Desak Pembayaran Jaspel

Koordinator aksi, Riki, menegaskan aksi dilakukan karena nakes resah menunggu kejelasan pembayaran. Dia mendesak manajemen segera menunaikan jaspel, kenaikan gaji, lembur, dan hak-hak karyawan lainnya.

Baca Juga :  Dinasti Politik: Warisan Darah yang Mencekik Meritokrasi

“Kami sudah beberapa kali mediasi, tetapi hingga kini belum ada titik terang. Kami menuntut hak-hak kami dipenuhi,” kata Riki.

Meski menggelar aksi, Riki memastikan pelayanan pasien tetap berjalan. “Beberapa nakes tetap bertugas di rumah sakit. Setiap ruangan ada yang standby untuk jaga, pasien tidak akan telantar,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur RS Jelaskan Kondisi Keuangan

Direktur RS Misi Rangkasbitung, Totot Moenardi, mengungkap kendala pembayaran jaspel. Menurut Totot, hingga Agustus 2025, rumah sakit mengalami kerugian mencapai Rp 1,2 miliar. “Sampai Agustus, SHU kami minus Rp 1,2 miliar,” jelas Totot.

Baca Juga :  Macet Parah, One Way Cikampek–Salatiga Resmi Berlaku Pagi Ini

Totot menegaskan, pembayaran jaspel tidak dihapus, namun disesuaikan kemampuan keuangan RS. “Jaspel tetap dibayarkan, tetapi harus diatur sesuai situasi keuangan rumah sakit,” katanya.

Aksi demonstrasi ini berlangsung tertib, dan pelayanan medis bagi pasien tetap menjadi prioritas. Para nakes menegaskan akan terus menyalurkan aspirasi sampai hak-hak mereka dipenuhi, tanpa mengabaikan keselamatan pasien.(red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres
AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz
Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot
Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku
Imigrasi Soetta Gagalkan 23 Calon Haji Nonprosedural ke Jeddah, Total 42 Orang Dicegah
Trump Sebut Angkatan Laut AS Bertindak Seperti Bajak Laut
Cuaca Jabodetabek Minggu 3 Mei 2026, Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah
6 Pelajar Jadi Tersangka Kericuhan May Day Bandung, Polisi Sita Bom Molotov

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:54 WIB

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:24 WIB

Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:11 WIB

Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku

Minggu, 3 Mei 2026 - 06:53 WIB

Imigrasi Soetta Gagalkan 23 Calon Haji Nonprosedural ke Jeddah, Total 42 Orang Dicegah

Berita Terbaru

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Ketegangan di jantung Eropa. Pentagon resmi mengumumkan penarikan sekitar 5.000 tentara AS dari Jerman sebagai balasan atas kritik keras Kanselir Friedrich Merz terhadap kepemimpinan Donald Trump dalam perang Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:54 WIB